Sekerumun orang tampak sedang berdesak-desakkan di depan mading utama. Di mading itu tertempel beberapa info, salah satunya mengenai pembagian kelas di tahun ajaran baru ini. Siswa siswi sangat antusias melihat nama mereka yang tertera di kertas putih itu.
Seorang cewek berambut sebahu menerobos paksa kerumunan itu agar sampai di tempat terdepan. Saat sampai mulailah ia mencari namanya di kertas-kertas yang tertempel di mading. Wajahnya menunjukkan ekspresi bahagia ketika mendapat namanya masuk ke kelas idaman. Bukan favorit sih. Cewek itu buru-buru keluar dari kerumunan.
"Anaraaaaa, gue masuk kelas XII B. Yeaaayyyyyy." Teriaknya bangga.
Cewek di depannya, Anara. Bergidik ngeri dengan tingkah sahabatnya barusan. Namun, cepat-cepat ia buang rasa anehnya itu.
"Gue masuk kelas apa?" Tanya Anara.
Ilya, cewek rambut sebahu tadi menghentikan aksi jingkrak-jingkraknya. Menatap Anara kembali.
"Gue ng--
"ANARA, LO DI KELAS XII B. SEKELAS SAMA GUE."
Anara dan Ilya langsung mencari-cari suara teriakkan seseorang tadi. Mata mereka menangkap seorang cowok sedang nyengir sambil berlari menghampiri mereka. Anara dan Ilya saling pandang. Paham siapa cowok itu.
"Kita sekelas." Ucapnya senang, ketika sampai di hadapan dua cewek itu.
Anara tersenyum, Ilya berdecak malas.
"Sial amat gue sekelas sama lo lagi." Kata Ilya tak menatap cowok itu sama sekali.
Dengan tampang pedenya, Erga membalas keluhan Ilya.
"Takdir mempertemukan kita beb Ilya."
Ilya menyorot tajam pada Erga di depannya.
"Berhenti panggil gue kayak gitu. NGGAK SUDI." Kata Ilya tajam.
Sementara Erga cemberut, Anara justru menahan tawa.
"Anara,"
Seorang cowok memanggil Anara. Anara menoleh ke belakang. Melihat Vizan sudah berdiri di sana. Anara tersenyum lalu meninggalkan Ilya dan Erga begitu saja.
"Hay Zan, masuk kelas mana?" Tanya Anara ramah.
Terdengar desahan napas berat dari Vizan.
"Sayang gue nggak sekelas sama elo Nar. Gue di kelas A."
Anara hampir menganga. Kelas XII A itu adalah kelas unggulan. Bisa-bisanya Vizan berkata dengan lesu seperti itu.
"Ya ampun Vizan. Kelas A itu unggulan. Kok lo malah sedih gitu sih?" Heran Anara.
"Karena nggak sekelas sama lo. Jadi sedih deh." Jawab Vizan lalu terkekeh.
Anara sedikit mencubit perut Vizan membuat cowok itu mengaduh.
"Lebay tahu nggak."
"WOY." Itu suara Erga.
Ternyata Erga dan Ilya masih berdiri di tempat yang sama.
"Apaan sih Ga, ganggu aja." Sentak Vizan.
"Yeee, biasa aja kali mas. Gue mau ajak Anara ke kelas, udah mau masuk."
Vizan berganti menatap Anara yang kini sudah tersenyum padanya.
"Gue ke kelas duluan ya." Pamit Anara.
"Iya, hati-hati. Kalau si Erga jail, cukur aja rambutnya." Kata Vizan sedikit berbisik.
"GUE DENGER." Teriak Erga kesal.
Anara tertawa singkat kemudian menghampiri Ilya dan Erga.
"Yuk Ya, Ga. Kita ke kelas."
Vizan menatap kepergian Anara dengan senyum yang terus tercetak di wajahnya. Senyum indah untuk orang spesial tentunya.
Gimana nih? Oke nggak?
Vomment deh kalau gitu hehee.
Makasih yang udah mau baca.
Masih pemula. Sorry deh kalau kurang bagus :)
YOU ARE READING
I See You
Teen Fiction(COMPLETE) Silahkan kalian VOTE COMENT and SHARE cerita ini ya😁 Ketika Anara mencintai dua laki-laki sekaligus. Mereka juga mencintai Anara. Anara diambang dilema yang mendalam. Dia ingin memilih namun takut akan menyakiti salah satu pihak. Lalu...
