awal

12 2 0
                                        

     Namaku  Ryanya indah rosanti,biasa di panggil Renya. Ini ceritaku, Cerita yang berawal dari sebuah persahabatan dan sebuah cinta monyet yang membut hidupku hampir gila karenanya. Karenanya Nata ya Dimas Senata cinta pertamaku. Dimas Temanku memanggilnya,tapi aku lebih suka memanggil dia Nata lebih indah lebih langka menurutku, Hari itu adalah Hari perpisahan beserta wisuda SMP kami dan dimana kisah aku dan Nata baru akan dimulai.

      Aku berjalan menyusuri koridor tidak ada satupun batang hidung sahabat-sahabatku yang terlihat. akupun berlari menuju roftoop tempat dimana aku dan sahabat-sahabatku menghabiskan waktu, hanya untuk sekedar melepaskan rasa penat dan jenuh akan semua mata pelajaran. Sesampainya di rooftop aku hanya menemukan Nata disana seseorang yang akhir-akhir ini sedikit membuat warna dalam hidupku.

   Aku menghampiri Nata dan duduk disampingnya,aku melihat dia tengah memejamkan matanya. Aku memilih menunggunya membuka mata, kali ini Nata benar-benar terlihat damai dengan stelan kemeja putih dan dasi hitamnya.

"Udah lama natap guenya?? Hemm" aku tersentak kaget ketika Nata melontarkan pertanyaan itu,, aku mengutuk diriku sendiri kenapa tadi aku harus menatap selama itu.

"Nggak.Siapa yang natap lo, gue cuma merhatiin lo kenapa lu pakek merem-merem gitu,gue cuma bingung gitu" alibiku Nata tersenyum tipis dan memakaikan jas yang sedari tadi ia pegang ke bahuku. Aku terkejut melihat perlakuan Nata

" ngapain sih pakek ke Roftoop segala?,, lu kan tau anginnya lagi kenceng-kencengnya,, nggak baik buat kesehatan lu" katanya dia sangatlah terlihat dewasa waktu menceramahi aku.

"Gue tadi nyari yang lain,, ya gue fikir anak-anak pada kesini,, lah pas sampai sini gue lihat lu merem gitu. Yaudah gue kepo kan gue liatin aja,," dia hanya membalas jawabanku dengan tersenyum

"lagian ngapain sih lu pakek merem-merem gitu di rooftop,lu mau bunuh diri??" Tanyaku yang membuat dia langsung membelalakkan matanya
"Nggak lah ah,gue nggak sebodoh itu orang MCD masih enak ryan,, ngapain jugak gitu bunuh diri" jawabnya seraya mencubit pipiku

"Ishhh ngapain cubit-cubit,, sakit tauk" aku menggerutu sambil mengusap kedua pipiku yang terasa sedikit sakit "udah sini biar gue aja yang ngusap,,"Nata mengusap pipiku dan tiba-tiba dia mencubit pipiku lagi
"Gemessssssss pipi bakpau" ucapnya dan berlari sehabis mencubit pipiku dengan paksa.

Aku hanya senyum-senyum sendiri di rooftop hari ini Nata bener-bener membuat ku gila atas perlakuannya.
Tapi awas aja kalau ketemu bakalan aku gebukin tu anak sembarangan cubit-cubit pipi ku.

  Aku mencari Nata keseluruh penjuru sekolah,, Dimana dia??,, masak dia bisa ngilang secepat itu, dia bukanlah ninja,yang bisa lari cepat,dia hanya seekor kura-kura lambat nggk mungkin bisa pergi secepat itu. Satu tempat yang belum aku datangi untuk mencari dia Kantin ya Kantin. Aku berlari menuju kantin dan sesampainya dikantin aku celingukan mencari Nata

"Woyyyy pasti nyari gue kan??" Nata mengagetkan ku akupun segera memukul tubuhnya berkali-kali. Dia hanya meringis kesakitan.
"Aduh udah dong ah" katanya sambil mencekal tanganku dan menatap mataku intens akupun memberanikan diri untuk menatap matanya juga

Namun tiba-tiba salah satu teman ku bernama alisha mengejutkan kita berdua "udah deh,romantis-romantisan mulu nggk jadi-jadi lu bedua mah" katanya sambil duduk di kursi sebelah aku dan Nata berdiri

