Pt.1

10 2 1
                                        

"Kok lama banget di toiletnya ?"-Kara.

"Hehehe,tadi gue habis nonton si Adipati berantem lagi dilapangan."-Sasa.

"Berantem sama siapa lagi coba anak itu ? Setiap hari kerjaannya berantem mulu."-Kara.

"Justru cowok yang kaya gitu yang diincer sama cewek-cewek."-Sasa.

"Badboy kaya gitu ?,yang diincar cewek-cewek ?Gue mah ogah banget."-Kara.

"Iya iya gue tau selera lo itu yang kaya Nando kan...."-Sasa.

"Is apaan sih,Nando itukan sahabat gue."-Kara.

Seketika pembicaraan mereka terhenti ketika bel masukan berbunyi.Dan pada saat bersamaan Adipati memasuki kelas dengan keadaan kucel dengan wajah yang babak belur membuatnya menjadi pusat perhatian seisi kelas XII-1.Adipati tidak menghiraukan murid-murid lain yang melihatnya,dia langsung saja duduk dibangkunya sambil melipat tangan diatas meja dan menundukkan kepalanya.

"Coba lihat,itu yang lo bilang cowok yang diincer-incer cewek-cewek.Yang kaya begitu ?"-Kara.

"Ya udah deh...terserah lo aja Ra."-Sasa.

"Pada ngomongin apaan sih ?.Kata Nando yang tiba-tiba nyahut dari belakang Kara dan Sasa.

"Ngomongin si Adipati."-Sasa.

"Owh."-Nando.

Bel pulangan sudah berbunyi,seluruh murid SMA Pelita Bangsa berhamburan keluar kelas.Kara yang saat itu akan pulang bersama Sasa dan Nando,tiba-tiba saja dihampiri oleh salah satu murid.

"Kak Kara dipanggil  ke ruangan kepsek."-Murid lain.

"Owh...Makasih ya."-Kara.

"Kayanya gue gak bisa pulang bareng kalian deh.Kalian pulang aja,nanti gue pulangnya naik angkot.-Kara.

"Beneran nih ?"-Sasa.

"Iyaa."-Kara.

"Ya udah kita duluan ya Ra."-Nando.

"Oke."-Kara.

Begitu Sasa dan Nando pergi,Kara langsung saja pergi ke ruangan kepsek.

"Ada apa Bapak memanggil saya ?"-Kara.

"Bapak mau bicara sesuatu ke kamu."-Kepsek.

"Tentang apa ya Pak ?"-Kara.

"Bapak tau kamu tidak dekat dengan Adipati,tapi Bapak yakin kamu bisa berteman sama Adipati demi kebaikan Adipati."-Kepsek.

"Maksud Bapak apa ya ? Saya kurang mengerti."-Kara.

"Maksud Bapak begini,sekarangkan kalian sudah kelas XII dan sebentar lagi akan lulus.Sedangkan nilai Adipati anjlok dan sikapnya buruk,Bapak mau agar kamu berteman dengan Adipati sama seperti kamu berteman dengan Sasa dan Nando.Agar Adipati dapat merubah sikap-sikap buruknya."-Kepsek.

"Sebelumnya saya minta maaf,kenapa harus saya ? Kan masih ada murid-murid lain yang lebih pintar dari saya yang bisa mengajari Adipati dan berteman dengan Adipati."-Kara.

"Bapak sudah mempercayai mu Kara,kamu pasti bisa merubah Adipati menjadi lebih baik lagi."-Kepsek.

"Baik,saya akan melaksanakan perintah Bapak.Untung saja Bapak ini Ayah saya kalo tidak saya pasti sudah tidak mau."-Kara.

"Kamu memang putri Ayah yang tersayang."-Kepsek.

"Ya sudah yah,Kara mau pulang."-Kara.

"Pulang bareng Ayah aja kalo gitu,Ayah juga mau pulang.Lagian sekolah sudah sepi juga,gak ada yang lihat."-Kepsek / Ayah Kara.

"Iya..."-Kara.

Keesokan paginya,Kara sengaja berangkat agak siang agar telat,karena Kara tau kalau Adipati berangkat siang jadi sering telat.Dugaan Kara tidak meleset Adipati telat begitu juga dengan Kara.

"Saatnya menjalankan rencana."-Ucap Kara dalam hati.

"Pak,saya mohon bukain gerbangnya dong.Izinin saya masuk hari ini saya ada jam pelajaran yang gurunya killer."-Kara.

Tanpa menghiraukan Kara yang berbicara sejak tadi,Bapak penjaga gerbang malah menghampiri Adipati yang sudah berada disamping Kara.

"Pagi den Adi."-Penjaga gerbang.

"Pagi Pak."-Sapa Adipati dengan senyuman yang sangat manis.

Tanpa perintah dari siapa pun Pak penjaga gerbang membukakan gerbang,dan membuat Kara bingung.Kara hanya terdiam dan masih bingung.Adipati langsung masuk seolah-olah penjaga gerbang membukakan gerbang itu untuknya.Yang membuat Kara terheran-heran,setelah penjaga itu membukakan gerbang,Adipati langsung memberikannya kotak bekal yang dikeluarkan dari dalam tasnya.

"Makasih ya den Adi,nanti kalau pulangan kotak bekalnya bapak kembalikan."-Penjaga gerbang.

"Oke."-Adipati.

Kara masih terdiam melihat apa yang dilakukan Adipati.Tiba-tiba saja Adipati yang saat itu baru sadar kalau Kara masih terdiam di luar gerbang.Dan Adipati langsung menarik tangan Kara lalu pergi menuju belakang perpustakaan yang terdapat satu bangku taman disana.

"Lo tuh aneh ya ?.Sudah dibantu masuk tapi masih aja diam diluar gerbang."-Adipati.

"Ha! Hm...makasih ya sudah bantu gue."-Kara.

Setelah Kara berterima kasih ke Adipati,Kara langsung beranjak ingin pergi ke kelas tapi baru saja Kara melangkahkan kaki,Adipati langsung menahan Kara sambil memegang tangan Kara.Sontak Kara terdiam tidak bisa kemana-mana.

"Lo mau kemana ?"-Adipati.

"Ke kelas."-Kara.

"Lo tuh peko' atau apa sih ? Kalo lo ke kelas,lo bakal dihukum mending tunggu ganti pelajaran aja."-Adipati.

"Ya sudah deh."-Kara.

Hening~

"Lo kok bisa telat sih ? Terus lo tadi nyogok penjaga gerbang itu ya ?"-Kara.

"Biasalah...gue kesiangan.Tapi gue gak nyogok tuh penjaga gerbang,gue cuma gak suka sama bekal gue aja,makanya gue kasih ke penjaga gerbang itu."-Adipati.

"Owh...gitu.Kirain lo nyogok tuh penjaga gerbang.Abisnya dia langsung bukain gerbang untuk lo pas lo ngasih bekal lo ke penjaga itu."-Kara.

"Gak lah...Gue cuma sering ngasih bekal gue ke beliau,terus sebagai imbalannya beliau membukakan gerbang untuk gue yang sering telat."-Adipati.

"Ohh gitu,pantesan kalian berdua sudah akrab banget."-Kara.

Selamat membaca ceritanya,berlanjut di part ke-2 ya...

Jangan lupa vomentnya :)


ADIRAWhere stories live. Discover now