We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.

Kepiting rebus

24 2 0
                                        

*Hobi ku adalah membuat mu
tersenyum. Karna senyuman mu adalah
hal yang paling kusukai*
NAFISAH

🍁🍁🍁

"Bagassssssssss"

Belum sempat menyelesaikan mimpi indahnya bersama nafisah, Bagas langsung terbangun mendengar alaram yang selalu membangunkannya setiap pagi.

"Iya bundaaaaa"
Jawab Bagas sambil mengumpulkan nyawanya .
Alaram setiap pagi Bagas adalah Bunda tercinta nya.

"Ini udah jam setengah tujuh, nanti kamu telat"
Ucap sang bunda didepan pintu kamar sang anak

Bagas lalu melihat jam, namun ternyata yang dilihat di jarum jam tersebut menunjukkan...

"Bundaaa, ini masih jam 06:05"
Kesal bagas lalu membuka pintu, dilihatnya sang bunda tertawa memperlihatkan gigi putihnya .

"Sengaja, biar kamu cepat cepat sekolah terus bisa liat Nafisah lebih cepat"
Terdengar tawa sang bunda sambil menuruni anak tangga. Menggoda anak tunggalnya itu adalah hal yang paling menyenangkan setiap pagi, apa lagi membawa nama Nafisah

"Siap bundaaa"
Teriak Bagas sebelum memulai ritual paginya sebelum kesekolah.

...

Bagas telah sampai didepan gerbang sekolahnya SMAn Nusa Bangsa. Bagas berhenti saat hendak masuk kedalam sekolahnya dengan mobil kesayangan nya sih baja hitam, dilihatnya cewek yang sedang memarkirkan sepeda motornya, dia lalu melaju menghampiri si cewek itu, dan memarkirkan mobilnya disamping motor matic sang cewek tersebut.

"Napisa kuuuuuu"
Panggil Bagas terhadap cewek tersebut yang tidak lain adalah sang pujaan hati Nafisah .

"Ehhh Bagas"
Nafisah kaget, karena tiba tiba Bagas berada dibelakangnya,

"Kangen yah?"

"Hah?kangen?"
Tanya Nafisah, karna heran akan pertanyaan Bagas, padahal Baru kemarin mereka bertemu dirumahnya

"Eh kaget maksudnya, hehehe"
Sambil mengacak ngacak rambut Nafisah dengan tangannya yang sangat pas berada diatas kepala nafisah.

Nafisah tidak bisa menahan rona merah di wajahnya, pagi pagi udah dibikin melting sama Bagas, gimana nggak rusak tuh jantung dibikin deg deg terus.

"Nafisah, jangan suka bawa kepiting rebus"

"Mana nggak ada"
Heran Nafisah sambil melihat kearah dirinya .

"Nihh kepiting nya, merah banget lagi"
Ujar Bagas sambil mencubit pipi Nafisah yang sedang memerah karena tingkahnya.

"Ihhh Bagas nggak suka"
Dengan nada yang kesal sambil memukul dada sang bagas.

"Hahahaha iyaiya sakit, maaf nafisah, ya udah yuk masuk bentar lagi bel"
Sambil menarik lengan Nafisah

Sesampainya dikelas Nafisah, Bagas tidak ingin beranjak sebelum guru yang mengajar di kelas Nafisah sudah memasuki ruangan.

"Kamu langsung ke kelas aja, jangan nungguin sampai ibu tita masuk"
Ucap Nafisah memberhentikan Bagas yang ingin memasuki kelas Nafisah.

"Nggak papa, aku akan tetap selalu ada disamping kamu"
Jawab Bagas lebay dengan nada yang dimanja manjakan.

"Ihhhh kebiasaan deh, malu tau"
Bagas tidak pernah mengerti akan jantung dan rona merah dijawah Nafisah, baru saja berhenti deg deg dengan tingkahnya yang mengoda Nafisah beberapa menit lalu sekarang Bagas sudah menggoda nya lagi.

"Itu kepiting rebusnya muncul terus loh"

"Kamu ihhh ngeselin, anak anak liatin tu"

"Nggak papa, biar mereka iri"
Ucap Bagas sambil memberantakan rambut Nafisah dengan gemas.

Belum sempat menjawab ucapan Bagas, mereka dikejutkan dengan teriakan seseorang.

"Pacaran muluuu, kasian noh jomblo pada liatin, terutama guee!"
Kesal diko sambil menarik tas bagas agar menghindar dari Nafisah, karna dia tau Bagas tidak akan pisah dari Nafisah sebelum guru yang menyuruhnya.

"Jangan tarik tarik bego. Dasar tukang iriii"
Teriak Bagas penuh kekesalan karna membuat dia dan Nafisah menjauh sejauh 2 langkah (lebay banget sih Bagas yah wkwkkw)

"Lo yah, kalau nggak diginiin , nggak bakal sadar Lo! Mau Lo telat terussss.

"Apaan sih, gue cuman mau nemenin tayang beby ku tercinta"
Ucap Bagas dengan langkah yang ingin menuju Nafisah, belum sempat melangkah diko menahan dengan menarik tasnya kembali.

"Buruan masuk kelas pe'a, ulangan fisika ni"

"Kamu masuk gih, bentar lagi Bu tita masuk kok, emang dia sering telat karna baru lahiran beberapa bulan jadi ngurus anaknya dulu"

"Tapikannnn.."

Belum sempat melanjutkan ucapannya diko sudah membekap mulut bagas dengan sarung tangan milik diko.

"Udah yah Nafisah, kalau kelamaan disini, nanti bakal tambah liar, soalnya belum dikasih obat"

"Hehehe iyaiya Kaka diko, Nafisah titip yah, kalau ada apa apa langsung kasih pelajaran aja, nakal soalnya hehehe"
Nafisah berkata tanpa dosa dan tanpa rasa bersalah, karna kebiasaan Bagas membuatnya gemes sendiri.

"Ok deh tenang aja, bye Nafisah"
Jawab diko sambil tangan satunya menarik Bagas dan satunya membekap mulut Bagas.

Begitulah Bagas, walau kelasnya dan Nafisah berlawan arah, dan Nafisah berada dilantai dua dan Bagas di lantai 3, dia akan dengan setia tetap mengantar Nafisah Sampai dikelas lalu menunggu sampai guru memasuki kelas Nafisah, dan menyuruhnya pergi baru dia akan masuk ke kelasnya . Dan karna hal ini juga dia sering telat beberapa menit mata pelajaran pertama karna harus menemani Nafisah.

Jangan lupa vote and komen. Terimakasih banyak💜💜

Bagas Dan NafisahStories to obsess over. Discover now