Part 1 : Yeonji

9 1 0
                                        

Malam hari biasanya hanya akan ada
kesunyian dan ketenangan.
Karna semua orang akan tidur lelap
Untuk menghilangkan penatnya kegiatan yg ia jalani spanjang hari tadi.

Namun berbeda dengan yeonji yg iya
lakuan adalah menjerit sambil
memohon kepada seseorang.

"Aku mohon sudah
sakit..hiks..hiks..hikss hen..tikan sakit
Iya terus memohon sambil terisak.
Semua orang yang mendengar itu hanya diam tak berani menolong,
Mereka hanya bisa ikut menangisi
Nona mereka itu.

Iya mereka adalah para pelayan yg
Ada di rumah yeonji.
Kim yeonji anak dari seorang Jeon donghe dan Kim yojeong.
Dia sedang disiksa habis2san saat ini.

Iya tak tau apa yang dia lakukan hingga pria brengsek itu menyiksanya.
Catsss..Catsss..Catss..Catss..
Suara cambukan terus menggema di dalam rumah mewah milik keluargnya itu " Akhhh! Hen..hiks..tikan ayah ku..hiks..mohon
Su..hiks..dah" dia terus terisak dalam
Siksa ayah kandungnya tersebut.

Iya,yg menyiksa gadis jitu adalah ayahnya sendiri.
Jika kalian tanya kenapa?jawaban nya karna gadis itu yeonji selalu menentang ayahnya.

Yg sangat mengekang dan memaksakan kehendaknya, tampa perduli perasaan orang lain.

Itu sebap nya ibunya kabur dan meninggalkan ayahnya itu.
Kenapa ibunya tak membawanya?dia juga tidak tau apa alasan nya.

Tapi tepuk yakin pasti ada alasan kuat yg membuat ibunya pergi tampanya.

"Kau pesikopat sialan! Pantas saja ibuku pergi darimu bajingan!akan ku balas kau nanti,aku sudah cukup menangis!"

"Yakk!pembangkang! kau berani berkata begitu pada ayah mu hah!?"

"Tentu saja!aku berani!kenapa hah?!"

CATSsss........
Sebuah cambukan kembali melayang di tubuh mulus yeonji,kali ini dia sudah tak menangis hanya diam bagai  patung hingga ayah nya puas
mencambuknya dan keluar dari ruangan khusus untuk ruang penyiksaan dirinya itu.

para pelayan yg melihat tuan nya sudah keluar dari ruangan itu buru2 masuk kedalam
Dan menolong nona mereka.

Mereka menemukan yeonji pingsan
Di lantai dengan baju robek bekas cambukan.
"Nona2 bangun nona hiks..hiks..hiks..Maafin kami gak bisa bantuin nona"kata pelayan senior.
Dia berkata lagi
"ayo bawa nona kekamarnya sekarang".

"Baik ketua" ucap pelayan junior.

Sesampainya dikamar yeonji pelayan senior itu membuka pintu kamar yeonji dia sedikit bernostalgia dengan  kamar itu.dulu kamar yg penuh kecerian,boneka dan warna cat yg cerah sangat identik dengan gadis remaja pada umumnya.

namun,semenjak ibu disitu pergi ia berubah 180° dari sebelumnya kamar nya kini bagai kamar seorang namja yang penuh kegelapan

Ops! Esta imagem não segue nossas diretrizes de conteúdo. Para continuar a publicação, tente removê-la ou carregar outra.

namun,
semenjak ibu disitu pergi ia berubah 180° dari sebelumnya kamar nya kini bagai kamar seorang namja yang penuh kegelapan.

"Hah"pelayan senior itu mendesah pelan lalu kembali berkata "letakkan nono muda di kasurnya biar aku yg tangani kalian lanjutkan saja pekerjaan kalian"

Ops! Esta imagem não segue nossas diretrizes de conteúdo. Para continuar a publicação, tente removê-la ou carregar outra.

"Hah"pelayan senior itu mendesah pelan lalu kembali berkata "letakkan nono muda di kasurnya biar aku yg tangani kalian lanjutkan saja pekerjaan kalian".
setelah meletakkan yeonji mereka pergi sambil memandang sanyu pada tubuh yeonji  yg terdapat banya bekas cambukan.

*yah kasian sekali nona* batin salah satu pelayan junior.

setelah semua pelayan pergi pelayan
Senior mulai membuka baju nonanya  itu .
"Ssssss..akhh" tepuk mendesis kala kain bajunya itu menyentuh bekas cambukan di punggunya itu.

akhh" tepuk mendesis kala kain bajunya itu menyentuh bekas cambukan di punggunya itu

Ops! Esta imagem não segue nossas diretrizes de conteúdo. Para continuar a publicação, tente removê-la ou carregar outra.

"Maaf nona saya tidak sengaja"
panik Pelayan senior itu.

"Akhhhh..ssss..tak apa apa kok bi" ia mengucapkan sambil tersenyum menunjukan dereta giginya yg rapi seolah tak ada yg perlu di kawatirkan.

"Nona tolong jangan tersenyum begitu saat kau harusnya menangis"
Ucap pelayan senior Sambil menahan tangisnya.

"Sudahlah bi aku tak apa sungguh" ucap yeonji meyakinkan pelayannya itu.

"Baiklah sini bibi oleskan salep agar lukanya cepat kering" ucap pelayan senior sabil membuka tutup salep yg di pegangnya.

"Baiklah pelan2 ya bi sakit"
"Iya kesayangan bibi" dan mereka tertawa bersama.

Setelah selesai di obati lukanya akhirnya dia bisa tidur juga.
Pelayan senior yg melihatnya
tersenyum sambil mengelus sayang surai coklat nona nya tersebut.

"Masih kecil tapi kau sudah sangat menderita..hah..andai aku bisa mengambil beban mu itu nona"
Gumam pelayan senior sambil berjalan keluar dari kamar yeonji.

.
.
.
.
.
.
.
Bersambung.......
.
.
Gimana menurut kalian tentang cerita ini?😁
Aku berharap kalian suka,tapi kalo gak juga gk papa.hehe
Jangan lupa kasih bintang 🌟dan komentarnya💬tentang karangan ku.
Salanghaeyo :)

author : mochi 😎

You are My Best Friend Histórias para pegar e não largar. Descubra agora