Aku Jimin Park. Semester dua jurusan Desain dan aku sedang jatuh cinta pada seorang kakak tingkat.
Bukan pertama kalinya aku jatuh cinta pada seseorang, tapi kali ini cinta jadi sangat menarik untukku. Kenapa? aku juga tidak tahu.. cinta memang perihal aneh.
Namanya Kak Yoongi Min.
Pertama kali aku tahu tentangnya dari sebuah acara pameran di lorong kampus. Ingat sekali waktu itu aku baru masuk sebagai mahasiswa desain, di lorong itu banyak sekali karya yang dipamerkan. Ada sebuah gambar, hanya coretan yang kelihatan asal tetapi tersusun dan terarah, membentuk sebuah sosok orang-orang yang berjalan. Gambar itu begitu suram, tetapi dalam kesuraman warna hitam dan putihnya aku merasakan ada harapan yang ingin dilukis orang ini.
Aku tertegun di depan gambar itu beberapa menit sebelum menyadari orang-orang mulai berkerumun di samping dan belakangku untuk melihat gambar itu juga. Sebelum pergi aku melihat nama pelukisnya dan pesan di balik gambar ini.
Nama Pengarang:
D
Penjelasan:
Kamu adalah kekacauan yang hidup dan berjalan.
Kata-kata itu sangat membekas di kepalaku. setelahnya aku tahu, nama asli dari pengarang itu adalah Min Yoongi.
Kak Yoongi adalah kakak tingkat populer di kalangan mahasiswa baru yang kelihatan sangat cuek, jutek dan tidak suka bersosialisasi. Tapi aku tahu, kalau Kak Yoongi sebenarnya pribadi yang baik. Hanya saja dia tidak tahu bagaimana cara mengekspresikan dirinya.
Diam-diam aku memperhatikannya, bahkan aku mengikuti klub yang Kak Yoongi juga mengikutinya. Hanya dengan melihat sosoknya aku sangat senang, bahkan ketika dia mengajakku mengobrol malamnya pasti aku tidak bisa tidur.
Hari ini setelah kegiatan club selesai, aku tahu Kak Yoongi selalu membersihkan ruangan sebelum pulang ditemani beberapa kakam tingkat yang lain. Tapi hari ini aku melihat temannya Kak Yoongi pergi terlebih dahulu dan hanya ada satu orang yang membantu Kak Yoongi, jadi aku memutuskan untuk membantu juga agar aku bisa lebih lama bersama Kak Yoongi.
Lalu ka Yoongi berkata,
"Jun, kamu pulang duluan. Biar saya dan Jimin yang mengerjakan ini. Saya tahu kamu mau cepat-cepat bertemu pacarmu"
Wajahku memanas, Ehhh?!! berarti nanti hanya ada aku dan ka Yoongi?!
Aku bisa merasakan keringat dingin di tanganku karena rasa gugup dan senang sekaligus.
Ka Namjun tersenyum malu, "Sialan kau, pengertian sekali. Kalau begitu Yoon, Jimin aku pergi dulu."
Tinggal lah aku dan Kak Yoongi di ruangan klub. Semoga saja Kak Yoongi tidak menyadari tanganku yang gemetaran dan jantungku yang berdetak kencang.
Ruangan menjadi hening, hanya terdengar suara-suara barang yang dipindahkan. Hawa ruangannya jadi terasa canggung, aku memutar otak untuk memulai percakapan dengan Kak Yoongi. Mumpung sedang berduaan aku tidak boleh menyia-nyiakan kesempatan ini bukan?
"Jimin,"
Baru saja aku menemukan topik untuk dibicarakan ketika aku mendengar Kak Yoongi memanggilku. Apa aku tidak salah dengar?
Aku menoleh ke arah ka Yoongi, tapi Kak Yoongi tidak menoleh ke arahku. Mungkin aku salah dengar.
"Jimin," katanya lagi.
"Saya tahu kamu menyukai saya."
Mata-katanya membuatku membatu.
Kak... Kak Yoongi tahu aku sering memperhatikannya. Aku langsung menoleh ke arah lain dan menyembunyikan wajahku. Sial.
Apa aku terlalu jelas sampai Kak Yoongi tahu begitu? Bagaimana ini....
Jantungku semakin berdebar dengan sangat sangat keras, tanganku terasa makin dingin. Aku pun menggigit bibir.
"Saya juga tahu kamu sering memperhatikan saya diam-diam."
Kak sudah.. serius aku malu..
"Dan saya tahu kamu masuk ke klub ini karna ada saya."
Suaranya makin mendekat. aku tidak berani melihat ke belakang.
Sial, bisakah KakYoongi pura-pura tidak tahu saja?!
"Saya tahu niat kamu membantu pun supaya kamu bisa lebih lama bersama saya,"
"Saya senang."
Kini suara Kak Yoongi berada tepat di belakangku. Suaranya yang berat itu benar-benar hal yang sangat aku sukai, tapi tunggu.. Kak Yoongi bilang dia senang?
"Kamu hanya memperhatikan saya dari jauh, tidak pernah mencoba untuk mendekat seperti yang lain dan hanya diam saja. Jujur saya kesal, jadi saya tetap diam dan mengabaikan kamu. Tapi karena hari ini kamu berjalan semakin dekat, saya senang. Sangat senang."
Dari dua sisi tubuhku aku melihat tangan yanh datang dan tiba-tiba memelukku dari belakang. Aku terkejut.
"Eh ka—"
Belum selesai keterkejutanku aku merasakan bibir Kam Yoongi mencium leherku dan berkata pelan tepat di sebelah telingaku.
"Jimin, saya juga suka kamu. Kamu sangat menggemaskan. Jadi pacar saya mau?"
Apa...
Telingaku terasa sangat panas dan rasanya tubuhku lemas sekali. Jantungku sudah tidak tahu kemana, mungkin meledak dari dalam. Kak Yoongi menyukaiku juga.. dan memintaku untuk jadi pacarnya, apa ini mimpi? ya tuhan kenapa mimpi bisa seindah ini sih?
Apa sebentar lagi aku mau mati?!
Mataku sakit karna air mata yang terasa mulai mengalir karena kaget, senang dan tidak percaya.
"T—tentu saja aku mau ka.." kataku dengan suara terisak.
Kak Yoongi membalikkan badanku dengan cepat dan raut wajahnya terlihat khawatir.
"Jimin? Kenapa menangis? Saya minta maaf kalau itu karena saya..."
Aku menggeleng.
"Bukan ka, Aku cuman terlalu kaget dan senang."
Kak Yoongi tertawa kecil dan memelukku erat. Aku jadi semakin terisak.
"Sial Jimin, imut banget kau. Saya bawa pulang ya? Mau?"
"KAKAAA."
Aku mencubit pinggang Kak Yoongi dan dia mengaduh lalu tertawa lepas. Rasanya aku masih belum percaya kalau ini kenyataan.
Kak Yoongi, Jimin sayaaaaang kakak.
YOU ARE READING
Hey Boy.
Fanfiction[BTS One Shot story ] Yes, gay. No consistent pairing. Pro tips: baca dari paling akhir.
