Pagi di rumahmu
Duduk di kursi bambu
Ditemani segelas kopi mengepul
Dan sapaan hangat pada siapapun yang lewat
Rambut putih dan kacamata tebal bertali
Bersama cucu, pagimu terwarnai
Meski seringnya hanya setahun sekali
Bahagia itu selalu kau syukuri
Berganti aku
Duduk di teras rumah yang sama
Kursi bambu telah menua
Seiring kepergian empunya
Pagi buta di kota kembang
Udaranya begitu menggigit
Aku tiba bersama orang tua
Serta adik dalam gendongan ibu
Pagar itu berderit saat dibuka
Keluarlah si tuan rumah
Menyambut kami dengan peluk cium rindu
Lalu Februari 2004
Kabar mengiris hati datang
Kau berpulang ke pelukan-Nya
Ragamu tiada
Namun memori itu tetap ada
Kau, dan senyuman hangat di teras
Kita bermain bersama hingga siang
~~~~~~~
Untuk ia, yang kekasihnya belum lama ini berpulang menyusulnya.
Tenanglah di sana, di sini kami memeluk duka pada kalian dalam rindu ingin jumpa.
Kami tidak sedih. Hanya rindu... apa lagi melihat senyummu :)
YOU ARE READING
Deras Rindu
PoetrySekumpulan memori pembangkit kenangan. Hingga rasa itu kembali dalam derasnya rindu.
