Semua akan indah pada waktunya. Jalan setapak menemani setiap terjalnya menancap di setiap lembah pepohonan. Daun yang masih menari, burung berkicau memberi isyarat gembira bahwa seseorang dengan penampilan sederhana telah berani bermimpi. Segenap harapan tak akan mampu pudar. Dunia tak akan indah bila hanya seorang diri berjuang. Butuh adaptasi dan kerjasama. Orang sering berkata, "setiap pertemuan ada perpisahan, hanya sebatas berhenti pada perpisahan. Tapi menurutku, Hal itu tak akan sampai disitu,, masih ada rel selanjutnya menanti dari segenap pucuk cita cita kerinduan. Ini bukanlah tentang laila majnun, yang mati dalam keadaan merindu, tapi ini hanyalah sebuah kumpulan cerita maupun prosa yang saling berdansa pada situasi apa pun hingga menjadi cerita indah. Terukir dengan bijak, penuh estetik dan imajinatif. Hari begitu singkat, saat matahari mulai mencoba menerobos jendela posko PKL. Ya baru beberapa minggu lalu telah ada pelepasan, tepat siang saat menusuk kulit. Ada bayang cita kedamaian terasa dalam lubuk persatuan sahabat, dari cerita sedih maupun bahagia, sampai dengan kisah ini kutulis. Mungkin cerita ini kupoles sedemikian biasa, bercermin pada kejadian asli. Hanya saja sengaja menaburinya bumbu kata atau bahasa bunga. Kelak akan lahir pada salah seorang sahabat, juga sebagai pelaku utama dalam lakon cerita ini. Ya, aku dan mereka, tak disangka kalau persahabatan ini telah membaur dalam satu kelompok. Menyelasaikan tugas tugas kuliah. Bagi kami tugas kuliah bukanlah jembatan pengawal, tetapi ini adalah sebuah kepastian awal, karena dari dulu sudah tercetak kenangan gerak sampai kenangana kedipan mata mau pun langkah. Beberapa hari yang sudah kami jalani bersama tak akan mengurangi sedikit rasa persaudaraan, malah membuat persaudaraan kami semakin erat dan kuat, sebab kebersamaan bukanlah hal yang biasa, tak bisa diceritakan dengan biasa pula , situasi di tempat ini sangat berbeda, adanya persahabatan yang kami jalani selama beberapa hari ini. Perjalanan kehidupan ditempat ini penuh warna, baik sedih, senang, marah, galau dan berbagaai macam sifat lainnyaa. Sebab menjalani sebuah hubungan persahabatan maupun persaudaraan tidak akan menyenangkan tanpa adanya sifat yang berbeda, karna perbedaan, kami dapat memahami lainnya bahkan justru melengkapi satu dengannya .walaupun waktu akan menjadi kenangan, akan menyimpannya dengan rapi di dalam hati. Karena sebuah pertemanan bisa menjadi persahabatan dan persahabaatan akan berubah menjadi persaudaraan, persaudaraan itulah yang tidak bisa kami ubah, saat ini dan sampai kapan pun.
*
*
Lagunya cukup indah, bisa sebagai penenang saat akan mengemudikan kendaraan. Kebiasaan saat melaju ditengah deretan kendaraan. Alasannya untuk menghilangkan kantuk walau hanya sedikit. Mereka akan berangkat menuju desa Bilanrengi.
"Ayoo..tunggu apa lagi ?" ajak Renal,
"Tunggu Syarief dulu" jawab Fikar
Tepat pukul 02:00 kami berangkat. Hari yang melelahkan, karena salah satu dari teman seperjuanagn telah kecelakaan, sebab tak terbiasa membonceng perempuan. Lelaki yang suka gerogi itu adalah Fikar, bersama Ulfa dibawanya diatas kendaraan sampai harus kecelakan. Keadaan telah memaksa untuk berpisah, Fikar boncengan bersama Sayyid, sementara Ulfa bersama Firda. Laju kencang, sesekali kawan tikungan tajam menyapa. Syarief dengan Ensani melaju di depan, kalau kegilaannya menikung datang lagi.
"Pelan – pelan saja..!" saran Ensani sambil mencubit bahu,
"Hehehe..tenang saja. Ehh teman teman yang lain mana ?..balas Syarief sambil bertanya balik,
"Ndak tau juga, tapi kayaknya masih jauh ketinggalan" kata Ensani,
Pemandangannya cukup memanjakan mata, sambil menunggu teman lainnya, Syarief berhenti sejenak untuk menghirup udara segar, walaupun cukup terlalu lama mereka menunggu, teman yang lainnya juga tak kunjung datang.
"Kita tunggu di tempat yang lain ajah ya.." ajak Syarief
Menyempatkan kembali untuk bersua dengan sedikit polusi. Tamparan angin dari samping mobil trek.
YOU ARE READING
Dua Minggu Untuk Selamanya
Short StoryDua minggu untuk selamanya merupaakan sebuah rangkaian peristiwa yang dialami oleh mahasiswa. Suatu kewajaran saat mengarungi pendidikan. Harus mengabdi pada elemen masyarakat, yang tentu mesti membutuhkan strategi pndekatan dan keahlian untuk mampu...
