1

122 31 3
                                        

Bicara rindu
Bicara haru
Luangkan ruang imajimu

Di kala itu, kau berdiri di depanku

Membelakangi diriku

Menutupi wajahku

" Tunggulah disini "






Di kala itu, kau menatapku

Menatap kedua mataku

Memberikan perkenalan

" Namaku Yoo Jeongyeon "






Di kala itu, kau tersenyum padaku

Walaupun suhu sekitar menusuk kulitmu

Tetapi, kau tetap tersenyum

Dengan cerah







Di kala itu, kau berdiri tegap

Dengan seragam yang basah

Dan wajah yang tak perduli

Menari nari di tengah jalan







Bernyanyi merdu
Bernyanyi sendu
Bebaskan birunya hatimu

Kedua pasang bola matamu

Menatap ke arahku

Mengajakku mengikutimu

Melepaskan keluh kesahku

Mengikuti irama







Kedua tanganmu

Menggapai milikku

Memaksa ku keluar

Dari zona itu

Bersamamu







Ku menatapmu

Seolah kita

Seperti sudah lama bertemu

Menatap wajahmu

Wajah pucat itu

Wajah kita









Tak perduli jika dingin

Tak perduli jika basah

Tak perduli jika sakit








Kita menari

Menari di tengah jalan

Bersama

Layaknya burung bebas

Terbang menyebrangi lautan







Tanpa kata, tanpa nada
Rintik hujan pun menafsirkan kedamaian
Hanya rasa, hanya prasangka
Yang terdengar di dalam dialog hujan

Tanganmu menyentuh pipiku

Tangan dinginmu

Mengelus bekas lebam

Yang tertinggal







Kau menatap

Aku menatap

Kita, saling bertatapan

Tersenyum tanpa beban

Dengan kaki tak beralas

Berjalan menyisiri jalanan yang basah

Melewati bebatuan tajam

Bersama menuju ujung dunia

Berpegangan tangan

" Mari kita akhiri ini semua, bersama "

Hanya rasa, hanya prasangka
Yang terdengar di dalam dialog hujan

Senar Senja, Dialog Hujan

End

EmptyWhere stories live. Discover now