Prolog

14 6 16
                                        

Happy reading

Typo bertebaran

👇👇👇


" HEI KALIAN " Lena berteriak sambil berlari kencang lalu melempar dua orang laki laki yang sedang berkendara sambil bergoncengan dengan batu besar yang ia ambil di bawah.

Plakkk 

Brakkk

Bunyi batu yang berbenturan dengan kepala lalu di ikuti bunyi motor yang menabrak pohon.

Para masyarakat pun bergerombolan mengerubungi sang pencopet lalu mereka membawa sang pencopet ke kantor polisi.

Alexca berjalan ke arah ibu yang memegang dadanya saat tasnya hampir saja kena copet " ibu, ibu tidak apa apa ? " Tanyanya yang mendapat respon pelukan dari ibu tersebut

" Terimakasih banyak ya sayang " Rena melepas pelukannya lalu menatap Lena dengan senyum.

" Iya sama sama " ucap Lena membalas senyuman memperlihatkan lesung di kedua pipinya

Rena mencubit pipi Lena" Nama kamu siapa "

" Magdalena szeva Tante " balas Lena

" Rumah kamu dimana "

" Disana " Lena menunjuk rumah sederhana penuh dengan tumbuhan di depannya diikuti pandangannya rena

Rena memutar pandangannya ke lena" Kamu mau temenin Tante ga "

Lena terlihat sedang memikir " mau kemana " tanyanya dengan kepala yang dibengkokkan terlihat lucu

" Kita jalan Ayuk " Rena menarik tangan Lena ke arah mobil BMW putih terbaru lalu mereka masuk dan pergi dari tempat itu

" Kamu terlihat cantik kalau pake ini " ucap Rena sambil menyodorkan baju Sabrina berwarna putih gading garis garis hitam

Kini mereka berada di butik milik Rena, Rena sangat menyukai Lena karena mengingatkannya pada putrinya yang hilang sekitar tujuh belas tahun yang lalu mungkin sekarang seumuran dengan Lena

Lena menatap baju yang disodorkan dengan Rena dengan mata berbinar hingga tak lama binarnya redup " waw cantik sekali , tapi sayang Lena ga punya uang "

Rena menatap Lena dengan tersenyum " Kamu suka Lena? "

" Lena suka " lalu Rena menatap ke arah Amara asistennya sekaligus yang membantu bantu di butik milik Rena " amara tolong antar Lena untuk coba baju ini "

Lena menatap ke arah Rena bingung " ayo mba saya antar " Lena pun berjalan dengan pelan dibelakang Amara

Rena menunggu di sofa yang tersedia hingga tak lama Lena muncul mengenakan Sabrina putih gading bermotif garis garis hitam sangat kontras dengan kulitnya yang putih bersih. Rena melihat ke arah Lena dengan tatapan takjub " waw kamu cantik sekali "

" Terimakasih Tante "

" Coba kamu putar badan kamu, sayang " Lena pun memutar badannya.

Rena kembali tercengang ia melihat ada tanda lahir di belakang telinga Lena kerena rambut Lena yang diikat satu, tanda yang mirip sekali dengan anaknya yang hilang dulu. Ia pun berjalan dengan pelan karena masih syok ke arah Lena lalu memeluknya dengan erat dan menangis terharu

Lena kaget karena ia dipeluk tiba tiba dan mendengar isakan " Tante, Tante kenapa " tanya nya lembut sambil mengelus pundak Rena yang masih memeluknya

Rena melepas pelukannya lalu menatap ke arah Lena " itu tanda lahir kamu yang di belakang telinga? " Tanyanya yang di balas anggukan

" Orang tua kamu namanya siapa " tanyanya lagi

" Lena tinggal sama Tante dan om yang udah Lena anggap ibu dan ayah Lena, kata mereka Lena ditemukan di depan rumah mereka " lagi lagi penjelasan Lena membuat Rena ayok lalu kembali memeluk Lena

" Kamu anak mommy yang hilang 17 tahun lalu , Lena " mendengar ucapan Rena membuat ia membeku dan kaget hingga tak lama ia tersadar dan membalas pelukan Rena erat

