1st

8 1 0
                                    

"Ka, Aku pergi. Ibu akan pulang sebentar lagi. Sampai bertemu malam nanti." Azalea berteriak setelah tubuh kecil itu memilih pergi meninggalkan rumah. Terdengar sebuah bantingan pintu secara lembut sukses mengganggu Kesibukan yang sedang diri lakukan. Menolehkan p lekat sang adik yang terburu-buru melangkahkan kaki menuju gerbang. Eh, Hari ini sedang hujan. Bagaimana bisa dia pergi tidak memakai payung? Selalu bukan seperti itu. Tentu. Azella sangat suka berhujan-hujan. Dia mengatakan bahwa hujan dapat membuatnya tenang.

"A-aku? Eh, Bukan. Liatlah, Dia pergi untuk mengantarkan tugas sekolahnya. Tetapi dia pergi. Namun, Berkas tersebut ia tinggalkan. Jadi? tujuan kesana untuk apa? ..."Aku bertanya kesal. Aku meraih berkas itu. Melangkahkan kaki keluar dengan segera mungkin. Aku tidak menyadari bahwa memang hari ini sedang hujan. Aku tidak mengingatnya. Aku memikirkan hanya satu. mencari dimana Azella. Memberikan berkas ini. dan tentu bisa kembali pulang. Namun,

"Hujan. Ketika kamu merasa merindukan seseorang. Kamu bisa mengingat tentang hujan. berdiri dibawah guyuran hujan. Rasa rindu tersebut. Rasa rindu yang membuat kamu tersiksa, akan segera hilang ketika kamu bisa melakukan apa yang ingin kamu lakukan disaat hujan. Bahkan, Jika menangispun, maka semua akan baik-baik saja ..."

"Lalu? ..."

"Hujan memiliki sejuta harapan untuk kita ..."

"Berbicara tentang hujan. Merindukan seseorang. Nah, Apakah hujan bisa membantu? ..."Tanyaku kepada Seseorang yang begitu sangat aku sukai.

"Ya, Dengan istilah lain. Mungkin, Dia akan menyampaikan bahwa ada seseorang yang sedang merindukankannya. Dan? ..."

"Dan, Orang tersebut mengetahuinya? Langsung ..."Tanya ku lagi.

"Ya, Seperti itu jadinya ..."

"Apakah kamu mengetahuinya, Andrean. Disaat aku sedang berada disini. Di bawah guyuran hujan. Hujan yang begitu deras. Sederas hatiku yang menanti kabarmu. Aku sangat merindukanmu. Sangat, Sangat, Dan sangat merindukanmu, Andrean ..."Gumamku. Aku terdiam kaku dibawa guyuran hujan. Melupakan segala sesuatu yang membuat pikiranku terganggu. Bahkan, untuk berkas milik adikku, sekaaan aku tidak memperdulikannya. Membiarkan berkas itu basah terkena air hujan. Ya, untukmu hujan, Sampaikan kepadanya. Kepada seseorang itu. Aku sangat merindukannya.

.
.
.
.
Berakhir

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Jun 11, 2023 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

Love RainWhere stories live. Discover now