"Aku membenci hujan,setiap kali hujan datang entah mengapa aku selalu merindukanmu jae".
"Tapi,perlu kamu ingat atas adanya hujan kita bisa bertemu nadin".
.
.
.
.
.
Di bawah hujan kita bertemu,dan di bawah hujan pula kita berpisah.
"Nadin maaf sepertinya aku tidak bisa menemani mu lebih lama,ini sudah mendung sepertinya aku pulang sekarang aku minta maaf"ucap wina sahabatku yg selalu setia menemani ku.
"Hmm yasudah aku akan menunggu bus di halte saja pasti lebih cepat dapat aku mendapatkan bus"ucapku padanya.
"Sekali lagi maafkan aku tidak bisa menemanimu"ucapnya memohon.
"Yasudah tidak apa kau pergi saja ini sudah mendung"ucap ku padanya menyuruh iya pergi dengan cara halus.
"Baiklah"ucapnya seraya pergi meninggalkan ku sendiri di depan gerbang sekolah.
Owh iya aku belum memperkenalkan diri nama ku, Nadine Kimberly aku kelas 12 aku sekolah di sekolah musik,aku sangat menyukai musik dan seni bagi sekian banyak orang sekolahku.sekolah terbaik untuk anak yg menyukai seni musik ayahku ceo di sebuah perusahaan di korea selatan.ibuku berasal dari korea selatan sedangkan ayahku berasal dari indonesia,ayah ku memutuskan untuk tinggal di korea.
"Lama sekali busnya aku menunggu di halte saja lebih baik sepertinya"batinku
Aku mulai berjalan melangkah menuju halte bus yg hanya sekitar berjarak 200 meter dari tempat ku berdiri,tapi hujan mulai turun dengan derasnya.
"Whaaa hujan bagaimana ini aku tidak akan dapat bus"ucapku dan mundur kembali ke depan pintu gerbang sekolah ku.sebenarnya aku sudah bilang pada supir ku bahwa aku minta di jemput pada pukul 17.00 tapi sekarang pulang lebih awal aku tidak mengetahuinya sekarang baru pukul 15.00.aku ingin menghubungi supir ku tapi handphone ku mati karena baterai nya habis.sama seperti wina.
"Ah,hujan lagi hujan lagi?"ucap seseorang membuat ku terkejut.
Siapa itu membawa tongkat pula.
"Owh,kau tidak pulang?aku kira tidak ada orang selain aku dan satpam".
"Owh ada orang rupanya".tebaknya
Lalu aku ini apa jika bukan orang? bidadari tak bersayap?.
"Aku tanya sekali lagi,kau tak pulang oppa?"ku ulang lagi pertanyaan ku.
"Aku akan pulang,kau kira aku akan menginap di sini apa kau gila?kau sendiri"ledeknya pada ku.
Apa dia bilang?aku gila apa kau tak waras menyebut diriku gila.
"Aku tidak ada payung untuk ke halte tapi biasanya di depan gerbang banyak bus di disewa sekolah untuk murid murid jika tidak bisa di jemput"ucapku panjang lebar.
"Owh,seperti itu jika noona mau aku ada payung untuk noona pinjam."tawarnya padaku.
"Tidak,terimakasih payung itu oppa pakai saja ini hujan oppa dan oppa kenapa tidak pulang saja pakailah payung mu selagi ada"aku memberikan penolakan.
"Aku tidak bisa di jemput ayahku supir pribadi,tuannya sedang ingin ke luar kota jadi ayah ku harus nengantarnya yaa~... Jadi aku tidak bisa di jemput"jawabnya pada ku.
"Owh tapi~..kan masih ada ibu oppa yg bisa menjemput oppa kan?"tanya ku.
"Ibu ku tidak bisa menjemputku karna ibuku sedang mengurus bibi ku,dia baru saja memiliki bayi kembar noona".
"Owh"ucapku singkat.
"Iya sudah tidak apa hujan nya sudah mulai reda ayo kita ke halte bersama"ajaknya pada ku.
'Dia baik sekali padahal kami baru mengenal satu sama lain'-batin ku.
Kami berdua jalan menuju halte,dengan menggunakan payung oppa tadi.yaaa~~kalian benar kami satu payung.
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Selama di perjalanan menuju halte kami sama sama terdiam,aku enggan membuka pembicaraan karna entah kenapa aku sangat gugup.
"Akhirnya sampai"ucapku.dia membalasnya dengan senyuman.
Kenapa senyumnya manis sekali jika di amati dengan teliti?
"Tapi biasanya jika aku di jemput ibu ku busnya tidak lama langsung datang"ucapnya.
"Yasudah tidak apa aku sendiri saja oppa"jawabku.
"Tidak tidak"gelengnya,"kau perempuan noona tidak baik perempuan sendirian"lanjutnya.
"Bagaimana kalau kau ke rumah ku dulu untuk menunggu supir noona".
"T..api?"ucapku gugup.
"Tidak akan merepotkan kok noona"ucapnya dengan senyuman manisnya,aduh aku gugup.
"Yasudah kalau itu maumu."ucapku
"Itu busnya sepertinya oppa".
"Benarkah mana?"ucapku membuat ku heran kenapa dia tidak melihat nya. "Owh maaf noona aku tidak bisa melihat"apa maksudnya tidak bisa melihat???
TBC...
Hi!gais udh lama ya aku ga up ini aku revisi lagi beberapa soalnya ada yang typo dan kurang masuk akal,maklum aku nulis ini waktu aku kelas 7 hehe..