Chapter 1 : Kesan Pertama

34 0 0
                                        

Hari ini adalah hari yang mendebarkan bagiku. Karena inilah hari dimana aku mulai bekerja di perusahaan ini. Pekerjaan ini merupakan pekerjaan pertamaku setelah lulus Sekolah Menengah Kejuruan. Setelah menunggu beberapa bulan di rumah, sempat bosan juga karena tidak ada kegiatan. Oleh karena itu, aku sangat bersyukur atas kejadian ini. Atas rekomendasi tanteku, aku mencoba melamar di perusahaan tersebut.

Oh, aku lupa memperkenalkan diri. Namaku Erna Valen, umurku masih delapan belas tahun tahun. Sebenarnya umur yang dikatakan muda untuk bekerja. Banyak yang kuliah dulu baru mencari kerja. Tapi aku berbeda, aku mau mencari pengalaman kerja. Menabung sedikit demi sedikit dan aku akan kuliah dengan hasil tabunganku sendiri.

Sekarang aku sudah berada tepat di depan pintu masuk perusahaan tersebut. Dengan berdebar-debar kuintip sejenak kedalam. Kulihat ada satpam yang sedang duduk, kupanggil saja dari luar. Untungnya dia mendengar dan datang mendekatiku.

"Selamat pagi pak, saya anak baru yang mulai hari ini akan bekerja di perusahaan ini." dengan sopan aku menyapa dan kuperkenalkan diriku. Kuharap aku mendapatkan jawaban yang baik darinya, aku tidak mau mendapatkan kesan yang buruk di hari pertama.

"Oh ayo masuk saja, nanti lurus terus ada tangga. Naik lalu belok ke kanan, disana ada atasan saya." sambil menunjuk tangga tersebut, kulihat dan kuucapkan terima kasih pada satpam itu. Langsung aku berjalan menaiki tangga yang mengarahkanku pada peluang masa depan.

Disana ada seorang pria paruh baya yang sedang bersiap-siap kerja. Memasang dasi, menyisir rambutnya, dan memakai jas hitam dengan elegan. Kulihat dari gerakannya, menurutku dia orang yang bijak. Sok tahu banget aku menebak sikap orang dari gerakannya. Abaikan aku yang dari dulu memang sedikit aneh ini.

Kulangkahkan kakiku mendekatinya, menyapanya dan ada sedikit interaksi antara kami berdua. Beliau menjelaskan apa saja yang harus kulakukan dengan baik dan mudah dimengerti. Sepertinya aku akan betah dengan atasan yang seperti ini.

Menit demi menit berlalu, beberapa pegawai mulai berdatangan. Satu persatu kuingat nama yang tadi sudah berkenalan. Hingga lima menit terakhir kulihat ada seorang pria yang jalannya malas-malasan.

"Hei! Jalan jangan malas-malasan, tidak boleh seperti itu." sampai ada orang yang mengingatkannya.

Tapi omongan itu tak didengarkan olehnya, ia masih saja terus berjalan seperti tadi. Mungkin itu sudah jadi kebiasaannya. Kalau sudah jadi kebiasaan akan susah untuk diperbaiki.

Sambil terus berjalan menggendong tas ransel dan memegang helmnya. Kuperhatikan seksama, ini orang kenapa? Datang ke kantor dengan kesan malas-malasan, tanpa basa-basi, langsung meletakkan tas dan helmnya di suatu tempat, setelah itu mendekatiku.

"Vian Sukiatovan." ia mengulurkan tangannya, kubalas jabatan itu dan kuberitahukan namaku. Setelah itu dia pergi entah kemana.

Udah? Gitu aja? Aku berpikir sejenak, jenis perkenalan dari planet mana yang hanya mengucapkan nama saja dan langsung pergi.

Ambil positifnya saja, mungkin dia lagi sibuk dan tidak punya banyak waktu. Cukup secara singkat, padat, dan jelas. Bukan urusanku juga sih, tapi kurang berkenan saja.

Hari pertamaku berlalu begitu saja. Cukup menambah pengalaman baru bagiku. Mungkin akan banyak pelajaran yang dapat kuambil disini dan aku tidak sabar menantinya. Cerita-cerita baru yang akan menghiasi hariku.

Lalu satu lagi, aku tidak tahu kenapa. Tapi ada satu hal yang mengganjal pikiranku. Vian Sukiatovan, pria yang satu ini memang rada-rada. Kesan pertamaku terhadapnya, dia sedikit aneh. Entah dari mana yang kulihat, tapi di setiap tubuhnya seperti ada tempelan kertas yang mengatakan bahwa dia itu orang aneh.

I'm Sorry, I LOVE YOUStories to obsess over. Discover now