22.12
Hotel Fransesco - Los Angels
"Aku ada dimana?" Tanya seorang gadis sambil memegang kepalanya yang sakit.
"Baguslah kalau kau sudah bangun. Baby girl." Suara seseorang itu memenuhi ruangan yang ditempati gadis itu.
"Kau!" Suara gadis itu seperti tertahan karena dia sangat kaget dengan seseorang yang berada didepannya.
"Iya, aku. Kenapa? Kau terlihat takut baby girl." Dia pun berjalan menuju gadis itu sambil menunjukan smirk nya.
"Kenapa kau membawaku kesini?!" Tanya gadis itu sambil berteriak.
"Tenangkan diri mu, sayang. Hari ini kita akan bersenang-senang, atau lebih tepatnya aku yang akan bersenang-senang." Ucap seseorang itu sambil mengelus wajah sang pujaan hatinya itu.
"Singkirkan tangan kotor mu itu dari wajah ku!" Gadis itu pun menepis tangan yang ada diwajahnya dengan kasar.
"Wow! Ternyata kau sekarang sudah berani melawan ku. Apa karna si BAJINGAN itu?! Iya?!" Amarahnya pun terpancing karna sang pujaan hatinya sudah berani melawannya dan itu membuatnya muak dengan sifat pujaan hatinya itu.
"Dia tidak BAJINGAN! Kau yang BAJINGAN!" Teriak gadis itu penuh emosi.
PLAK!
Satu tamparan pun mendarat mulus di pipi kirinya.
"Jaga omong kosong mu itu!" Ucapnya sambil menarik rambut gadis itu kasar.
"Sakit." Cicit gadis itu.
"Sakit? Iya?" Yang ditanya hanya mengangguk dengan lemah, karena tarikan di rambutnya yang sangat kuat. "Oke, baiklah." Dia pun melepaskan rambut gadis itu dari genggaman tangannya.
"Kenapa kau membawaku kesini?" Tanya gadis itu sambil menghapus jejak air matanya.
"Membawa diri mu kesini itu bukan urusan mu . . ."
"Bukan urusan aku kamu bilang? Dasar gila!" Potong gadis itu.
"Sudahkan, lagian hal itu tidak penting buat ku." Dia pun duduk diatas kasur yang di tempati oleh gadis itu dan mengeluarkan kain berwarna putih dari saku kemeja putih yang di kenakannya.
"Apa yang akan kau lakukan?! Jangan mendekat atau aku akan berteriak!" Ancam gadis itu.
"DIAM LAH!" Perintahnya.
Gadis itu terus memberontak dari orang yang berada di depannya. Dan akhirnya gadis itu sudah tidak sadarkan diri akibat kain yang menutupi pernapasan nya.
21.00
Kantor Polisi - Korea Selatan
"Tolonglah kami, pak. Gadis kami sudah tidak pulang-pulang dari kemaren, pak." Mohon seorang ibu dan bapak itu.
"Kami akan mengusahakan nya." Jawab sang polisi.
"Mengusahakan nya? Maksudnya itu apa ya, pak?" Tanyai bapak itu tidak terima.
"Tolong ibu, bapak. Bukan hanya ibu dan bapak saja yang mempunya masalah, Negara kita juga punya. Yaitu kerisis keuangan. Jika kerisi keuangan ini bertambah dan terus bertambah, maka Negara kita ini tidak akan aman lagi. Tolong bantu kami." Jelas sang polisi.
"Iya, kami tau itu. Tapi gadis kami? Saya juga minta tolong ke bapak polisi. Tolong cari gadis kami." Isak tangis ibu itu pun pecah setelah mengucapkan kalimat terakhirnya.
"Kami akan mencari putri anda. Info selanjutnya nanti akan kami kabar kan." Putus sang polisi setelah berfikir cukup lama.
"Baiklah kalau begi kami izin mengundurkan diri dulu. Permisi." Pamit ibu dan bapak itu.
YOU ARE READING
My Idol
FantasySebelum baca cerita ini, lebih baik mengikuti akun saya terlebih dahulu. ~•~•~•~•~•~• Hanya menyceritakan sebuah kronologi karena ke-egoisan dari salah satu pihak. Dan membawak mereka kejurang yang sedalam-selamnya. ********** Mau tau lanjutanya S...
