PROLOG

20.4K 2.3K 210
                                        

Miana

Prolog
Pria tinggi dan tampan berusia dua puluh empat tahun itu meminta maaf pada Miana karena telah berkencan dengan salah satu pegawai cafe di dekat kantornya.

"Dia yang duluan merayuku. Tapi cuma kencan sekali, dan tenang saja, cuma kamu yang aku cinta, Mia. Tidak ada yang lain." Telaga memamerkan senyumnya, mencubit pipi kekasihnya.

Miana yang polos memaafkan Telaga, karena dia terlalu mencintai pria itu. Sewaktu di SMA, Miana yang mencintai diam-diam selama tiga tahun, memberanikan diri menyatakan cinta pada Telaga saat kelulusan, dan betapa beruntungnya lelaki itu menerimanya.

Semua berjalan baik-baik saja selama setahun hubungan mereka meskipun jarak empat jam memisahkan. Kemudian selama tiga tahun berikutnya, Telaga beberapa kali berselingkuh dengan teman kuliahnya, pria itu selalu mengaku bahwa ia melakukannya karena kesepian tidak ada yang menemani, dan itu pun cuma main-main. Miana yang memaklumi, memaafkan pria itu.

Miana memang bodoh, tapi dia percaya cinta Telaga memang hanya untuknya. Dengan perempuan lain, Telaga hanya ingin bereksperimen menuntaskan rasa penasarannya sekaligus bersenang-senang.

"Perempuan-perempuan itu cepat membuatku bosan, tidak seperti kamu, makanya aku pasti selalu kembali padamu, Mia," ucap pria itu memegang kedua tangannya dan menatapnya dengan sorot jenaka. "Aku cuma mau kamu yang menjadi istriku."

"Aku tahu," sahut Miana meskipun hatinya sakit. Ia tidak mau melepaskan Telaga. Ia sulit jatuh cinta dan sukar melupakan cintanya meskipun berkali-kali disakiti.

Miana selalu memaafkan karena Telaga biasanya lebih dulu mengaku sebelum gadis itu memergokinya. Atau ada kenalan Miana yang mengadu padanya. Miana memang belum pernah mendapati perselingkuhan kekasihnya secara langsung.

🍂🍂🍂

Suatu ketika, di ruang tv kontrakannya, Miana mendapati Telaga tengah bercumbu dengan Marie, sepupunya yang kebetulan datang berkunjung. Ternyata keduanya telah berkencan beberapa kali sejak Miana memperkenalkan mereka.

"Jadi selama ini kamu selalu mencium para selingkuhanmu?" tanya Miana marah dengan berlinang air mata. "Atau lebih dari itu?"

"Ya, cium, raba, remas... tapi tidak lebih dari itu," jawab Telaga pelan. "Aku tidak berani kalau lebih dari itu, percayalah. Sebelum melakukan yang lebih, aku selalu teringat padamu."

"Kamu bohong, Aga!"

"Tidak, Mia."

Mia tidak bisa menghentikan air matanya yang terus-menerus jatuh membasahi pipinya. "Kukira selama ini perselingkuhanmu tanpa ciuman... ternyata aku yang terlalu naif...."

Telaga terdiam.

"Aku mau putus, Aga. Aku... kurasa aku sudah tidak kuat. Pergilah, jangan pernah kembali lagi padaku!"

Telaga tidak berkata apa-apa, dan ia pun pulang. Ia tahu, Miana dalam keadaan emosi dan esok pagi setelah berpikir dengan jernih, wanita itu akan meminta maaf dan memohon untuk tetap bersamanya. Karena Miana tidak bisa hidup tanpa dirinya.

Benar saja, esok harinya, Miana meneleponnya.

Dipergoki secara langsung oleh Miana bukan berarti ia akan kapok. Telaga tidak tahan godaan, apalagi rekan bisnisnya kali ini begitu memukau, perempuan bersuami dengan tiga orang anak, tetapi tubuhnya masih begitu kencang.

Dan, saat hot mom itu menggiringnya ke apartemennya, Telaga tidak kuasa menolak, terlebih wanita itu menjanjikan kerja sama yang sangat menguntungkan. Lalu ketika Telaga keluar dari kamar apartemen wanita itu dan tengah mendapatkan ciuman perpisahan yang begitu panas, Telaga menyadari seseorang memperhatikannya.

Ternyata Miana yang telah berlinang air mata. Telaga benar-benar lupa bahwa Miana sang editor tengah mengasuh salah satu penulis anak yang tinggal di apartemen ini.

Secepat kilat Miana berlari dan Telaga mengejarnya. Namun, pintu lift keburu tertutup.

Jantung Telaga berdebar-debar kencang. Entah kenapa ia gelisah. Mungkin karena kali ini ia hampir kelewat batas. Ia harus menjelaskan pada Miana bahwa ia tidak melakukan hubungan intim dengan perempuan tiga anak itu. Oke, nyaris.

Telaga berlari mencari lift lain dan menemukannya. Ia mondar-mandir di dalam lift selama benda persegi panjang itu meluncur turun.

Sesampainya di lantai satu, ia mencari-cari Miana, namun tidak menemukannya. Miana telah pergi. Ia kembali masuk lift menuju parkiran di basement dan mengemudikan mobilnya menuju rumah kontrakan Miana. Selama perjalanan ia terus-menerus menelepon Miana, namun gadis itu tidak mau mengangkatnya.

Setibanya di rumah kontrakan Miana, gadis itu ternyata tidak ada di sana. Telaga yang mempunyai kunci rumah, masuk dan menunggu gadis itu. Namun, hingga pagi menjelang, Miana tidak kunjung pulang.

Miana tidak ada di mana pun. Di rumah orangtuanya, di kantornya, di rumah teman-teman dekatnya. Miana menghilang.

Dan, untuk pertama kalinya Telaga menangis sejak menjalin hubungan dengan Miana tujuh tahun yang lalu.

🍂🍂🍂

Emerald, 29 November 2018, 15.45
Repost.

MIANADes histoires addictives. Découvrez maintenant