Sebetulnya aku tak pandai menulis. Tapi dengan cara seperti ini aku sanggup meluapkan semua segala kesedihanku yang tak bisa aku bendung. Dengan menulis bukan berarti aku tidak punya teman didunia nyata. Setiap masalah, tidak semua bisa dicurahkan kepada teman. Hanya saja terkadang lebih baik di pendam, lalu dicurahkan dengan cara menulis dan kemudian diabadikan sebagai pelajaran hidup.
Inilah ceritaku, dengan kisah cinta yang begitu tragis, yang kurangkai setiap cerita mulai dari behagia, sedih, kecewa, kesal, penyesalan, dan berujung mengikhlaskan.
‘Aku Yang Selalu Mengihklaskan’ Sebagia judul karena setiap perjalanan kisah cintaku peristiwa penting dalam hidupku ‘Aku’ dengan ‘Kamu’ yang selalu berujung diriku harus merelakan dan mengikhlaskan. Perjalanan asmara begitu penting untuk kehidupanku dari mulai masa perkenalan, kasmaran, patah hati, hingga selalu berujung mengikhlaskan. Yang tersusun dengan rapi setiap kronologis berdasarkan waktu yang sebisa mungkin aku ingat bertahun-tahun lalu.
Dan tidak bisa dipungkiri juga, aku akan kembali mengingat masa kelamku. Dimana aku merasakan bukan hanya kebahagiaan tapi juga kekecewaan yang begitu menyakitkan. Yang sebenarnya, aku tidak ingin mengingat kembali. Merasakan suasana hati tak enak, pikiran kacau, emosi jiwa, hati tersayat kembali, bahkan mungkin saja sampai meneteskan air mata.
Tapi tidak masalah, sebab untuk melengkapi tulisanku yang sekarang ini. Mau tidak mau aku harus mengingat kembali kisah kelamku yang dulu.
Teruntukmu, jika kau menemukan dan membaca catatan ini aku ingin menyampaikan. Bacalah dengan hati, lalu tersenyumlah ketika ada bagian yang membutmu heran terhadapku.
Maka izinkanlah aku mengabadikan perjalanan kisah kita, agar aku tidak lupa bahwa dulu saat kita pernah bersama ada perjumpaan dan selamat tinggal. Hari hari dipenuhi dengan senyuman dan tangan kita pernah saling bergandengan. Di antara perjumpaan dan selamat tinggal, aku pernah sekuat tenaga menahan rasa sakit begitu hebat karenamu.
Dan maaf, jika ada beberapa bagian yang kurang menarik. Seperti perkataanku diawal. Aku tak pandai menulis, tapi sebisa mungkin aku buat semua kisahku dengan baik. Semoga menikmati, dan selamat membaca.
YOU ARE READING
Aku Yang Selalu Mengikhlaskan
RomanceAku yang jatuh cinta berulang kali tanpa pernah bosan. Nahasnya aku sampai terlupa sudah berapa kali sikapmu menghancurkan perasaanku?
