Begitu banyak kenangan yang hilang
Seakan pergi tak mau singgah dalam jiwa yang sepi
Waktu seakan tak peduli lagi
Terus bergulir begitu enggan untuk kembali
Dulu sekali, kau sanjung aku bagai Permata
Indah berkilau bagai Mutiara
Cantik anggun bak Kejora
Menenangkan hati mendebarkan jiwa
Itu dulu, sangat jauh sekali
Bahkan ku tak dapat menghitung hari
Entah kapan kata-kata itu kau lontarkan
Namun tetap terngiang-ngiang hingga hari ini
Kini, kau siksa aku mengenang rindu ini sendiri
Kau diam dan tak mau peduli
Pergi berlalu meninggalkan goresan luka
Mencari permata yang lebih Sempurna
Dirimu bersama kenangan ini
Terus menjelma menjadi luka
Namun di dalam do'a ku
Semoga kau bahagia
Bukittinggi, 21 Desember 2018
