ORANG TUA

232 11 2
                                        

Bagaimana kalau orang yang sungguh kamu sayangi, orang yang menjaga mu dari kecil mengecewakanmu seperti mereka kecewa karna dirimu?

Rizky M,begitulah namaku. Lelaki yang berumur 16 tahun dengan kulit coklat. Memiliki tinggi 178 cm. Ya selayaknya remaja di usia segitu.anak ke tiga dari tiga bersaudara. Mungkin kehidupan diriku di anggap enak oleh remaja remaja lain dengan apa apa berkecukupan. Kau tahu? tidak semua bunga yang indah hanya menyimpan keindahan, ada yang menyimpan racun. Membunuh secara perlahan. Menikam dengan pelan. Itu yang diriku rasakan.

Kesedihan ini telah membawa diriku berteman dengan depresi. Yang selalu menemaniku kala diriku sedang sedih, dan bahkan sudah menjadi bagian dari diriku. Bagiku kecewa dengan orang yang disayangi memunculkan luka yang tidak bisa di bayangkan seperti apa rasanya. Itu terlalu kejam menurutku karna tidak bisa pergi berlari melupakannya begitu saja. Meski ku tahu lari darinya bukanlah hal yang akan mengobati. Namun bertahan dengan sakit dan kecewa dengan hal yang sama juga hanya menimbulkan pilu.

Ya itulah orangtua ku dalam mendesak ku untuk menjadi apa yang mereka impikan dan dambakan menurutku mereka terlalu banyak mengkonsumsi pujian orangtua lain kepada anaknya dan merasa malu karna tidak ada yang di banggakan dari diriku.

Sudah tiga hari diriku selalu disalahkan dari setiap yang diriku perbuat seperti orang yang linglung ingin berbuat apa. Bermula saat mamaku mendengar cerita temannya tentang anaknya yang sangat berprestasi dan memiliki tubuh yang atletis, sejak saat itu mamaku selalu menyindir diriku agar bisa seperti anak itu dan terkadang sindiran itu juga di selipkan kata cacian yang menurutku tidak diucapkan orangtua kepada anaknya.

Diriku tahu ibu ku menanam harapan yang sangat tinggi kepada ku secara diriku merupakan anak cowo satu satunya agar bisa menjadi seorang yang bisa dibanggakan. Tetapi dengan mendesak ku dengan sindiran serta caci makian tidak membantu itu menjadi orang yang ibuku inginkan.
ibu ku selalu memaksa kewajibanku sampai lupa dengan hak ku.

DEPRESIWhere stories live. Discover now