Prolog

262 23 2
                                        

"Dunia lain?"

"Hahahaha that's a bullshit dude!"

"Gua gak percaya!"

Itulah jawaban Suga saat ditanya tentang dunia lain.

Teman-teman sekelas Suga mendengus mendengar jawaban dari orang yang terkenal savage itu.

"Alah paling nanti kalo ketemu lo kabur!" seru salah satu teman Suga dengan tampang mengejek.

Sementara Suga hanya memutar kan bola matanya, tak menanggapi obrolan teman temannya yang tak berbobot itu.

                         -  👻👻👻 -

Suga turun dari bis di halte di daerah dekat rumahnya. Ia berjalan dengan santai. Sekitar 500 meter lagi ia sampai di rumahnya.

Malam itu sepi, sangat sepi. Suga melihat sekelilingnya, dan sadar keadaan sekitarnya. Membuat ia merinding, dan mempercepat jalannya.

Tiba tiba ada yang menarik Suga dan membekap hidungnya dengan sapu tangan berbau aneh. Membuat semua pandangan Suga menjadi gelap.

- 👻👻👻 -

Suga mulai sadar dari pingsannya. Pandangan Suga mengabur dan kepalanya terasa pusing. Mengabaikan rasa pening di kepala nya, Suga melihat sekelilingnya.

Sebuah rumah yang kotor dan tak terurus. Itulah yang muncul di benak Suga saat mengamati sekelilingnya. Oh iya, Suga juga di ikat pada sebuah kursi, membuatnya tak bebas bergerak.

Tiba-tiba, datanglah seorang perempuan membawa sebuah suntikan. Seketika perasaan Suga tidak enak.

Perempuan bermasker itu mendekat dengan cepat ke arah Suga. Kemudian perempuan itu membuka maskernya dan mencium Suga dengan brutal sambil menusukkan suntikan yang ia bawa pada lengan Suga. Membuat pengelihatan Suga kembali buram dan membuat Suga kembali pusing.

Setelah puas dengan bibir Suga, perempuan itu menarik kembali suntikan nya. Kemudian mencekik Suga dengan sangat kencang.

"Aku sangat mencintaimu."

Itulah yang Suga dengar sebelum kesadaran nya menghilang. Dan semuanya kembali gelap.

2 DuniaWhere stories live. Discover now