Berawalnya sebuah kisah..

60 2 1
                                        

" Sebuah Organisasi membuat kita paham makna dari kata kerja sama dan pentingnya kerbersamaan"

'Ruang PMR'

Gue memasuki ruangan yang sudah menemani gue selama hampir 2 tahun ini. Gue ogizatul anggota PMR WIRA di SMA yang gue cintai ini, hari ini ada demo eskul untuk membuka lowongan bagi siapa saja adik kelas yang berminat masuk di eskul yang akan didemokan. PMR menjadi eskul yang gue pilih waktu masuk kedalam sekolah ini. Awal masuk memang membosankan, diseri, dimarahin oleh senior. Tapi entah bagaimana gue malah jatuh cinta sama eskul ini, dan sekarang setelah melewati derita yang berkepanjangan gue akan menjadi senior untuk adik kelas gue. Dan kisah gue akan dimulai dari sini.

"Gi ngelamun aja lu, siap-siap gih bentar lagi kita nih" ucap winda

Winda ini temen 1 eskul, muka dia judes tapi sifat  dia berbanding terbalik dengan wajahnya, tapi omongan dia kadang sadis loh ya, bisa nusuk kedalem hati :v.

"Kira-kira banyak ga ya anak yang mau ikut eskul kita?"ucap gue.

"Banyak yg daftar sedikit  yang serius" ucap winda.

"Wah gila jangan kek gitu dong, kan ga seru nanti makin lama makin hilang nama PMR disekolah ini. Kita itu harus membuktikan bahwa PMR juga bisa maju"ucap gue.

"Ya buktiin aja, ayok kita kelapangan siap-siap abis ini kita"ucap winda.

~dilapangan.

"Lama amat dah gi" ucap remo

Remo Andiko, temen satu eskul, squad juga, dia ini yang paling deket sama gue. Orangnya cerewet, gampang marah juga hati-hati deh kalo sama dia :v.

"Nemenin mbak kunti dulu tadi"ucap gue asal

"Serius? Wih gimana udah diterima belum sama mbak kunti?" Tanya remo semangat

"Belum, dia ga mau katanya gue terlalu tampan😎" jawab gue

"Pd banget lu taik" umpat remo

'Oke akan kita saksikan pertunjukan selanjutnya yakni dari anggota PMR, beri tepuk tangan'

"Siap-siap gaes" ucap remo.

"Semangattt" ucap kak sari.

Kak sari adalah ketua eskul PMR angkatan gue, orangnya baik dan tegas, kak sari jarang marah tapi kami ga berani untuk ngelunjak kedia.

"Yuk mulai" ucap winda.

Kami memeragakan aksi pertolongan pertama (PP), gue sebagai pencopet yang melukai korbannya dan setelah itu kabur lalu yang lain ada yang bertugas sebagai warga biasa ada yang bertugas sebagai polisi ada juga yang melakukan PP. Kami melakukannya dengan baik sampai pertunjukkan kami selesai. Gue ngeliat adik-adik kelas pada tepuk tangan dan itu membuat gue bangga sekali.

"Sukses" ucap kami serempak

Setelah pertunjukkan kami dilanjut dengan pertunjukkan lainnya, setelah selesai adik-adik kelas disuruh keliling untuk memilih eskul apa saja yang ingin mereka ikuti. Gue amati mereka banyak yang memilih eskul paskib, db ( drum band ), ambalan dan eskul eskul yang menurut mereka eksis.

"Berapa yang ikut mo?" Tanya gue ke remo

"75" jawab remo

"Lumayan" ucap gue

Kisah Klasik Anggota PMRStories to obsess over. Discover now