Happy reading!
Semoga menikmati cerita baru ku ini ya!
Jangan sungkan mengkritik karena itu justru membuat author jadi lebih senang hehe💋
***
Fobia lingkungan atau fobia sosial(social phobia) atau juga dikenal sebagai Gangguan Kecemasan Sosial(Social Anxiety Disorder, SAD atau SAnD), adalah penyakit kecemasan yang ditandai dengan munculnya rasa takut yang kuat pada situasi-situasi sosial tertentu, yang menyebabkan tekanan serta ketidakmampuan untuk berfungsi secara normal dalam beberapa bagian kehidupan yang dijalani penderita.
Gaiya Ravania Venus.
Perempuan misterius yang kerap dipanggil Rara oleh teman temannya itu kini tengah membaca sebuah buku kumpulan phobia yang di pinjamnya dari perpus.
Ketika sekolahnya sedang mengadakan sebuah acara bazar dalam rangka memeriahkan HUT SMA 1 Pertiwi,Rara lebih memilih membawa buku-buku nya menuju taman belakang sekolah yang jarang dikunjungi murid. Rara bisa dibilang sosok yang pendiam dan sangat misterius. Di waktu seperti ini ia berusaha menghindar dari keramaian.
Dia bukan sosok yang tergolong dikenali banyak orang di sekolahnya, namun dia juga tidak mau menyebut dirinya sebagai anak cupu. Dia hanya bertingkah seperti apa yang dirinya mau, menjauh dari keramain atau tahu sendiri akibatnya.
Semenjak kepulangan mendiang ayahnya kemudian ibunya yang menikah lagi, dia berubah jadi pendiam dan sulit menerima sosok baru di hidupnya. Bahkan ayah tirinya sekalipun. Dan hal itu membuat ayah tirinya melayangkan gugatan cerai kepada ibunya.
Ibunya tidak marah dengan Rara. Ia tahu bahwa anaknya itu belum bisa menerima sosok pengganti ayahnya yang telah lama tiada.Ia justru kasihan melihat Rara yang cenderung lebih menyendiri dan tidak mau terbuka dengan dirinya.
Rara tiduran di bangku panjang yang disediakan oleh sekolah sambil membaca buku yang dibawanya tadi. Sambil mendalami karakter dirinya sendiri.
Kadang ia sangat benci dengan phobianya yang satu ini karena ketika ada keramaian seperti ini dirinya pasti akan gugup setengah mati dan bingung untuk segera mencari tempat yang lebih sepi.
Rara menghembuskan nafas kasar,
"Huft...kenapa gue harus ditakdirin seperti ini."
Ia memejamkan matanya menikmati angin sambil mendengarkan lagu di headset nya. Kumpulan lagu lama yang dia suka.
Rara tidak menyadari bahwa ada seseorang yang tengah melihat ke arahnya.
***
Gustav Abani Ares.
Pria yang akrab disebut Gustav ini sudah langganan keluar masuk di BP karena masalah telat.
Dan hari ini, ia pikir tidak akan ada razia seperti biasanya karena ada acara di sekolah membuatnya santai untuk masuk ke sekolah.
Ternyata tebakannya melenceng!
Justru guru bp sudah siap menantinya di depan gerbang seolah bersiap untuk menghukumnya.
Mau tidak mau dia harus masuk lewat belakang sekolah.
Dan sampailah Gustav di sini. Di tembok besar yang membatasi wilayah sekolah dengan rumah penduduk lainnya.
Dia menarik nafas dan mencoba memanjat dinding itu.
Sampai di bagian atas,Gustav menelan air liurnya dengan susah payah. Ternyata setinggi ini.
Kalau loncat,pasti sakit nih badan.Kalau gue nggak loncat,nanti diteriakin warga lagi.
Ia menghembuskan nafas kasar dan akhirnya menyiapkan dirinya untuk melompat.
Satu...dua...tiga!
Hap!
Untungnya Gustav terjatuh di rerumputan sehingga badannya tidak terlalu sakit. Gustav bangkit dan hendak pergi dari tempat itu.
Namun ia menghentikan langkahnya ketika mendengar suara seseorang.
Gustav menoleh ke arah kanan dan kiri namun tak kunjung menemukan siapa sosok yang sedang bersuara tadi.
Ia berjalan perlahan sambil mengawasi sekitar siapa tau ada hantu di sana.
Makin ia melangkah,suara wanita itu semakin terdengar dengan jelas.
Ia berhenti sejenak dan kembali memasang telinganya supaya dapat lebih jelas mendengar suara siapa itu.
Ternyata suara itu berubah menjadi nyanyian. Ia mengkerutkan keningnya.
“Siapa yang sedang bernyanyi?”
Gustav melihat di sekelilingnya dan menemukan seseorang yang tengah tiduran di bangku taman. Ia tidak bisa melihat dengan jelas itu siapa karena wajahnya tertutup oleh buku tebal.
Jika dilihat-lihat ia pasti salah satu murid SMASTI karena atasan dan rok yang dikenakan perempuan itu merupakan seragam khas SMASTI.
Karena penasaran ia mendekati perempuan itu.
Semakin mendekat dan sekarang dirinya sudah berada di samping tubuh perempuan itu.
Gustav berjongkok mensejajarkan wajahnya dengan wajah perempuan itu.
Ketika Gustav menepuk tangan perempuan yang sedang memegangi buku diwajahnya itu,dirinya terlonjak kaget.
Gustav pikir perempuan ini pasti sama sepertinya.'kaget'.
Gustav dan Rara saling bertatapan untuk beberapa detik.Namun Rara segera memutuskan pandangannya dengan Gustav.
Rara hendak bangkit dari kursinya,namun tangannya dicekal oleh Gustav. Ia terkejut ada seseorang yang tengah mendekatinya tadi. Ia melihat ke arah pergelangan tangannya yang dipegang oleh Gustav.
Rara sudah merasakan gugup yang luar biasa. Bahkan keringat dingin sudah bercucuran di dahinya.Ia terlihat gelisah ketika tangannya dipegang oleh cowok itu.Dan cowok itu akhirnya membuka suara.
"Lo ngapain di sini?"
Bukannya menjawab Rara justru berusaha melepaskan tangannya dan pergi dengan sedikit berlari.
"Cewek itu tadi ngapain?masa di pegang sama orang ganteng kaya gue jadi gugup gitu?"
Gustav akhirnya memilih pergi dari tempat itu tanpa memusingkan kejadian itu lagi.
-Terimakasih-
Ini cerita kesekian yang aku ikut sertakan dalam event 100 hari menulis bersama hazerain! Doa dan dukungan sangat saya tunggu untuk memulai semangat saya yang sedikit kendor hehe.
Jangan lupa vote komen nya yang banyak ya!
-authoretjeh
YOU ARE READING
A Million Mystery girl
Teen FictionBukan cerita seperti remaja biasanya yang suka berhaha hihi diluar sana. Hanya cerita tentang sosok perempuan yang phobia dengan lingkungan sekitar apalagi keramaian. Selama ini ia begitu menghindari tempat tempat ramai bahkan sulit untuk membaur de...
