"Awal pertemuan kita memang jauh dari kata baik, Namun aku yakin akan berakhir indah"
Aisyah dengan kedua temannya yaitu Putri dan Dewi baru saja selesai melaksanakan sholat Dhuha bersama di masjid sekolah, mereka mampir ke kantin untuk membeli minum setelah itu baru mereka lanjut ke kelas untuk memakan bekal mereka, mereka bertiga memang selalu membawa bekal bukan berarti mereka tidak mampu untuk membeli makanan di kantin hanya saja mereka terlalu malas untuk mengantri jadilah mereka selalu membawa bekal sendiri.
Tapi saat sedang dalam perjalanan menuju kelas ada bola yang tiba tiba saja datang entah itu dari mana yang membuat minuman Aisyah terlepas dari tangannya dan tumpah, ternyata itu ulah sekumpulan anak laki laki yang sedang bermain basket di lapangan, dan bukannya meminta maaf mereka malah menertawakan Aisyah. Dengan tampang juteknya karena telah bercampur marah Aisyah mengambil gelas minuman yang sudah kosong itu dan membuangnya ketempat sampah.
"Kalau gak bisa main basket gak usah sok bisa deh" ucap Aisyah kesal.
"Aelah cuma minuman gitu doang yang tumpah udah marah. Sini biar gue ganti kalau perlu" ucap salah satu pemain basket itu yang Aisyah yakin pasti dia yang bikin minumannya tumpah.
"Kamu bukannya minta maaf malah sok mau ganti, aku gak butuh kamu gantiin minuman itu karna aku masih bisa beli lagi tapi asal kamu tau itu minuman belum ada diminum tapi udah jatuh gitu aja, mikir gak sih itu sama aja udah mubazir dan kamu bukannya minta maaf malah seenak jidat tinggal mau ganti. Percuma kamu sekolah tapi gak punya otak!" ucap Aisyah dengan sedikit marah.
"Udah sha udah gak usah diladenin kita ke kelas aja yuk" ucap Dewi.
"Eh enak banget mulut lo bilang gue gak punya otak" ucap laki laki itu marah sambil memandang Aisyah yang sudah pergi bersama teman temannya
"Udah Ren ini juga salah kita kenapa lo yang marah" ucap salah satu temannya.
"Tapi gak bisa gitu dong Van kita kan gak sengaja, enak aja dia bilang kita gak bisa main, dia gak tau apa kita siapa" ucap Reno.
"Tapi lo juga yang salah kenapa lo gak langsung minta maaf aja, malah ketawa?" Ucap Devan.
"Kok lo malah belain cewek itu sih van. Udah deh malas gue." Ucap Reno kesal sambil beralalu dari hadapan Devan. Sedang Devan hanya menghela nafas saja melihat sifat temannya yang selalu tidak pernah mau mengalah.
***
"Ih tadi itu kok Devan ganteng banget yaa" ucap Putri
"Devan itu siapa?" Tanya Aishya
"Kapten basket yang dilapangan tadi lo sha." ucap Putri sambil senyum senyum sendiri.
"Yang mulut nya ngalahin cewek itu ya. Yang udah kayak mulutnya ibu kos yang gak bisa diem nagih uang bulanan". Ucap Aishya yang masih kesal mengingat kejadian barusan.
"Iih bukan, itu sih namanya Reno temannya Devan." Ucap Putri lagi.
"Udah ah males bahas mereka gak peduli juga sama orang orang yang gak ngerti kata maaf" ucap Aishya
"Udah sha kamu gak boleh dendam mungkin aja mereka gak sengaja." Ucap Dewi.
"Aku bukan dendam cuma kesel aja bukannya minta maaf malah sok mau ganti dia kira aku gak bisa beli lagi apa" ucap Aishya
"Iya tap- "
"Udah ah gak usah bahas mereka lagi, yang ada aku makin kesel kalau ingat kejadian itu lagi" ucap Aisha yang hanya dibalas deheman oleh kedua temannya.
***
"Hmm buku nya mana yaa kok gak ketemu sih dari tadi" ucap Aishya sendiri yang mencari buku di perpustakaan.
YOU ARE READING
Aisyah
Teen Fiction#spiritual "Eh tadi Lo belum kasih tau nama lo siapa" ucap Devan sedikit berteriak karna Aisyah yang sudah jauh beberapa langkah didepannya. Aisyah yang mendengarpun langsung berhenti. "Ar-Rahman" jawab Aisyah tanpa menoleh. "Hah? Telinga gue masih...
