01. Bertemu

20 2 0
                                        

Dia berjalan menghampiriku dan duduk disamping ku. Aku salah tingkah dan pura-pura tidak melihatnya sembari memain telepon genggam ku.
" Apa kabar Lia ? " Suara andreano menyapa ku
Aku melihatnya dan sedikit gugup menjawab pertanyaannya
"Alhamdulillah... ba..ik.. kamu sendiri apa kabar Ano?" balas ku
"Alhamdulillah baik juga" sambil tersenyum dan menjawab pertanyaanku.
Hati ku mulai berdebar. Sudah lama sekali aku sudah tidak pernah melihatnya tersenyum seperti sekarang. Jujur aku rindu saat kita menjadi yang dulu. Memang nyatanya kehendak Allah berbeda dengan apa yang kita ingin kan inilah takdir-Nya.
"Tumben, malam seperti ini kamu keluar, tidak biasanya kamu keluar malam." Tanyanya pada ku
"Iya tadi aku habis membeli buku, lalu kamu sendiri?"
"Ouh seperti itu, kalau aku tadi habis dari rumah sakit."
"Loh, siapa yang sakit ibu?" Jawab ku dengan sedikit terkejut
"Bukan kok, aku hanya tidak enak badan saja."
Aku langsung memegang keningnya tanpa bilang permisi terlebih dahulu karena kepanikan ku. Ya menurut ku Andreano adalah seseorang yang sangat berarti sekali. Ano selama yang aku kenal, tidak pernah sakit sama sekali baru kali ini aku melihatnya sakit. Memang badanya sedikit hangat.
Sembari aku berkata "Maaf aku terlalu khawatir, karena hanya kali ini aku melihat mu sakit"
Jawab Ano "Iya tidak papa lia, hati kamu sungguh baik sekali terimakasih sudah mengkhawatirkan ku."
"Semoga kamu cepat sembuh ya" jawab ku lagi

Tak lama kemudian
TIN .... TIN ..... TIN

Maaf ya jelek cuman iseng kok hehe
Boleh dikoment kurang-kurang nya apa saja
Terimakasih 💓

Hujan Dan KenanganCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang