Euphoria|1

344 21 7
                                        

Hati memiliki fase tersendiri untuk jatuh. Tidak tau kapan tapi dia selalu datang tanpa aba aba. Tanpa memberi komando. Tanpa diundang. Siap tidak siap. Terima tidak terima. Perasaan itu selalu mengikuti tanpa dapat berhenti.

♡♡

"Pokoknya lo harus kenalan sama cowok itu! Kan lo milih dare, ya harus berani dong." Sungut gadis bersuara cempreng bernama Tya.

Sekumpulan perempuan yang terdiri dari empat orang tersebut memang sedang bermain ToD. Siapa yang tidak tau permainan tersebut? Botol yang berputar dan pemain duduk melingkar serta dimana botol tersebut berhenti maka ia harus memilih Truth atau Dare.

Mereka terdiri dari Tya, Shaila, Naima dan Nada. Anggota yang menamai dirinya ARMY. Bukan geng seperti yang kalian pikirkan, hanya sebuah anggota. Yang terpenting adalah kebersamaan mereka yang sudah bersahabat sejak SD.

Dan saat ini mereka berada disalah satu cafe untuk mengisi waktu luang di hari minggu.

Back to the topic,
Kebetulan putaran botol terhenti pada shaila.

"Harus nih?"
"Yaiyalah bege! Buruan ntar tu cowok ilang lagi!" Tya heboh sendiri karena memang cowok itu memiliki ketampanan diatas standar.

Shaila berjalan pasrah menghampiri cowok itu. Tiba disampingnya cowok itu menoleh. Mengangkat sebelah alisnya seolah bertanya 'Kenapa?'

Shaila bingung harus bagaimana memulai semuanya.
Setelah beberapa detik terdiam akhirnya Shaila membuka suara.

"Ehm anu bo.. boleh kenalan nggak?" Ucapan Shaila tercekat ditenggorokan menahan malu. Dia butuh kantong kresek sekarang, untuk menutupi mukanya yang mungkin sudah memerah.

Cowok itu hanya diam. Tidak menjawab dan hanya menampilkan ekspresi datar.

"Ehm gak boleh ya? Gue minta WA aja gimana?"

Cowok itu masih diam. Tampaknya tak berniat sedikitpun membalas ucapan Shaila. Lagi lagi Shaila harus mengeluarkan suaranya.

"Kok diem? Boleh nggak? Sebenernya gue dapet tantangan dari temen temen buat ngajak lo kenalan atau paling enggak ngesave nomer WA lo. Boleh kan?" Oke. Ucapan Shaila barusan tidak sepenuhnya jujur karena Tya hanya menyuruh Shaila untuk berkenalan tidak meminta nomer WA.

Ya tapi karena tu cowok ganteng gak papa lah ya sekali menyelam memakan kerang...
Lagian banyak kok orang yang pacarannya berawal dari kata save. Uhuq:v

Krik krik kek suara jangkrik~

Mulut cowok itu masih tetap pendiriannya untuk diam tanpa ingin mengeluarkan bunyi sedikitpun.
'Gila ya ni cowok. Tuh mulut dikasih lem apa gimana sih?' Batin Shaila.

"Sombong banget sih lo! Padahal gue beneran tertarik buat ngajak lo kenalan tanpa harus disuruh temen. Ngeliat sikap lo gini, belum apa apa udah enek tau gak!?" Cerocos Shaila.

What? Demi keteknya Tarzan yang nggak pernah dicukur sampe ngalahin rambutnya, Shaila gak habis pikir kenapa harus ada kata kata tertarik? Itu spontanitas kan? Refleks? Atau apa? Bodo amad Shaila gak peduli.

Cewek itu segera mengambil ancang ancang untuk pergi dari tempat itu dan kembali ke tempat teman temannya berkumpul dan mengatakan bahwa ia kalah.

Baru satu langkah, tangannya terasa ditarik. Refleks membuat langkahnya terhenti dan pandangannya kembali ke arah cowok tadi.
Cowok itu merampas Ponsel milik Shaila dan mengotak atik sesuatu disana. Tak lama Ponsel Shaila dikembalikan lagi lalu...

Cowok itu mengulurkan tangannya dan disambut dengan kaku oleh Shaila.

"Nama gue Sean Orlando. Gue pindahan, jadi masih baru disini. Nomor gue udah ada dihape lo. Lain kali jangan sembarangan minta kenalan sama orang asing. Cukup sama gue."

EUPHORIAStories to obsess over. Discover now