Aku dan Nata ikut duduk dikursi panjang kantin mbok imah atau lebih sering kita sebut mbok wonder women. Nata menjawab perkataan Alisha dan jawaban Nata membuatku terkejut " Ya nanti juga jadi ya minimal jadi istri ya nggak Ryan??" Jawaban yang aneh menurutku. Aku hanya terdiam ketika Nata bertanya

"Yailahh minimal istri, pacaran juga belum jadi udah minimal istri. minimal pacar gitu,,lagian lu reyn mau aja sih lu di php in dimodusin ama ni anak tiap hari" sahut Atta yang tiba-tiba duduk disebelah Nata

"Ya gue udah yakin aja kalau Ryan jodoh gua" ucap Nata seraya menatap ku

"Picisan lu,, darimana juga lu tau kalau ryanya jodoh lu bocah,emang lu tuhan hhhhaa" aku dan Bayu ikut tertawa mendengar celotehan alisha

"Nggk tau aja,tapi gue yakin,dan sebuah hal harus dimulai dari keyakinan bukan??" Ucap Nata akupun tersenyum mendengar perkataan Nata

"Dan aku juga bukan tuhan tapi aku percaya kepada tuhan,dan yakin pada tuhan,tuhan akan menjodohkan ku dengan Ryanya"katanya lagi aku yang tak kuat mendengar semua kata manisnya yang membuat pipiku serasa ingin meledak. Aku memilih untuk meninggalkan mereka bertiga

"Udah ah pada ngaco lu bertiga gue mau ke Aula lah perpisahan udah mau selesai" ucapku sebelum meninggalkan mereka bertiga.

   Acara perpisahan pun telah usai sejak 1 jam yang lalu. Tapi entah kemana ayah tidak kunjung menjemputku padahal aku sudah menelponya sebelum acara selesai. Jam sudah menunjukan pukul 5 sore tidak ada angkot maupun bus yang lewat, aku duduk di Halte depan sekolahanku dan tiba-tiba ada yang menutup mataku dengan dasi hitam.

" ehh ternyata lu nat,, kaget gue"

"Sendirian??? Lagi nunggu siapa??" Tanya Nata

Nata terlihat bingung memperhatikan aku yang hanya diam sambil menatapnya " heiii??? Lagi nunggu siapa??"

"Ohhh yaampun maaf gue lagi nunggu ayah jemput" jawabku seraya mengaduk es coklat ku yang sedari tadi aku abaikan

Nata menganggukkan kepalanya sambil mungkin mencerna perkataanku dan sampai kalimat
"Ohh atau mau gue anter?" Itu muncul dari bibirnya aku memikirkan sejenak tawarannya dan aku memutuskan untuk tidak menerima tawarannya.

"Emmm atau mau gue panggilin ayah lo aja??" Tawaran yang lucu batinku akupun tertawa mendengar perkataannya dia hanya bingung melihat aku tertawa
" gimana cara lo panggilin lo kan nggk punya nomer hp ayah gue"

"Ya gampang lah lu jangan raguin gue"

" lah kok gitu??,, lu punya ilmu telepati yang bisa panggil ayah gue??"

" enggahlah emang gue dukun"

"La terus???"

"Iya aku tinggal samperin ayah lu kerumahlu lah dan bilang om anak om udah pulang"

" sama aja dong,, lebih baik lu anterin gue sampek rumah klo sama-sama kek gitu"

" lah lu kan tadi nggk mau,, yaudah gue samper aja ayah lu"

" yaa luu dibilang goblog sama ayah gue,, kenapa nggak lu anter tongg pasti di omongin gitu lu"

"Lah dianyya nggak mau om,, malu katanya tinggal gue jawab gitu"

" kenapa malu tong?? Emang anak gue kucing malu-malu"

" yah om adeknya sule ya kok jagoo nglawak" mendengar perkataan terakhirnya aku tertawa terbahak-bahak,, sambil melihat mobil ayah sudah sampai akupun berpamitan dengan nata dan segera untuk pulang

   Aku sangat amat menyayanginya bukan hanya dia yang aku sayangi semua sahabatku aku sayang, tapi dengan Nata beda,ada rasa yang beda yang tumbuh akhir-akhir ini. Aku merasa Bahagia setiap kali bersama Nata dan Hari ini aku berpisah dengan dia. Dan Hari ini pula kisahku dengan Nata akan segera Dimulai.



KEMBALIStories to obsess over. Discover now