Namanya alizha, perempuan yang sangat manja, dan cantik. Ia sangat nurut dengan orang tuanya, bahkan tentang jodoh.
Bulan depan alizha akan dilamar dengan seseorang yang bernama irsyad, ia telah melakukan ta'aruf dari beberapa bulan yang lalu. Sejak saat itu alizha masih belum terlalu kenal dengan irsyad, karena irsyad termasuk cowo cuek,dan dingin dengan siapa pun. Saat menjalankan ta'aruf pertama kali saja, irsyad hanya menelfon ibunya alizha yakni amila. Saat itu ibunya sedang sakit, dan irsyad menelfon berkali-kali hingga ibunya merasa pening, maka diangkatlah itu telfonnya.
"..."
"Wa'alaikumussalam nak irsyad, ada apa? Maaf ibu lama angkat telfonnya." jawaban lemas amila membuat irsyad khawatir.
"..."
"oh, tidak apa-apa, ibu hanya sedang kurang sehat saja kok. Kamu mau nanya alizha?" ibunya menanyakan itu karena ibunya sangat peka:v
"..."
"iya nak, nanti ibu sampaikan salam mu pada alizha. Wa'alaikumussalam" setelahnya ibunya lanjut istirahat, hingga suaminya pulang kerja.Mahfudz adalah suami yang sangat mengerti istrinya, maka saat memasuki kamar,ia membuka pintunya dengan pelan. Ia segera membersihkan diri, selesai itu iya berbaring di sebelah istrinya. Ia mengelus pipi istrinya itu dengan penuh kasih sayang, dan mengecup puncak kening istrinya yang terasa sangat hangat. Istrinya terperangah saat melihat suaminya sudah pulang dan sudah membersihkan diri.
"assalamualaikum mas, kamu udah pulang daritadi? Maaf ya mas, aku ketiduran, kamu kok gak bangunin aku sih?" amila masih sangat pucat, dan lesuh saat menanyakan itu pada pacar halalnya.
"Wa'alaikumussalam, sudah-sudah kamu istirahat lagi ya, jangan terlalu banyak berbicara, tidur lagi yu, mas juga capek." Mahfudz memeluk istrinya saat tertidur.
💛💛💛
Alizha sangat rindu dengan irsyad, karena terakhir irsyad mengabari adalah 4 hari yang lalu, kalau ia akan datang melamar alizha. Alizha tak pernah meninggalkan shalat nya, bahkan shalat tahajjud nya. Ia sangat menginginkan irsyad hadir dihidupnya. Hingga saat hari irsyad janji untuk datang kerumahnya tepatnya hari senin, irsyad akan datang kerumah alizha, itu membuat alizha tidak sabar sekali bahkan Dengan ketidaksabaran alizha membuat kakaknya aqila sangat kesal.
"ka, irsyad kapan datang ya,ko daritadi irsyad tidak kunjung datang?" alizha sudah menanyakan itu berkali-kali ke orang rumah.
"kamu, bisa sabar gak sih de, daritadi tuh kamu cerewet banget sih, ini tuh masih jam 6 pagi. Ya pantas saja irsyad dan keluarganya belum datang!" dengan jawaban kakakny itu membuat alizha tertegun.
"maafin alizha ka, aku hanya tidak sabar ingin dihalalkan." jawaban alizha sangat memelas sekali, membuat kakakny tidak tega.
"lagian, kamu sih daritadi subuh tidak berhenti-berhentinya menanyakan hal itu, coba deh kamu duduk dulu, biar kakak ambilkan minum dulu ya." aqila masuk ke dapur untuk mengambilkan minumnya, sedangkan ibunya dan ayahnya izha masih di dalam kamar untuk mempersiapkan diri.
Setelah aqila datang dengan minumnya dengan sangat bahagia. Alizha yang kebingungan dengan kesan kakaknya, ia menanyakan hal itu.
"kenapa kak ila sangat senang sekali?" alizha menanyakan itu dengan menaikkan alisnya sebelah.
"irsyad akan datang sekitar jam 10 an nanti zha, tadi ibunya irsyad memberitahu kakak, lewat telfon." wajah alizha sangat sumringah,
"oke ka, aku mau siap-siap dulu ya, terimakasih ka ila, sayang deh." kecupan alizha mendarat di pipi aqila, membuat aqila terkekeh.
Setelah semuanya sudah rapih, alizha masih sangat cemas dengan keluarga irsyad yang tak kunjung datang hingga pukul 12.25 WIB. Aqila berusaha menenangkan alizha, dan ibunya berusaha menelfon keluarga irsyad, yang sejak tadi tak ada yang diangkat. Karena terakhir, ibunya irsyad minah, mengabari kalau jam 10.30 WIB. iya sedang berada di jalan menuju rumah izha.
Izha sejak tadi tak henti-henti nya menyebut asma Allah. Ayah izha hanya diam, iya masih lelah karena tadi pagi ia baru saja pulang. Tak lama kemudian, nomor telfon irsyad menelfon amila, ibunya izha. Semua diam, tak ada suara.
"..."
"iya, saya ibu nya izha, calon mertua dari irsyad, kenapa ya pak?" kecemasan izha sangat terlihat dari raut wajahnya.
"..."
"Innalillahi, oke terimakasih pak, saya akan kerumah sakit sekarang." dengan jawaban sang ibu, membuat izha tak bisa menahan bulir air matanya,yang sejak tadi sudah menggenangi kelopak matanya.
"itu siapa bu, irsyad kenapa, keluarga irsyad kenapa," amila hanya diam, aqila pun hanya bisa diam, karena ia tidak tau apa yang dibicarakan ibunya dengan orang itu.
"kenapa ibu diam aja bu, irsyad kenapa bu, jawab izha. " isak tangisan izha sangat terdengar, dan sangat menyayat hati. Ayahnya yang sejak tadi bingung akhirnya, ia angkat bicara.
"Udah ayo, kita berangkat kerumah sakit yang diberitahu orang tadi. mungkin ibu akan jelaskan di rumah sakit nanti." tegas Mahfudz ayah izha dan ila.
Ibunya tak bisa berkata apa-apa karena ia takut melukai hati anaknya itu, ibunya sangat tersayat saat mendengar kabar tadi.
Dengan sangat sigap dan berlari kecil, izha berlari ke bagasi mobil, ayahnya pun mengeluarkan mobilnya dari garasi rumahnya. Sepanjang jalan tersebut, izha tak pernah berhenti menangis, padahal ia tidak tau apa yang terjadi, tapi hatinya dengan jawaban ibu tadi membuat hati izha sangat tersayat, entah mengapa.
***
"Allah SWT berfirman:
يُرِيْدُ اللّٰهُ اَنْ يُّخَفِّفَ عَنْكُمْ ۚ وَخُلِقَ الْاِنْسَانُ ضَعِيْفًا
yuriidullohu ay yukhoffifa 'angkum, wa khuliqol-insaanu dho'iifaa
"Allah hendak memberikan keringanan kepadamu, karena manusia diciptakan (bersifat) lemah."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 28)"
💙💙💙
TBC.
maaf gaes, masih suka typo. Tolong beri vote ya, kalo kurang sreg tolong komen:)
"menanti vote dan komentar kalian adalah kewajibanku" makasih yang sudah vote :) saya perlu dukungan anda💛
ESTÁS LEYENDO
Cinta Halal
Romance'Jika wanita menghiasinya dengan taqwa, maka yang terpancar adalah keshalihaannya.' ~Irsyad iftiqar 'Semoga Kesedihanku menjadi perjuangan menjaga kemuliaan diriku.' ~Alizha Bushra
