Nama ku afifah anindya, orang-orang memanggil ku fifah. Sekarang aku duduk dibangku kuliah, baru semester 1, dijurusan pendidikan guru sekolah dasar.
Baru-baru ini aku dikenalin sama mama dengan seorang cowok, cowok yang belum pernah ku temui sebelum nya. Sebenar nya aku sangat tidak suka jika sedang dikenal kenal kan sama cowok begitu, karena aku masih belum terpikir tentang cowok, karena mau tetap fokus kuliah, pengen cepat tamat hehe.
Ya dia bernama dimas, dia seorang laki-laki yang baru ku kenal dan baru kutemui.
"Nak nanti kalau kita udah keteku sama tante dina dan nak dimas kamu jangan cuek-cuek ya, senyum, ramah dan nanya-nanya gitu"
"Iya ma, nanti fifah bakal ramah dan tanya-tanya kok"
🍁🍁🍁
Ketika sampai di restoran, kami menghampiri tante dina dan seorang cowok yang sudah menunggu ku dan mama.
"Ehh jeng via udah dateng, ini ya afifah cantik sekali kamu nak"
"Iya jeng maap ya agak telat hehe" jawab mama.
"Iya tante hehe, tante lebih cantik kok" jawab ku sambil bersalaman.
Ku lihat cowok yang didepan ku hanya diam, dia hanya tersenyum ketika aku memperkenalkan diri.
"Nak fifah kelas berapa?" Tanya tante dina.
"Baru kuliah semester 1 tante" jawab ku.
"Tante kira kamu masih SMA, soal nya muka mu menunjukkan kalau kamu masih SMA, tau nya udah kuliah ya"
"Siapa nama anak mu jeng, kenalin dong" mama menyahut.
"Nak kenalin nama kamu dong sama tante dan nak fifah" kata tante dina.
" iya saya dimas, saya juga baru kuliah semester 1 dijurusan ekonomi bisnis tante, fifah dijurusan apa?" Tanya nya sambil menjawab.
" kalau aku jurusan pendidikan guru sekolah dasar dimas" jawab ku dengan ramah.
Setelah perkenalan singkat itu, kami mulai makan. Mama ngobrol sangat asik dengan tante dina, sedangkan aku tidak berani untuk memulai obrolan dengan dimas. Dan dimas pun hanya diam saja.
"Nak ayo mulai lah ngobrol dengan nak dimas, masa diam saja" mama menyuruh ku
Kami hanya mengobrol sedikit tentang kuliah, tidak banyak obrolan didalamnya, karena kami masing-masing pun masih sangat canggung.
🍁🍁🍁
Ketika sampai dirumah.
"Ma tante dina itu udah lama ya berteman sama mama?"
"Iya udah lama banget nak, mama dan tante dina itu temen dari SD, sampai sekarang. Makanya mama dan tante dina itu sangat akrab, kamu liat tadi kan mama kalau udah ketemu sama tante dina gak bisa berenti ngobrol".
"Iya ma, mama akrab banget tadi sama tante dina. Oh iya ma dimas itu orang nya pendiam ya?" Tanya ku karena penasaran.
"Mungkin lah nak, mama jarang sekali ketemu dengan nak dimas kalau sedang ketemu sama tante dina, jadi mama kurang tau"
Setelah pertemuan itu aku pun tidak terlalu tertarik dengan dimas lagi, karena aku hanya fokus ke kuliah ku sekarang. Memang aku tidak tertarik, tapi sewaktu baru sudah bertemu kemarin aku hanya penasaran kenapa dia begitu pendiam dan sedikit berbicara.
Sekitar seminggu kemudian ada chating yang masuk ke handphone ku dengan nomor baru yang belum pernah ku simpan.
"Assalamualaikum afifah ini nomor aku dimas"
Dia hanya mengirim itu di whatsapp ku, seketika aku jadi deg-degan, bingung juga karena tiba-tiba dia mengirim pesan dan dapat dari mana juga nomor ku?
Aku pun bingung memikirkan nya sampai ketika seseorang datang kekamar ku, dan menjawab semuanya.
🍁🍁🍁
Maaf ya kalau cerita nya jelek, pendek, nggak bagus. Ini cerita pertama ku, sebenarnya aku nggak pede tapi teman-teman ku menyemangati ku terus untuk ngeluarin cerita ini.
Dimohon kritik dan saran nya, terima kasih.😊
YOU ARE READING
Jingga
Teen FictionApakah senja indah karena dia jingga atau merah mawar? Kalau begitu akan ku beri tahu, dia indah karena jingga selalu menemani kapanpun sang senja hadir, walaupun jingga tau dia hanya sebagai pelengkap sang senja. 🍁🍁...
