Never click suspicious links
Reminder: Wattpad will never ask for passwords, payment information, or other sensitive account security details.

Ketika Membenci, Ketika Menyayangi

107 14 0
                                        

Hari ini sepeti biasanya , seorang namja dengan seragam salah satu sekolah elit di korea melangkahkan kakinya memasuki halaman mewah sekolahnya. Tak seperti kebanyakan siswa yang tiba dengan mobil mobil mewah mereka, namja berambut blonde itu dengan santai mengayuh sepeda miliknya.

"ya jihoon-ah"teriak sebuah suara yang berhasil menghentikannya. Ia berbalik mencari sumber suara yang sebenarnya sudah sangat dikenalnya itu dan menemukan seorang namja yang tengah melambai-lambai kearahnya.

Tak ada sedikitpun senyum diwajah putihnya, bahkan ketika si sahabat yang tadi memanggilnya tersenyum cerah bahkan mengalahkan matahari redup yang terbit pagi itu.

"changkyunnie diamlah, kenapa kau selalu hyper aktif sih kalau bertemu jihoon?" protes sang kakak yang baru saja turun dari mobil mereka.

"habisnya jihoon satu-satunya sahabatku sih hyung"ucapnya lucu. Kihyun hanya bisa mengelengkan kepalanya melihat tingkah adiknya itu.

"terimakasih ahjussi, nanti sore biar kami pulang sendiri saja"ucap kihyun pada supirnya yang dibalas dengan anggukan ringan.

Kedua orang itu kemudian berjalan mendekati jihoon yang masih setia menunggu mereka. "apa kau sudah mengerjakan tugasmu?" tanya changkyun begitu sampai didepan jihoon.

Namja mungil itu mengangguk sebelum memberi salam pada kihyun. "annyeong hyung"

Kihyun mengangkat alisnya sebagai balasan. "baiklah, aku akan masuk duluan. Ingat kkung jangan pulang sebelum hyung selesai" ingat kihyun pada adiknya.

"ne" changkyun memberi hormat ala militer dengan lemah pada kihyun yang telah berjalan melalui mereka.

"kajja, kau harus memarkirkan sepedamu dulu"changkyun merangkul jihoon yang lebih pendek darinya dengan mudah namun tak bertahan lama, jihoon mengayuh kembali sepedanya meninggalkan changkyun yang menggaruk belakang kepalanya.

____

Jihoon dan Changkyun sebenarnya baru saja bertemu sebulan lalu ketika upacara penerimaan murid baru. Changkyun adalah anak yang pendiam dan tak bisa berbaur dengan banyak orang begitu pula dengan jihoon, ia cenderung memasang wajah dinggin didepan orang-orang sehingga tak banyak yang mengajak jihoon berkenalan. Dan changkyunlah orang pertama yang bertanya pada jihoon.

"changkyun-ah apa kau akan ikut tes olah raga hari ini ?"tanya jihoon pada changkyun.

"ahni, hyung belum mengizinkanku ikut. Katanya kakiku masih belum sembuh benar"changkyun menunjukkan kakinya yang dua minggu lalu cidera karena terjatuh ditangga sekolah.

Jihoon mendengus kasar. "aku ingin bolos pelajaran saja"keluh jihoon dan menyandarkan kepalanya di meja.

Changkyun tersenyum melihat jihoon, ia mengangkat kepala jihoon dan menjadikan telapak tangannya sebagai bantal untuk jihoon. "wajahmu akan tambah jelek kalau kau tidur tanpa alas, ey.....bagaimana lee jihoon bisa bolos pelajaran, kau akan merusak citra siswa teladanmu"

Jihoon mengangkat kepalanya dan memandang kearah changkyun. "ya! Tetap saja kau yang akan jadi peringkat satu di kelas"balas jihoon dan memukul kepala changkyun.

Changkyun mengelus kepalanya yang sebenarnya tak sakit sama sekali. "apa kau tak ingin berpisah denganku walaupun sebentar jihoon-ah, aigoo uri jihoon sepertinya sangat terpesona padaku"goda changkyun yang langsung berhadah pukulan dikepalanya lagi.

"ya! Jangan pukul kepalaku. Nanti aku jadi bodoh tahu"

Pada akhirnya changkyun harus terpaksa tetap duduk di tepi lapangan karena jihoon memaksanya untuk tetap menyetorkan muka pada Choi saem, padahal namja itu sangat ingin tidur sejenak di klinik.

DEAR CLOUDCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang