inSIDE

20 4 0
                                        

" Kamu tau, kalo ada gadis kecil cantik disini?"
Dia hanya diam, melihat kedepan tanpa menghiraukan laki-laki disampingnya.

"Ah.. kamu jangan diam saja! Baiklah. Perhatikan bunga yang didepan mu"

Bagaimana bisa dia mengikuti kata anak lelaki itu. Ditatapnya lah bunga itu.

'Bunga melati dan mawar. Sangat cantik'
batin gadis itu
"Kamu pasti memikirkan kalau mereka cantik kan?" Tebak anak itu. Bangun dari duduknya dan meraih satu dari kedua bunga itu.

"Lihat, aku berdarah" sambil menunjukkan jarinya. Gadis itu menoleh pada anak lelaki itu
'Untuk apa kamu memperlihatkan itu padaku?'
Batin gadis itu kembali .

"Mawar memang berduri dan membuat jariku berdarah, tapi satu yang kamu tau. Meski begitu, bunganya tetap indah untuk dilihat.
Tanpa memperdulikan bagaimana tubuhnya. Semua orang tetap memandang cantik. Bukan begitu"
Gadis itu pun melirik anak lelaki itu. Bagaimana seorang yang mungkin seumuran dengannya ini bisa berpikiran seperti ini?

Dia pun berdiri dan pergi meninggalkan anak lelaki itu. Sadar jika gadis itu mulai jauh darinya, dia ingin mengejar gadis itu namun jika dilihat lagi. Sepertinya gadis itu tidak suka padanya.

"Kamu tidak mau tau cerita dari bunga melati?" Teriaknya, gadis itu sempat berhenti dan menoleh kebelakang. Segurat senyum terlukis dibibir anak lelaki itu dan hanya sebentar gadis itu kembali berjalan.

'Suatu hari nanti akan ada saat nya, kita bertemu lagi. Entah bagaimana pada saat itu. Ahh, apa aku terlalu dewasa berpikir seperti orang dewasa' kekeh anak lelaki itu dan menatap gadis yang sudah mejauh itu..

📛📛📛📛📛📛📛📛📛📛📛📛📛📛📛📛📛

12 tahun kemudian...

22.00pm

Ramai suasana kota jakarta pada malam, emang keunikan sendiri bagi gadis 20 tahun ini. Baru pulang dari tempat kerjanya menaiki sebuah taksi, membuat lelah dan ingin cepat segera pulang kerumah.
Bayangan terlintas bagaiman enaknya, merebahkan diri ketempat tidurnya itu.

Beberapa saat sampai dia disebuah rumah minimalis berwarna coklat. Tidak mewah memang tapi cukup untuk dirinya tinggal sendiri. Keluarga? Kalian akan tau sendiri.

Sebuah cermin besar menjadi objek pertama yang dia hampir setelah menaruh tasnya sembarang diatas sofa.

"Bagaimana hari ini? Lelah? Mau ku gantikan kamu?"
"Cukup lelah! Tidak. Terima kasih atas tawaranmu, namun aku sedang tidak berminat untuk melakukan itu."
"Wah, kau menolak ku? Hahahaha hebat gadis kecilku sudah makin dewasa."
Tawa itu terdengar mengerikan lebih meremehkan gadis itu.

"Lantas kenapa? Kamu ingin melakukan itu lagi. Setelah aku jauh dari mereka, kamu ingin hidupku jauh lebih menyakitkan lagi? "

Nada marah mulai terdengar dari mulut gadis itu, didepannya hanya terkekeh menatap gadis itu.

"Hanya itu. Hanya itu yang bisa aku lakukan."

"Berhentilah!! Pergi!! Cukup itu. Mudahkan. Tinggal selama bertahun-tahun tidakkah membuat mu bosan? aku tidak hanya bosan, bahkan aku muak dengan kamu"

"Diamm!!!! Cukup. Aku tidak akan pergi kemanapun, karena apa yang aku inginkan belum bisa ku dapatkan"

"Tidak pernah mengatakan apa yang kamu inginkan, apa bisa jadi alasanku untuk tetap mempertahankan kamu tinggal? Aku punya banyak alasan mengapa aku ingin kamu pergi dari sini!"

Air mata sudah mengalir dari kedua matanya itu. Apa yang bisa dilakukan? Menahan ini selamanya?

"Karena kamu, aku dianggap gila sama orang lain. Karena kamu, aku tidak pernah punya percaya diri saat orang menatapku. Karena kamu, aku jauh dari mereka. Karena kamu juga...." ucapan gadis itu terhenti dan menatap dia.

"Karena kamu- hiks.. aku hidup seperti- arghghhhhhhhhhhhhhh"

Dia mengambil vas bunga dari atas meja dan melemparkan nya kecermin itu.
Berteriak, menangis tidak akan membuat tenang pas saat itu.
Apapun yang dia lakukan kedepannya tidak akan mengubah apapun. Walaupun dia sudah memecah ribuan cermin.

To be continue 😍

Ps.
Aku baru dalam hal bikin cerita.. kalo ada typo atau kesalahan tanda baca. Mohon dimaafkan ya..
Dukungan dari yang baca sangat berharga😂

Dan makasih sama temen aku @rayhidayata yang bikin aku covernya.
Oh iya... dalam cerita ini. Gak ada POV,
Jadi cerita ini, ada peran utamanya tapi ....
Di chapter lain aku akan jelasin mksudnya..
Thank you...

inSIDEWhere stories live. Discover now