01

10 1 0
                                        

Pagi yang cerah menambah semangat pagi para pelajar di sebuah sekolah elit di pusat Ibu Kota. tentu saja SMA Bakti. Sekolah dengan segudang prestasi dan siswa siswi yang termasuk golongan elit, alias ORANG KAYA. Hal yang sama juga dirasakan seorang siswi bernama  Aeera yang siap berangkat sekolah dengan atribut MOS nya.

--Aeera Pov--

Hai semua, perkenalkan nama ku Diandra Aeera Barsha. Boleh kalian panggil Aeera. Hari ini adalah hari pertama ku masuk sekolah dan jantung ku berdebar seolah akan loncat dari raga ku. Hari ini adalah hari dimana aku mengenakan pakaian Orientasi, yaa seperti yang kalian tahu rambut di kepang empat,kalung sayur terong,sabuk tali ravia, kaos kaki beda warna, dan masih banyak lagi dan yang pasti membuatku malu sekali.

Sekian dulu ya cerita pagi ku. Semoga dapat berjumpa kembali.....hehehe.

--Aeera Pov end--

Aeera memasuki gerbang sekolah dengan gugup, mata bulatnya terus memandang kesana kemari melihat apakah ada orang yang bisa iya ajak bicara. Kakinya terus melangkah masuk,menuju dalam sekolah hingga ia menemukan sebuah lapangan yang sedah dipenuhi oleh siswa siswi yang akan mengikuti pembukaan Orientasi sama sepertinya. ia pun menghampiri kerumunan itu berharap ada yang bisa menjadi teman pertamanya......

"tes..tes.. Selamat pagi adik adik." tanya seseorang dengan semangat kearah kerumunan. "Selamat pagi kak!!" jawab siswa kelas 10 dengan nyaring,ralat untuk siswi saja yang berteriak nyaring. " Ok sebelum kita mulai pada pagi hari ini, izinkan saya memperkenalkan diri. Perkenalkan nama saya Dion Aditya Wijaya, bisa kalian panggil Dion. Di sisni saya adalah wakil ketua OSIS yang akan memandu kalian selama menjalankan masa Orientasi. Di sini saya tidak sendiri, di samping saya ada kak Davian selaku ketua OSIS SMA Bakiti." Yang dipanggil Davian pun hanya mengangguk tegas dan sontak membuat sebuah teriakan melenking dari para siswa. Ralat,teriakan itu lebih didominasi oleh siswi perempuan, lantaran paras Davian yang tampan dan mempesona membuat siapapun enggan untuk berpaling. " Baiklah tanpa membuang waktu lagi, saya akan membacakan kegiatan yang akan kalian laksanakan. Mulai hari ini hingga lusa dan kalian harus patuh pada aturan yang kami buat. Hari ini kami menugaskan kalian untuk membuat denah setiap rudut ruangan sekolah ini, dan kalinan harus meminta satu TTD di kertas denah kalian tersebut. Faham semua." terang Dion dengan tegas. " FAHAM KAK!!" balas kelas 10 kompak. 

Seangkan di sudut lapangan, Aeera yang mendengarkan dengan deksama dan mencatat yang menurutnya penting. "Hey.....Ayo kita mengerjakan sama-sama." ajak seorang gadis yang baru saja iya kenal beberapa menit lalu. Ia adalah Kayla Alexsandra. "Ok........ yuk."jawab Aeera dengan semangat lalu menggandeng tangan Kayla dengan riang. Mereka menyusuri koridor sekolah sambil terus mencatat setiap sudut ruangan degan teliti. Tak hayal, mereka juga sempat di goda oleh beberapa kakak kelas yang sedang duduk di koridor yang mereka lewati. "Kay, ini kan udah selesai mau cari tanda tangan siapa nih?" tanya Aeera pada Kayla yang masih memperbaiki denahnya. "Kita cari aja dulu. Siapa tahu kita ketemu salah satu kakak OSIS waktu OTW ke lapangan." jawab Kayla sekenanya. Lalu mereka melanjutkan perjalanan menuju lapangan.

Saat berjalan,tak sengaja Aeera menubruk punggung seseorang sengan keras akibat tak memperhatikan jalan. Ia pun terjungkal dan jatuh menghantam lantai, "Anjay.......Sakit."ringis Aeera keras. Sedangkan yang ditabrak pun berbalik dan memandang Aeera dengan alis terangkat. Aeera yang dipandang pun mendengus kesal, "Gimana sih,bukannya ditolongin malah liat balik. Ngajak berantem?" ucap Aeera sengit. 

--Davian Pov--

Pagi yang membosankan, setiap hari dipenhi oleh pujian yang membuatku muak.

"Davian ganteng, sarapan bareng yukk."

"Davian kencan yukk."

"Nikahin aku bang. Halalin aku.."

Dan yang paling membuatku benci adalah kata-kata yang membuat ku jijik.

"Dav.......Aku hamil anak kamu."

What the f*ck. Dia kira aku cowok apaan. Yakali gwa mau sama cewek cabe 1 kilo 80 juta.

Kulangkahkan kaki ku kelapangan, dimana semua peserta orientasi berkumpul. Ku dekati Dion yang sedang memainkan ponselnya itu, "Yon." panggilku. Dion memandangku dengan alis terangkat, "Apaan? Lagi sibuk nih."jawabnya sambil mengerutu. Ku pandang ia tajam,"Junior lo mau lo panggang sampe gosong." tanyaku tajam. Dion memandangku dengan watadosnya dan langsung berlari menuju panggung.

