prolog

127 18 6
                                        

"Cuma tempat ini yang bikin aku ngerasa deket sama mama"

Seorang gadis yang kehilangan tujuan hidupnya, sedang berdiri sambil terisak, Pandangannya menerawang ke atas menyaksikan sang bulan. Seperti halnya bulan yang selalu sendiri , ia pun sama selalu merasa sendiri.

Dinikmatinya semilir angin yang datang melewatinya. Gadis itu kembali mengingat seseorang yang secara sukarela melahirkannya.
Hidup tanpa sosok mama sudah dia jalani selama 3 tahun terakhir ini. Tentu bukan hal yang mudah untuknya. Menjalani hidup dengan kehampaan, dunianya kosong, warna warni hidupnya telah sirna bersamaan dengan seseorang yang pergi meninggalkannya.

Sudah 3 jam gadis itu berdiri, masih ditempat yang sama. Tempat yang sering ia kunjungi dulu bersama mamanya, tempat yang bisa membuatnya melihat bulan sepuasnya.

Arggggghhhhh!!!.

Dia berteriak sekerasnya, menangis sepuasnya, hanya itu yang bisa ia lakukan sekarang. Merasa semesta tak adil padanya.
Dia memejamkan matanya, meratapi takdir buruk yang sedang ia jalani sekarang, baginya tak ada hari esok yang bahagia, semua nya sama saja tidak ada yang berbeda.

Dia kembali termenung, kata kata mamanya senantiasa terngiang di telinganya.

"apapun yang terjadi kamu harus bahagia".

Baginya mama adalah salah satu harta berharga yang ia punya, ia bersyukur karena Tuhan telah mengirimkan sosok wanita tangguh untuk menemaninya.
Dia berusaha mengerti mungkin benar rasa sayang Tuhan kepada mamanya lebih besar, tak sebanding dengan rasa sayang yang ia punya. Untuk itulah Tuhan mengambil mamanya untuk kembali.
Tuhan tak pernah salah, mamanya kembali karena sudah takdirnya untuk kembali.

Dia berusaha menata hidupnya kembali. Mungkin benar secara fisik mama tak lagi ada, tapi baginya mama selalu ada di hatinya. .

Dia tahu kesedihan hadir bukan untuk diratapi, jadi dia bertekad akan mengenyahkan segala kesedihan yang ia punya, untuk menghadirkan segala kebahagiaan yang bisa membuatnya lupa akan kesedihan. Meski sedikit susah ia akan berusaha demi mamanya.

Gadis pecinta bulan itu, tak akan berhenti berusaha. Dia masih ingat tentang janji yang ia ucapkan dulu pada mamanya.

"Luna janji ga akan nangis lagi".ucap gadis berusia 9 tahun sambil menautkan jari kelingkingnya ke jari mamanya.

Dia terkekeh geli, ya!! gadis berusia 9 tahun yang mengucapkan janji itu adalah dia. Luna Calistapresilia seorang gadis kecil yang kini tumbuh menjadi remaja tangguh seperti mamanya.

Tidak banyak yang berubah darinya masih tetap cantik, kulit putih, rambut panjang berwarna coklat, dan juga pemilik senyum paling indah. Satu kata saat orang lain melihatnya "manis" tentu saja.

Arggggghhhhh!!!
Suara itu terdengar jelas di pendengaran Luna. Luna berusaha mencari asal sumber suara itu,hingga ia menemukannya

Seorang pria yang tengah terisak, tampak sesekali menjambak rambut nya, entah apa yang sedang pria itu rasakan, yang pasti sekarang luna merasa kesedihan yang sama, selama ini ia pikir ialah yang paling menderita di bumi, tapi tidak setelah melihat pria itu.

Tiba tiba pria itu menoleh kearah Luna. Hanya sekilas, dan setelahnya pria itu beranjak dari tempat nya, memutuskan untuk pergi.

Light Of Happiness | √Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang