Berlari dengan napas terengah, sesekali melihat ke belakang. Tubuhnya bergetar ketakutan, sesekali meringis menahan sakit.
Lengan kanannya mengeluarkan darah segar, diakibatkan luka goresan senjata tajam yang cukup panjang.
Jalanan begitu sepi, tidak ada satu pun kendaraan yang lewat. Kegelapan malam semakin menambah suasana lebih mencekam.
Sesekali tangannya memainkan ponselnya mencoba menghubungi seseorang, namun hanya ada nada sambung yang terdengar.
Terlonjak kaget saat mendengar suara besi bergesekan dengan aspal. Menengok ke belakang dan sontak matanya terbuka lebar.
"Shit!" umpatan itu keluar dari mulutnya. "Gila," desisnya semakin menambah kecepatan lari.
Dilihatnya sekali lagi, orang itu masih mengikutinya. Memakai jubah hitam dengan tudung menutupi kepalanya serta masker yang menutupi sebagian wajahnya. Tangan kanannya menggenggam sebuah pedang yang mengkilap dengan ujung yang terdapat bercak darah.
Berlari sekuat tenaga, menghembuskan napas lega saat melihat sebuah toko yang masih buka.
Menghampiri toko itu, dan masuk kedalam. Tidak perduli dengan tatapan aneh pelayan toko tersebut.
Melihat melalui jendela toko, orang itu berhenti di perempatan jalan. Menatap tajam kearahnya kemudian berlalu pergi.
Menghembuskan napas lega, bersandar di tembok dekat pintu masuk.
Siapa orang itu?
Kenapa ia mau membunuhnya?
Apa salahnya?
Berbagai pertanyaan muncul di benaknya, ia tidak merasa memiliki musuh. Tapi kenapa orang itu melukainya?
Dasar orang gila
***
07/05/19
KAMU SEDANG MEMBACA
Terror in Midnight
Mystery / ThrillerBerlari dengan napas terengah, sesekali melihat ke belakang. Tubuhnya bergetar ketakutan, sesekali meringis menahan sakit. Lengan kanannya mengeluarkan darah segar, diakibatkan luka goresan senjata tajam yang cukup panjang. Jalanan begitu sepi, tida...
