Pernikahan.
siapa yang tidak ingin menikah? kala dan chanyeol juga ingin menikah. Dua muda mudi itu punya rencana menikah sendiri-sendiri. Chanyeol ingin menikah setelah masa magangnya sebagai dokter selesai, sedangkan kala setelah berhasil memiliki klinik sendiri.
Tapi, keadaan membuat keduanya memutar otak kembali. mereka ditakdirkan untuk dijodohkan dan menikah di usia yang sangat muda. jauh dari ekspektasi masa depan gemilang mereka.
" menikah? dengan kala? wae?" tanya Chanyeol dengan wajah kaget memandang kedua orangtuanya. Mereka sedang bersiap-siap menuju sebuah hotel mewah di seoul untuk makan malam bersama keluarga kala dalam rangka membicarakan perjodohan mereka.
"Eomma pikir kau menyukai ide ini", ungkap ibunya sambil tersenyum.
"Kau tidak menyukai kala?" kali ini, pertanyaan itu datang dari ayahnya.
chanyeol memejamkan mata sebentar sebelum membalas pertanyaan ayahnya. " bukan masalah menyukai kala atau tidak, Appa tapi masalah masa depanku."
" Ada apa dengan masa depanmu?" tanya ayahnya lagi.
"Bagaimana aku menghidupinya sedangkan saat ini saja aku masih di tahun ketiga kuliah kedokteranku?" seru chanyeol tak habis pikir, tapi ayah dan ibunua hanya tertawa kecil.
"Kami dan orangtua kala akan terus menghidupimu dan kala sampai kalian siap membiayai kehidupan keluarga kalian sendiri nanti, " balas ayah Chanyeol ringan seolah tak memberi kesempatan untuk putranya itu menolak keinginannya.
Chanyeol tak bergerak dengan posisi kedua tanggan di pinggang. Ia menggigit bibir bawahnya, tak tahu lagi apa yang harus dirinya katakan kepada ayahnya itu.
"Ini demi appa dan eomma, juga orang tua kala." ayahnya menepuk bahu Chanyeol pelan, sedangkan ibunya kini tengah menatap Chanyeol dala dan penuh harapan.
"Iya, aku tahu. Tapi kenapa harus dalam waktu dekat ini?" Chanyeol mulai menyerah. Ia benar-benar tidak bisa mendengar kata-kata 'demi eomma dan appa' dalam hidupnya. Iya, ia anak yang sangat berbakti pada kedua orangtuanya dan memang sebaik itu.
Kedua orang tua chanyeol saling menatap, lalu keduanya mendekat, membawa chanyeol untuk duduk di tempat tidur mereka.
" kami berempat sudah memikirkan ini matang-matang," ungkap ayahnya, dan chanyeol hanya duduk menunggu kelanjutan dari kata-kata ayahnya itu. " Ryu Tama hanya ingin melihat putrinya menikah dalam waktu yang dekat karena dia harus segera kembali ke jepang untuk pengobatannya."
" pengobatan ? aku tidak mengerti." Chanyeol mencari jawaban dari ibunya. " kala Appa sedang sakit, sayang. bukan sakit yang mudah untuk diobati." ibu Chanyeol mengembuskan napasnya pelan. Ia terlihat sedih. "Hanya kau yang dia percaya untuk menjaga kala."
Chanyeol mengerjap beberapa kali berusaha mencerna keadaan sebaik mungkin. "kala tahu akan hal ini?"
Ayahnya menggeleng, raut wajahnya tak kalah sedih dari ibunya. " sebaiknya tidak."
Dan, Chanyeol pun sadar ia harus bersiap menerima penjelasan bernada persuasif yang lebih panjang.
Kata demi kata yang kedua orang tuanya jelaskan saat di rumah tadi masih terngiang di kepala Chanyeol. Dirinya paham bahwa orangtuanya sudah bahu-membahu untuk membuatnya mengerti akan keadaan ini, namun penjelasan-penjelasan itu terasa sangat menganggunya. Terlebih, saat kala dan kedua orangtuanya sidah tiba di hotel. Orang tuanya baru saja menyambut orangtua kala, sedangkan dirinya sendiri dengan kala hanya saling tatap. pasahal yang terjadi sebenarnya, Chanyeol tidak sanggup menatap kala.
"Jas baru?" tanya kala pada Chanyeol saat mengambil tempat duduk tepat di depannya.
"tidak juga," balas Chanyeol singkat. Yang ia baca dari bagaana sikap kala saat ini adalah, kala sama sekali belum tahu maksud dan tujuan dari makan malam keluarga mereka kali ini.
Dan, dugaan Chanyeol mengenai kala tepat sekali saat melihat perubahan raut wajah gadis berambut sepunggung itu setelah ayahnya menjelaskan maksud pertemuan ini. Hanya para orangtua yang terlihat senang. Chanyeol masih abu-abu, sedangkan kala tak banyak bicara hingga waktunya pulang. Meski begitu, Chanyeol bisa melihat rasa kecewa dan bingung di balik sorot mata kala.
Diperjalanan pulang pun, kala tak bicara itu yang membuat Chanyeol sedikit cemas dan...canggung. Mereka hanya berdua di mobil, hasil ulah ayah dan ibunya juga orang tuanya kala yang menyuruhnya mengajak kala pulang bersama.
"kala-ya," panggil Chanyeol akhirnya.
kala tidak menoleh, tapi menghela napas kasar. " kau sudah tahu semua ini dari awal kan?". kali ini, ia mengarahkan tatapannya pada Chanyeol.
"Ya, tadi sebelum berangkat," balas Chanyeol jujur.
"Kau menerima keputusan mereka?" tanya kala lagi.
Chanyeol terdiam, tam tahu harus menjawab apa.
"ceye-ya, kita masin muda, dan kita tidak hiduo di Era Joseon lagi! PerjodohN adalah hal gila," ungkap kala. Ia menggelengkan kepala, tidam percaya dengan apa yang sedang dihadapinya, lalu terdiam lagi.
Lalu lintas kota Seoul cukup ramai saat malam minggi seperti ini, membuat perjalanan pulanv mereka memakan waktu lebih lama dari pada yang seharusnya. Chanyeol terdiam cukup lama setelah percakapannua dengan kala terakhir kali, begitu juga dengan gadis iti. Dalam diamnya, Chanyeol kembali mengingat alasan ia akhirnya mau menerima perjodohan ini, Chanyeol merasa iba dengan kala. Dan lagi, kepercayaan yang di berikan ayah kala kepadanya juga sangat besar. Tentu, hatinya masih berat menerima semua ini, tapo dia sendiri merasa seperti tidak memiliki pilihan lain. Sesungguhnya, Chanyeol bingung dengan aoa yang hatus dirinya lakukan selanjutnya.
"Ryu Kala," panggil Chanyeol kemudian.
"Ehm?" balas Kala sambil memperbaiki posisi duduknya.
pandangannya sudah kembali ke jalan, dan sesekali ia menyentuh wajahnya.
Kala menangis? Apa ia benar-benar menolak Perjodohan ini?
"Aku ingin kau memikirkan hal ini kembali," minta Chanyeol hati-hati, takut Kala bertambah kesal kepadanya. Tapi, Kala justru mengangguk tanpa memberi banyak jeda waktu apa lagi menyanggah.
"Akan aku pikirkan."
Jawaban Kala benar-benar tidak seperti yang Chanyeol bayangkan. Lebih mengejutkan lagi, saat keesokam hati ibu membangunkannya dengan wajah semringah, dan ia mendapati ibunya membawakannya kabar bahagia bahwa Kala bersedia menikah dengannya. