"Kaka tata mau kemana?"tanya gadis kecil berumur 9 tahun kepada kakak gadisnya yang tengah membopong koper besar.
"Aku mau pergi sebentar sama mama dan ayah. Kamu dirumah aja ya sama nenek kakek."jawab gadis yang diketahui bernama Tata atau talasya. Sekedar pemberitahuan Tata itu panggilan dari Talasya Dan Nana adalah panggilan dari Nasya. itu sambil menggengam erat tangan adik gadisnya.
"Kok nana ga diajak sih kak."Protes gadis bernama nana atau nasya sambil memonyongkan bibir.
"Udah kamu sama nenek aja na, mama, ayah, sama tata cuma pergi sebentar. Lagipula kamu sudah besar jangan manja."ucap wanita paruh baya.
Gadis yang bernama nasya rasanya ingin berlari kekamar dan menumpahkan segala airmata nya, Ia heran mengapa selalu kakaknya yang disayang.
nasya yang tersentak dengan jawaban wanita paruh baya itu hanya menunduk menahan tangis. "I-iiya mah, maafin nasya."ucap nasya lirih.
talasya yang melihat adiknya sedang menahan tangis ikut sedih, ia paham mengapa adiknya selalu iri kepadanya.
"Yaudah yah ayu kita pergi, pesawatnya sebentar lagi take off."ucap wanita paruh baya yg diketahui adalah mama nasya dan talasya.
semua sudah siap, talasya, mama, dan ayahnya kini sedang berjalan keluar rumah sambil membopong masing masing koper.
"Dadahh ka tataaaa."ucap nasya sambil mengacungkan lima jari sambil digoyangkan pertanda selamat tinggal.
"Dadahhh nana." Balas Talasya sama sama mengacungkan lima jari dan digoyangkan.
Mobilpun mulai berjalan meninggalkan pekarangan rumah Nasya dan talasya. Kini hidup nasya semakin sepi dan sunyi.
"Dadah semua, nana harap kalian semua baik baik saja." Batin nasya sambil mengelap air mata yang menetes perlahan.
*~*
Nasya.
Hai semua, namaku Nasya dealova. Aku adalah putri bungsu dari 2 bersaudara. Nama kakakku Talasya dealova, Nama panggilanku adalah Nana sedangkan nama panggilan kakakku adalah Tata. dan nama sahabat kecilku adalah Bryan pramesta. Kami bertiga bersahabat sejak berumur 5 tahun namun Bryan lebih dekat denganku ketimbang ka tata. Sejak umurku menginjak 9 tahun aku dan kakakku dipisahkan karena Kakakku harus bersekolah diluar negri lebih tepatnya di london inggris bersama mama dan ayahku, Sedangkan aku tinggal bersama nenek dan kakekku dijakarta indonesia. Dan inilah kisahku.
"Sepi banget, Mama, ayah, Ka tata. Kalian kapan pulang, nana kangen." Ucapku sambil memeluk boneka beruang besar kado pemberian ayahku ketika berulang tahun ke 8 tahun, boneka yang selalu kupeluk ketika datangnya sepi dan sunyi secara bersamaan dan rindu yang perlahan mendalam.
Aku menangis dalam diam, entah bagaimana caranya aku bisa berpandang mata dengan mereka bertiga. Jujur, aku tak membenci kakak kandungku namun rasa iri itu muncul ketika melihat Mama dan ayah selalu bersama kakak, sedang aku.
"Udah na, kamu ga boleh nangis begitu ah, ce-..." Ucapanku terpotong karena tiba tiba ada seseorang makhluk dari habitat lain menepuk pundakku tanpa aba aba.
"Astagfirullah halladzim Bryann." ternyata dia bryan, dasar iseng sekali medusa ini. Sudah kupastikan dia berada didalam kamarku mungkin sejak aku mulai berbincang sendiri kepada sunyinya malam. Dasar penguping.
Tiba-tiba ia mengambil alih boneka beruangku dan memeluknya, lantas aku langsung membulatkan mata karena tindakan lancangnya itu.
"Udah jangan cengeng, lo nangis begitu tambah jelek." Ucapnya masih memeluk boneka milikku dengan erat.
YOU ARE READING
Dear Diary (TAMAT)
Romance"Kaka talasya mau kemana?"tanya gadis kecil berumur 9 tahun kepada kakak gadisnya yang tengah membopong koper besar. "Aku mau pergi sebentar sama mama dan ayah. Kamu dirumah aja ya sama nenek kakek."jawab gadis yang diketahui bernama Talasya itu sam...
