Taehyung keluar dari mobil mewah yang dikendarainya dengan tergesa. Membuka pintu mansionnya tanpa mengetuk dahulu, membuat seorang pemuda mungil yang ternyata juga akan membuka pintu dari dalam terkejut.
"ah! Maafkan aku kook. Aku sedang terburu-buru. Aku lupa membawa tugas ku. Dimana kau letakkan?" ucap taehyung sambil meminta maaf pada pemuda bernama jungkook yang merangkap sebagai sahabat sehidup sematinya itu.
Jungkook tersenyum maklum melihat sahabatnya yang satu ini. Pasti hal-hal penting seperti itu dilupakannya. Bukan hanya sekali, tetapi hampir setiap hari.
"sepertinya di kamarku. Ya sudah, aku pergi dulu. Yoongi hyung sudah menunggu." taehyung hanya mengangguk sambil tersenyum tampan. Setelahnya ia langsung berlari ke kamar sang sahabat. Ia baru ingat jika tadi malam, ia mengerjakan tugasnya di kamar jungkook. Karena jungkook memang selalu ia andalkan dalam masalah skripsi.
Taehyung beranjak masuk ke dalam kamar bernuansa putih dengan sedikit aksen pink dan strawberry yang sangat kontras dengan seorang lelaki. Tapi tidak dengan seorang jeon jungkook.
Pemuda tampan itu segera mencari skripsinya. Di mulai dari meja belajar sampai ke berbagai tempat. Nihil, taehyung tidak dapat menemukannya. Ia berpikir, dimana tempat yang belum ia periksa.
"oh iya, laci nakas"
Akhirnya ia membuka satu-satunya laci yang ada di nakas tersebut. Yup, skripsinya berada di dalam itu. Ia mengambilnya dengan cepat.
Tak!
"eh, apa ini?" taehyung bertanya pada dirinya sendiri saat melihat sesuatu terjatuh saat ia mengambil skripsinya dengan tergesa. Ia mengambil benda itu dan menatapnya.
"what theㅡ ini... Testpack?" pemuda tampan itu melebarkan matanya. Terkejut? Pasti. Sejak kapan dan kenapa jungkook menyimpan benda seperti ini?
Ia memerhatikan lagi benda itu dengan membolak-balikkannya. Memastikan itu benar-benar testpack atau bukan.
"benar ini testpack. Tapi, untuk apa ia menyimpan ini?" tanya taehyung heran. Melihat benda itu sekali lagi.
Dua garis merah...
"hmm garis nya dua... WHATㅡ ini punya siapa? Apa nyasar ya kesini?" taehyung blank. Ia tidak habis pikir, otaknya benar-benar udah buntu. Bukannya jika garisnya dua, berarti positif hamil? Siapa yang jungkook hamili? Emang anak kutu buku yang selalu berkencan dengan buku seperti itu pernah melakukan hal-hal berbau dewasa sampai menghamili seseorang? Taehyung tidak habis pikir guys.
"kau berhutang penjelasan padaku, jeon."
***
Jungkook baru saja pulang. Ia langsung merebahkan tubuhnya di kasur. Hari ini sangat melelahkan. Ia harus bolak-balik memperbaiki skripsinya. Gara-gara dosen sialan itu, ia tidak sempat istirahat sedikit pun. Untungnya, tadi entah keracunan apa, si dosen sialan tidak banyak mencoret skripsinya. Ia hanya perlu memperbaikinya sedikit lagi. Jungkook akan sangat berterima kasih pada orang yang telah meracuni sang dosen.
Tetapi, tiba-tiba saja pemuda bergigi kelinci itu teringat akan kejadian kemarin yang membuatnya benar-benar drop. Ia tidak mengerti dengan tuhan. Kenapa dia bisa jadi seperti ini dan apa yang harus ia lakukan? Ia tidak tau harus bercerita pada taehyung atau tidak tentang ini. Ia takut, karena sesuatu yang baru ia ketahui itu akan membuat dirinya dijauhi.
"ah jangan dipikirkan. Jalani saja dulu. Nanti juga dia akan tau."
Akhirnya jungkook beranjak dari kasurnya untuk membersihkan diri. Semoga dengan berendam, mungkin pikirannya akan sedikit fresh.
Disaat jungkook baru saja menutup kamar mandinya, taehyung masuk ke kamarnya. Pemuda tampan itu baru saja pulang dari fakultas nya dan teringat akan bertanya tentang testpack itu. Dan ternyata jungkook sedang mandi. Akhirnya ia menunggu sambil memainkan ponselnya.
Setelah beberapa menit, pintu kamar mandi terbuka. Menampakkan siluet seorang jeon jungkook yang sudah lengkap dengan piyama pink nya. Sangat menggemaskan. Taehyung menggelengkan kepalanya, entah apa yang merasukinya, tapi jujur jungkook sangat menggemaskan dengan piyama seperti itu.
"eh, taehyung?"
Taehyung yang tadi masih berperang batin langsung menatap ke arah jungkook yang berjalan ke arah nya dan duduk di sebelahnya.
"ada apa? Skripsinya kelar? Atau ada perbaikan lagi?" tanya jungkook pada taehyung yang hanya memperhatikan jungkook intens.
"tidak ada, tapi aku hanya ingin bertanya dan kau harus menjawab dengan sejujurnya oke?" ucap taehyung pada jungkook serius. Jungkook sedikit takut dia dan sudah berpikir yang tidak-tidak. Tapi, ia menepisnya dan mengangguk samar.
"jadi... Ingatkan tadi pagi aku ketinggalan skripsi ku di rumah." jungkook mengangguk. Berusaha tenang, semoga taehyung tidak bertanya tentang hal itu.
"dan saat aku mencarinya, aku menemukan ini di lacimu. Pertanyaannya, ini milik siapa dan kenapa ada padamu?"
Jungkook langsung melebarkan matanya saat melihat benda yang berada di tangan taehyung. Ya Tuhan. Apa yang harus ia katakan pada taehyung??
.
.
.
.
« TBC »
Akhirnya simulasi ku sudah kelar guyss ku senang:) why soal nya sangat susah. But, aku sedikit senang dengan hasilnya. Tida sia-sia aku hiat bentar. Dan sekarang udah balik dengan ff baru. Gak tau kenapa tiba-tiba buat gini. Gegara mapel ipa kali ya😅 lagi simulasi aja aku mikir ini wkwkwk.
Guyss semoga kalian suka ya ceritanya. Boleh kasi kritik dan saran nya guys, karna manusia gk ada yg sempurna. Mungkin ada typo or sesuatu yg tidak nyambung?
Oke, ini ff nya beneran pendek guys, karna emang aku gk suka terbelit2 ceritanya. Males jg banyak konflik. Jadi, ini ya kayak cerita" biasa sih. Cuma ini emang bener" murni dari otak aku.
So, jan lupa deh untuk komen and vote nya, supaya aku cepet update ni ff. 💜💜
Thanks!<3
YOU ARE READING
testpack ; taekook
Fanfictionㅡ Taehyung yang sedang mencari berkas nya yang tertinggal, tiba-tiba menemukan sebuah testpack di laci nakas kamar sahabatnya yang tinggal serumah dengannya. « taekook » This is a boyxboy story. If you don't like it, please close it. Thanks^^ Copy...