" Mo mommy " Lena memanggil Rena dengan sebutan mama dengan gagap. Rena melepaskan pelukannya lalu mengelap air mata yang keluar dari pelupuk mata Lena

" yes i'm your mom " Rena memegang kedua tangan Lena lalu tersenyum ke arahnya

Lena melihat air mata jatuh dari mata Rena lalu mengelapnya dengan ibu jari tangannya" Don't cry mom "

Rena mengangguk " ayo kita pergi kerumah Om dan Tante kamu dan beritahu mereka, kamu mau kan tinggal sama mommy " Alexca mengangguk sebagai jawabannya

" Terimakasih sudah merawat anak saya , Mega dan Alex " ucap Rena tak ada hentinya padahal ini ucapan terimakasih yang ke tiga kalinya.

Kini Rena, Lena dan kedua orang tua angkat Lena berdiri di depan rumah milik sederhana Lena, untuk berpamitan dengan Lena yang membawa dua koper yang sudah ia siapkan sesampainya tadi di rumahnya saat Rena berbincang dengan kedua orang tua angkatnya.

" Sama sama Rena, kamu hati hati ya Lena " Mega memeluk Lena sebelum pergi lalu bergantian dengan Alex yang memeluk Lena

" Hati hati ya Len " ucapnya dan Lena mengangguk sebagai jawaban

Rena dan Lena pun berjalan memasuki mobil BMW putih milik Rena , Alexca membuka kaca jendela mobil dan melambaikan tangannya ke Mega dan Alex yang di balas lambaikan tangan juga. Hingga mobil itupun berjalan meninggalkan rumah sederhana menuju mension tempat tinggal Rena.

Mobil BMW putih kini berhenti tepat di depan mension terlihat Daniel berdiri tepat di depan mension dan masih menggunakan Jas hitam kerjanya. Ketika ia mendapat telepon dari Rena istrinya yang mengabarkan bahwa anak mereka yang hilang telah ketemu Daniel dengan cepat meninggalkan kantornya padahal sedang dilakukan meeting.

Rena turun diikuti Lena dan berjalan ke arah Daniel berdiri

" He's your dad Lena " mendengar itu Lena menangis terharu sambil menatap ke arah Daniel yang tersenyum ke arahnya

" Hi Lena " Daniel merentangkan kedua tangannya yang di balas pelukan erat oleh Lena. Rena tersenyum memandang kedua orang itu sudah lama ia ingin bertemu dengan anaknya yang hilang dan mencarinya kemana mana hingga akhirnya bertemu.

" Ayo masuk " ucap Rena Mereka berdua melepaskan pelukannya lalu Daniel merangkul Rena dan Lena disampingnya, mereka bertiga pun berjalan masuk ke mension.

" Kamu mau sekolah di Aexyen High School Lena " tawar Rena sambil memasang wajah memelas ke arah Lena

Lena yang melihat tatapan berharap Rena pun memeluknya lalu mengangguk" Lena mau mom "

Rena mengelus kepala anaknya dan melepas pelukannya " udah, kamu istirahat gih kamar kamu diatas di samping kiri tangga ya " Lena menganggukkan kepalanya lalu mencium pipi Rea dan Daniel " Lena istirahat ya , night mom dad "

" Night darl "

" Night sayang " balas Rea dan Daniel bersamaan

Lena membuka pintu bercat putih lalu membukanya menampilkan kamar bernuansa pink putih lengkap sekali dengan kasur Queen size , meja belajar , lemari baju , meja rias , dengan isi isinya juga ia berjalan masuk ke kamar lalu menutup pintu dan berjalan ke atas kasur ia menidurkan badannya di sana menatap langit langit kamarnya " ini seperti mimpi yang indah dan nyata. Akhirnya aku bertemu dengan orang tua kandungku yang hanya sering kutemui dalam mimpi kini nyata di depan wajahku " ucapnya sambil tersenyum lalu perlahan matanya menutup dan ia tertidur.

Dan semua mimpi nyata dan tidak nyata Lena berawal dari ini

Yah ini cerita kedua aku jangan lupa vote dan komennya.

Aku bakal selang seling update sama cerita aku satunya COULD&COLD

10 vote 5 komen baru nextttttt gimana😚

DreamStories to obsess over. Discover now