KRING...
KRING...
KRING...
"Aduh berisik banget alarmnya"
"Wah gila ini sudah hampir jam set 7, gue kesiangan"
Dia Alana, Tepatnya Si cewe yang suka telat dateng ke sekolah. Orang ceroboh dan sangat ambisius.
BUKAN!!! dia tidak ambisius tetapi orang tuanya yang selalu ambisius supaya dia selalu jadi juara kelas. Kegiatan sehari harinya hanyalah belajar dan di waktu kosong dia gunakan untuk menulis, Karena katanya dia ingin jadi penulis, Tepat nya penulis sajak atau penulis puisi. Dia sangat hobi membuat puisi sampai larut malam. Tetapi di balik itu semua Alana mempunyai kesedihan mendalam karena tekad ia untuk menjadi penulis dilarang oleh ibunya. Ibunya rela melakukan apa saja agar Alana tidak bisa menjadi penulis.
Pagi itu Alana kesiangan ke sekolah untuk ke sekian kalinya. Saat Alana sampai di sekolah, pak Edo (satpam disekolah) sudah menutup pintu gerbang. Untuk menghindari hukuman dari Pak Yono, Alana melompati pagar sekolah dan masuk menyelinap layaknya orang sedang mencuri. Akhirnya Alana pun tiba di depan kelas. Terlihat Pak Ridwan yang sedang menulis di papan tulis. Alana masuk dengan perlahan tiba tiba ia ketauan oleh Pak Ridwan.
" Alana, Kamu lagi kamu lagi. Saya tahu kamu juara kelas tapi jangan semena mena sama peraturan sekolah" kata pak Ridwan dengan nada keras
" maaf pak tadi sayaa...." kata Alana
" APA???pasti kamu semalam nulis puisi lagi atau kamu masih mau mengkhayal ingin seperti kahlil Gibran atau seperti Syahid Muhammad? Kali ini saya maafkan untuk besok dan seterusnya tidak akan saya maafkan lagi " kata Pak Ridwan
" Iya Pak, kalo suatu saat saya menjadi penulis nanti bapak jangan minta tanda tangan saya ya" kata Alana menggoda Pak Ridwan
" jangan kebanyakan berkhayal kamu, sudah duduk sana di sebelah anak baru " kata Pak Ridwan
Alana melihat sekeliling kelas nya. Mata nya tertuju pada satu cowo yang tepat duduk di sebelah tempat duduknya. Hening seketika suasana di kelas. Tidak ada obrolan sedikit pun pada Alana dan anak baru itu dan Alana pun tidak menanyakan namanya untuk teman sebangkunya yang baru.
Kring...
Kring...
Kring...
Bel istirhat
Tiba tiba serombongan cewe cewe hits di sekolah mengerumuni kelas Alana, Sudah bisa di tebak mereka akan mendekati anak baru yang duduk di sebelah Alana yang terlihat ya lumayan lah, LUMAYAN buat di ajak makan ketoprak dan kerak telor.
Alana memilih keluar kelas dengan terburu buru karena dia tidak ingin di introgasi oleh cewe - cewe hits itu mengenai teman baru yang duduk di sebelahnya itu.
Seperti biasa Alana memilih istirahat di lapangan basket yang terdapat di sebelah Auditorium, Lapangan Basket yang indoor membuat Alana merasa tenang karena pada jam istirahat lapangan basket selalu sepi.
Pasrah
Pada akhirnya kita tak bisa mengelak
Kita semua hanya bisa menerima
Menerima kenyataan
Entah..
Kenyataan untuk kita tidak bisa saling temu
Kenyataan dimana kita harus saling menjauh
Sulit rasanya untuk menerima semuanya
"Hey, Alana ngapain disini? Gak biasanya gue liat cewe menyendiri kayak lu " kata anak baru
" gue ngelakuin hobi gua, nulis " jawab Alana
" Alana, sini main " kata anak baru itu sambil melempar bola basket ke arah Alana
" oke " singkat Alana
Lalu mereka berdua pun bermain bersama. Ada kepuasan hati pada diri Alana yang belum pernah di rasakan bahkan tidak terasa pada saat ia masih bersama dengan Raymond(mantan pacarnya). Alana merasa senang bisa bermain dengan anak baru itu. Tak lama bel berbunyi .
" Hey Alana, tunggu... " kata anak baru
" Iya ada apa? " jawab Alana
" Nama gue Altara raditya, oh iya gue belum tau siapa nama lengkap lu " sambil memberikan tanda pada tangannya untuk berkenalan.
" Nama gue Alana Pramana, ayo kita masuk ke kelas "
Saat mereka menuju kelas ada salah satu anak yang menghampiri mereka.
Ya biasa lah itu fans barunya Altara. Alana pun memilih pergi dulan ke kelas dan meninggalkan Altara dengan fans barunya.
Sesampainya di kelas Alana menemukan sebuah buku tulis agenda yang menurutnya unik yang ada di bawah meja Altara, Entah itu milik siapa. Alana membuka secara perlahan, buku itu isinya tentang foto foto seorang wanita yang cantik terlihat pada foto itu tidak terlalu muda dan tidak terlalu tua. Terdapat puisi - puisi yang tak sadar membuat Alana tersenyum melihat puisi itu.
Entah lah kebahagiaan apa yang meliputi Alana hari ini tetapi Alana bisa senang melihat puisi - puisi itu.
" siapa pemilik buku ini? Mengapa tidak ada nama pemiliknya di buki ini?" Batin Alana
Alana memasukan buku itu ke tas nya dan melanjutkan pelajaran selanjutnya.
YOU ARE READING
Altara
Teen FictionAltara, cowo cool di sekolah yang menjadi teman bangku Alana, cewe yang bercita cita sebagai penulis. Alana sangat menyukai sastra dan begitu juga dengan Altara yang menyukai sastra tetapi Alana tidak pernah tahu kalau Altara menyukai sastra juga. S...
