"Bella! Bangun! Hari ini hari pertama kamu kuliah. Kamu mau telat?"
Ibunya membangunkannya sambil menggerak gerakkan tubuhnya.
"Bella masih ngantuk ma. 5 menit lagi ya?"
Bella menolak untuk bangun dan menutup telinganya dengan bantal berusaha menghindari omelan ibunya.
"Kamu ini. Selalu bilang 5 menit tapi jadinya lebih dari 5 menit"
Seperti biasa, ibunya terus mengomel tak jelas.
"Pokoknya mama gak mau tau. Kamu udah besar harus bangun sendiri besok besok. Dan kalau kamu telat mama gak tau lagi"
Tambah ibunya.
Karena risih dengan omelan ibunya sendiri, dia pun bangun.
"Iya iyaaa. Nih Bella bangun"
Dia memaksakan dirinya untuk bangun. Dia tidak suka dan tidak biasa bangun pagi seperti sekarang.
"Lihat! Udah 05.05 dan kamu belum siap!"
Ibunya masih tetap mengomel tanpa henti. Bella hanya diam mendengar omelan itu. Dia sudah terbiasa coy.
Dia mandi dan sarapan.
"Mama bikinin sarapan apa?"
"Sandwich kalkun"
"Wah wah. Tumbenan ngasih kalkun. Biasanya sandwich biasa aja"
"Ya iyalah. Ini kan hari pertama kamu kuliah. Harus semangat dong!"
Sambil mengunyah sandwich, Bella mencari kakak laki laki dan ayahnya yang sedari tadi tidak terlihat.
"Papa sama kak Ryan mana ya?"
"Udah pergi duluan"
"Tumben"
Mereka adalah keluarga yang harmonis. Ya walaupun tidak terlalu kaya. Penampilan mereka tidak berlebihan. Biasa biasa saja. Itulah yang membuat tetangga mereka menyukai keluarga itu.
Walau sederhana, orang tua nya tetap memasukkannya ke universitas terbaik.
Karena ayahnya tidak bisa mengantarnya, terpaksa ibunya dan Bella pergi sendiri menggunakan taksi.
Dengan buru buru Bella memakai sepatu dan mengambil tasnya.
Lalu sampailah mereka di universitas itu. Bella mengagumi tempat itu.
"Wah.."
"Bagus bukan? Apa kata mama"
Ibunya memuji muji dirinya sendiri.
"Iya deh iya bagus banget nih. Makasih ya ma"
Bella mencium pipi ibunya dan segera pamit
"Kalo gitu Bella masuk dulu deh ma. Tar telat lagi"
"Iya iya. Ayo cepat"
"Dahhh"
"Dahh belajar yang rajin yaa"
Bella berjalan masuk dari jembatan yang sebagai pintu masuk. Dia mencari ruang kelas seperti yang ibunya katakan tadi. Selagi berjalan, dia mengambil minumnya.
Dia sangat ceria hari ini. Entah mengapa dia begitu ceria.
Tapi keceriaan itu hilang ketika dia menabrak seseorang di pertigaan koridor.
Dan kebetulan dia membawa minumannya yang belum tertutup.
"Ahh"
Matanya terbuka lebar ketika melihat minumannya tumpah ke jaket pemuda itu.
"Maaf.. gue gak sengaja"
"Lo gak punya mata ya? Makanya kalo jalan liat liat dulu"
"Kasar banget sih. Orang gue udah minta maaf. Lagian lo juga gak punya mata sampe nabrak gue"
YOU ARE READING
TEARS [ O N G O I N G ]
Teen FictionArga Alexander yang keras kepala dan egois tetap harus menuruti keinginan ibunya termasuk sesuatu yang tidak diinginkannya. Bella Bianca yang tidak ingin semuanya memburuk lebih memilih mengalah meskipun akan membuat semuanya menjadi rumit. Tanimura...
![TEARS [ O N G O I N G ]](https://img.wattpad.com/cover/173964314-64-k150976.jpg)