Hijrah dan Cinta

65 5 2
                                        

Jerman, di sinilah aku berada saat ini. Di negara ekonomis terbesar di Eropa yang memiliki lebih dari 150 kastil. Jika kamu pernah mengunjungi Deutschland, kamu pasti tahu bahwa disana lebih dari sekadar menawarkan kota dongeng romantis yang terlihat seperti di buku cerita anak-anak. Sekarang hari terakhirku disana. Saat-saat terakhir aku berada diapartemen yang sangat aku cintai. Meskipun terkesan sederhana dan jauh dari kata mewah, apartemen inilah yang menjadi saksi bagaimana aku melalui hari-hari sulit setelah mengalami peristiwa pahit lima tahun yang lalu, ketika aku duduk dibangku kelas 12 semester akhir.

Dinda Ayu Nurdianah itulah namaku, sekarang aku mengikuti program Ausbildung yaitu kuliah sambil bekerja dinegara Jerman, sudah hampir lima tahun ku habiskan disana, aku mengambil jurusan fashion designer.

Terkadang aku tertawa sendiri melihat diriku yang sekarang, mengapa aku bisa terjerumus kedunia mode? Padahal dulu aku adalah seorang gadis yang sangat jauh dari kata fashionable. Jangankan memperhatikan perkembangan mode, dandan saja aku tidak pernah, make-up? Apalagi. Soal pakaian jangan harap aku tahu brand ternama dunia. Aku tak pernah ambil pusing soal merek, aku hanya tahu menggunakan jeans dan kemeja serta topi. Aku belum mengenal yang namanya hijab dan tentang bagaimana seharusnya seorang muslimah berpakaian.

Begitulah aku dulu, kerasnya hidup yang kualami sejak kecil membuatku tumbuh menjadi gadis yang tomboi. Namun sekarang semua ketomboian itu hilang karena satu peristiwa masa lalu yang diawali dengan kebetulan. Kebetulan dimana dia adalah seorang teman dari Andin sahabatku, namanya adalah Yudi Ali Ramadhan. Awal aku bertemu dengannya, ditempat aku biasa mengabiskan waktu bersama Andin, di kafe two planets. Aku dan Andin sudah sepakat untuk bertemu hari itu, di kafe pada pukul 4 sore. Tetapi rupanya sahabatku itu datang tidak tepat pada waktunya. Lewat setengah jam kemudian, tiba-tiba...

"Hay..Din sorry banget ya telat." Tutur Andin merasa bersalah.

"Oh..udah biasa kok santai aja." Jawabku dengan nada yang sok judes.

"Btw, Din kenalin ini Yudi. Yudi kenalin ini Dinda." Ucap Andin.

"Yudi Ali Ramadhan, bisa dipanggil sayang kalo kamu mau." Goda Yudi seraya mengulurkan tangannya.

"Dinda Ayu Nurdianah, panggil aja Dinda." Jawabku sambil membalas jabatan tangannya.

Pandangan kamipun bertemu, Yudi melempar senyum kepadaku dan akupun membalas senyumannya. Sejak saat itu aku mulai dekat dengan Yudi. Sejak hari itu pula aku menjadi wanita yang lebih feminim layaknya wanita pada umumnya. Karena aku mulai menyukainya, aku ingin selalu terlihat cantik didepannya. Hal yang lumrah bukan jika kita ingin tampil cantik didepan orang yang kita suka? Begitupun aku.

Semenjak dekat, aku dan Yudi sering chattingan setiap ada waktu luang. Membahas hal-hal konyol tentangnya, keluarganya, dan kisah asmaranya dulu. Sikapnya yang humoris membuatku merasa nyaman berada didekatnya. Terkadang di hari weekend kami jalan berdua ditaman, alun-alun, dan yang paling sering di kafe. Dimana kafe itu adalah tempat yang menjadi saksi pertemuan kami.

Satu bulan kemudian aku resmi bepacaran dengan Yudi. Kami seperti pasangan pada umumnya, teleponan sampai larut malam, mengucapkan selamat tidur, dan terkadang kami berbelanja dan setelah itu dia akan memasakan makanan untukku. Alasannya aku tidak bisa memasak.

Pada suatu hari, aku diajak temanku masuk ke sebuah organisasi. Organisasi yang dikhususkan untuk perempuan, organisaisi yang bergerak dalam hal-hal yang berkaitan dengan ajaran islam. Tentang kajian islam, motivasi, keterampilan, dan kesehatan serta bagaimana seharusnya menjadi seorang putri. Organisasi itu bernama "keputrian". Karena aku ingin menjadi perempuan yang lebih baik, ingin menjadi wanita yang sempurna, terlebih didukung dengan adanya Yudi saat ini. Aku ingin selalu menjadi wanita yang diinginkan oleh Yudi, karena Itu tanpa berfikir panjang aku memutuskan masuk ke organisasi tersebut.

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Nov 17, 2018 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

Hijrah dan CintaWhere stories live. Discover now