Dipagi yang cerah ini seorang gadis berpakaian seragam putih abu-abu mengawali hari pertamanya memasuki SMA Pelita Harapan dengan buruk dan tidak semulus dan secerah seperti pancaran sinar mentari yang ada dipagi hari.
Gadis itu hanya bangun tidur lebih siang 15 menit dari biasanya, dan itu berarti dia harus mengorbankan waktu sarapan santainya dan memilih mencomot roti isi dari meja makan tanpa minuman yang membasahi tenggorokannya.
Tidak membuang-buang waktu yang tersisa, gadis itu langsung tancap gas motor maticnya untuk mempercepat perjalanan ke SMA Pelita Harapan yang berjarak 10Km dari rumahnya.
10 menit sudah gadis itu tempuh untuk sampai tempat tujuan, dan tepat sekali dia datang 1 menit sebelum bel masuk berbunyi. Setelah memarkirkan motornya, gadis itu langsung menuju lapangan untuk upacara dan akan mengikuti kegiatan MOS untuk 3 hari kedepan.
Gadis itu tak lain adalah Zifana Sintya atau biasa dipanggil Zee. Dia adalah gadis sederhana, pemberani, cuek tapi asik kalau sudah kenal dekat, dan suka makan banyak pas badmood tapi badannya tetap segitu-gitu aja nggak tumbuh kesamping.
-*-*-*-
Di lain sisi ada gadis lembut dan feminine yang berlari karena ada dua cowok playboy urakan yang mengejarnya hanya untuk meminta nomor hp dan berkenalan dengannya. Karena saking takutnya, dia sampai tidak fokus dengan jalanan dan tak sengaja menabrak Zee yang sedang berjalan ke arah lapangan.
"Aduh..!." Keluh Zee dan berbalik ke arah gadis itu.
"Eh..eh... Maaf ya aku nggak sengaja, soalnya ada orang gila yang ngejar aku." Balas gadis itu tergesa-gesa.
"Oh..., Yaudah Lo sembunyi aja, ntar gue yang hadang orang gila itu."
"Gitu ya?!. Oke, aku sembunyi disana dulu kalau gitu." Gadis itu berlari ke arah balik pintu toilet yang ada didekatnya.
Tak lama kemudian datanglah dua cowok yang menghampiri Zee.
"Lo liat cewek pake bando pink lewat sini nggak?." Tanya salah satu cowok itu.
"Nggak." Jawab Zee cuek.
"Yaelah... Cuek amat jadi cewek, ntar kagak laku baru tau rasa." Saut cowok yang satunya.
"Bodoamat.! Pergi sana!."
"Kenalan dulu kek biar nggak rugi-rugi amat gitu."
"Pergi apa bogem?!" Ucap Zee seraya mengepalkan tinjunya yang sudah siap menghantam lawannya.
"Iya iya.. kita pergi. Bye cewek judes.." Ucap cowok pertama sambil melemparkan kiss bye.
Zee yang merasa jijik langsung memalingkan muka dan memasang wajah ingin muntahnya.
"Orangnya udah nggak ada.! Lo boleh keluar." Ucap Zee seraya mengetuk pintu toilet.
Sesaat kemudian gadis berbando pink itu keluar dari persembunyiannya.
"Makasih ya udah nolongin aku. Kamu mau nggak jadi sahabat aku? Please....Soalnya aku belum punya kenalan disini." Ucap gadis itu memohon.
"Nih bocah masih sehat?" Batin Zee seraya melihat gadis itu dari atas sampai bawah.
"Temen aja dulu, sahabat berlebihan kalau baru kenal."
"Oh oke... Namaku Sinta Soraya, panggil aja Sinta. Kalau kamu siapa?." Ucapnya sambil mengulurkan tangan kanannya.
"Zifana Sintya, panggil aja Zee." Balas Zee sambil membalas jabat tangannya.
"Eh... Nama kita hampir sama loh.., aku Sinta kalau kamu Sintya. Kayaknya kita bakal cocok jadi sahabat deh." Ucap Sinta girang.
"Terserah. Gue mau ke lapangan." Ucap Zee langsung berjalan menuju lapangan meninggalkan Sinta.
"Tungguin..! Aku juga mau pergi kesana!." Teriak Sinta dan berlari menyusul Zee.
Setelah kegiatan upacara selesai, para murid baru masih harus tetap tinggal di lapangan tidak seperti murid senior yang sudah bubar barisan masing-masing dan pergi untuk berteduh dari sinar matahari atau ngadem dulu di kantin.
🌿🌿🌿
Wah... Zee dapat temen baru nih dihari pertama sekolahnya😁
Jangan lupa vote, comment & share cerita ini jika kalian suka ceritanya.🤓
Salam Verzee_Ester🌺
YOU ARE READING
KotaK
Teen FictionKisah cinta segitiga? Itu sudah biasa. Tapi bagaimana dengan cinta segiempat? Yang tidak tanggung-tanggung menghadirkan kisah yang rumit. Kisah rumit cinta segiempat layaknya sebuah kotak. KOTAK mempunyai empat sisi yang sama panjang dan saling berh...