Setelah acara pembukaan,kulangkahkan kakiku menjauhi kerumunan. "WOY DAV. MAU KEMANA??"tanya Dion dengan suara toanya. Kupandang ia sejenank lalu pergi tanpa memjawab sedikitpun. "ANJAY.......MAIN NYELONONG AJA...IKUT!!!!" suara menggelegar Dion membuat semuanya memandangnya aneh. Tapi banyak juga yang memandangnya gemas dan terpesona. Aku heran, apa yang di banggakan lewat sikap konyol keturunan dugong itu.

Setelah melewati hari yang cukup panjang,aku dan Dion pun berencana kembali ke lapangan. saat perjalanan,Dion menghentikan jalannya, "Dav, makan dulu kek, istirahat. Laper gwe dari tadi muter sekolahan." bujuk Dion memelas sambil memegang perutnya. Ku pandang ia datar, "Nanti, kalo udah selesai." jawabku datar sedatar triplek.

"BRUKK" 

Kurasakan ada yang menabrak punggung ku keras, walu tak sakit. "Anjay......Sakit."pekiknya. Kubalikkan badanku dan memandangnya dengan alis terangkat. Yang ku lihat sepertinya ia adalah adik kelas, dengan atribut MOS yang sudah acak-acakan.  Ia yang ku pandang pun mendengus kesal, "Gimana sih,bukannya ditolongin malah liat balik. Ngajak berantem?" ucapnya sengit. "Sorry." ucapku dingin. Gadis itu semakin menatapku beringas. "Maaf si maaf, tapi bantuin berdiri elah. Sakit tau." dumelnya dengan suara cempreng. Dion yang sendari tadi diam pun sekarang tertawa terbahak-bahak. Aku pun mendengus kesal, dan kulihat teman cewek itu membantunya berdiri dengan wajah sedikit panik.

--Davian Pov end--

Kayla membantu Aeera berdiri dengan hati waswas sekaligus kesal akibat ulah temannya. "Gimana sih Aeera nih, biki malu aja. Udah nabrak, minta tanggung jawab, mbentak lagi. Parah lagi, ini mbentak pak Ketos . SARAP NI BOCAH."gerutu Kayla dalam hati. "Aduh maaf ya kaka maaf banget. Temen aku ini masih lola banget dan nggak sopan bentak kakak." ucap Kayla sesopan-sopannya sambil membungkukkan kepala Aeera. Sedangkan Aeera yang yang diperlakukan begitu merasa tidak terima. "Elo apaan sih. Udah jelas dia berhenti di tengah jalan dan nggak mau bantuin aku berdiri. Tanggung jawab elah."ucap Aeera berapi api. Kayla menepuk jidatnya, malu memiliki teman baru yang sangat bodoh seperti Aeera.

Dilain sisi, ada Davian dan Dion yang sedang menonton adegan perdebatang dua teman baru itu dengan geli,(ralat hanya Dion yang geli). "Hello adik cantik, kenapa marah-marah sih, udah selesai emang tugasnya?" tanya Dion dengan sedikit terkekeh. "Belum kok, masih kurang TTD aja. Kakak mau nandatanganin?" jawab Aeera polos seolah lupa dengan kekesalannya tadi. Dion semakin terkekeh sedangkan Kayla menutupi wajahnya dengan kertasnya. "Boleh kok, tapi kamu minta tanda tangannya ke kakak yang kamu tabrak tadi gimana?" tanya Dion usil. Aeera kembali menatap Davian sengit, "Nggak mau, kakanya jahat sih." tolak Aeera. Davian yang merasa paling salah, menatap Aeera tajam. "Emang lo di sini siapa?" tanya Davian dengan suara menusuk. Dion terkekeh,"Udahah Dav. Pak ketos nggak boleh marah, nanti wibawanya ilang." ucap Dion sambil melirik Aeera. "KETOS. Anjay mati gwe." ucap Aeera dalam hati. Wajahnya mulai pucat pasi. "Kampret kenapa lo nggak bilang dari tadi, kan malu gwe." bisik Aeera pada Kayla yang sedari tadi berdo'a memohohon pertolongan. "Elo sih dara tadi nerocos terus." gerutu Kayla sebal. 

Aeera semakin tak tenang. Dipandangnya Davian dengan kikuk, "Anu m-maaf kak, saya nggak sengaja nabrak kakak. Saya yang salah. Maaf." ucap Aeera sambil menunduk. Davian mendengus mendengar pernyataa itu sedangkan Dion malah tertawa kecil melihat aksi konyol gadis di depannya itu. Sedangkan Kayla? Jangan di tanaya, pasti ia sudah masuk ke dasar jurang karena saking malunya. " Trus?" tanya Davian ketus. Aeera semakin kikuk dan malu, "Ya Aeera minta maaf dan pengen kakak maafin. Kakak mau kan?" tanya Aeera dengan wajah yang sedah pucat pasi itu. Keringat dingin sudah membanjiri dahinya. Davian melangkah maju mendekati Aeera dan berbicara tepat di wajahnya, "Kalau gwe nggak mau gimana?" tanya Davian dengan senyum jahil mempesonanya.

"Ajirr.....Ganteng banget."--Aeera

"Kok ngemesin sih. Sial."--Davian



Hai

Sorry ya kalau cerita ini gaje dan banyak typo, soalnya masih pertama kali buat. hehehe....

kalau boleh minta saran dan dukungannya ya.

terimakasih💕

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Feb 15, 2019 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

COWOK BATUWhere stories live. Discover now