Us

20 3 0
                                        

Pandangan bertemu, aku dan kamu saling berhadapan, kamu tersenyum kepada ku, aku masih terdiam.

Waktu berlalu begitu saja, tanpa sadar awal kisah telah dimulai.

🍃🍃🍃

Kamis, 26 September 2016

Ana POV

Hari yang melelahkan, pelajaran yang menyebalkan untuk di ujikan, panas yang mendera begitu menyengat. Lengkap sudah penderitaan ku hari ini.

Aku Anastasya Putri Utami, baru tiga bulan yang lalu aku resmi menjadi murid di SMA Negeri 68 Jakarta. Kini tes pertengahan semester sedang di selenggarakan. Karena belum adanya penjurusan di sekolah ku, maka aku masuk ke kelas X - 4 yang tentu saja di dapat melalui peringakat nilai akademik ku.

Kelas ku adalah kelas terberisik yang pernah aku alami selama sekolah. Banyak anak-anak aneh didalamnya. Terkecuali aku dan ketiga teman ku. Lanang, Putri, dan Vita.

Jam pertama mata ujian ku kali ini adalah matematika. Urgh pelajaran paling ku benci di sekolah adalah matematika, fisika, kimia, bahasa Jepang, dan biologi.

Ku buka tas ransel kesayangan ku, aku mencari buku matematika itu. Aku keluarkan semua buku yang aku bawa, aku buka satu persatu buku demi buku. Namun buku itu tidak aku temukan.

Terdengar ketukan di jendela tempat dudukku. Aku menoleh dan mendapati Lanang membawa buku matematika ku, ia bergumam ' pinjam bukunya ya An. '

Aku menggeleng menolak, namun ia sudah lebih dulu lari meninggalkan kelas kami.

Aku keluar, mencarinya kesana kemari. Sampai akhirnya aku menemukan Lanang di depan kelas yang biasa di jadikan kelas XI. Ia tengah berbicara dengan seorang laki-laki.

Aku menghampiri mereka, aku tepuk pundak Lanang sedikit kencang dan ia menoleh seraya berkata

" Sakit kali An, jangan suka mukul - mukul. Ntar gak dapet cowok baru tau "

" Lagian kan aku sudah bilang tidak boleh, masih saja kamu ambil buku ku. Cepat kembalikan! "

" Ih galak amet sih mba, tar cepet tua loh. "

" Biarin aja, udah sini balikin buku ku. " ujarku seraya mengambil paksa buku matematika yang ada ditangannya.

Suara tawa terdengar pelan dari samping kami, laki - laki itu tertawa pelan melihat tingkah kami.

" Owh ya katanya pamanmu baru pulang dari Spanyol ya. "

" Iya, nanti aku bawakan oleh - oleh dari paman ku deh buat kamu Lan. "

" Huh, aku di cuekin deh.  Masih ada orang kali disini. "

" Hehe, maaf ya An, aku kira kamu udah balik ke kelas. "

" Iyain aja deh. "

Kring...kring...kring

" Udah bel tuh, balik yuk Lan. "

" Iya, ya udah yuk. Sambung nanti istirahat ya. "

" Iya. "

Kami berpisah di sana, ujian pun dimulai. Saat istirahat aku mencari Lanang dan juga laki - laki itu. Namun tidak dapat aku temukan. Hingga pulang pun aku tidak menemukan dia.

Hingga akhir ujian aku tidak menemukan laki - laki itu, nama bahakan kelasnya pun aku tidak tahu.

Sungguh penasaran aku dibuatnya, aku benar-benar ingin ia menjadi temanku. Aku ingin sekali aku mengobrol dengannya lagi. Entah kenapa aku begini.

Mungkin kah aku mulai menyukainya? Huh namun cinta pandangan pertama tidak pernah berhasil singgah lama dihatiku.

Ku harap ia menjadi cinta terakhir untukku walaupun ia bukanlah cinta pertama yang singgah dihatiku.

Cerpen KuWhere stories live. Discover now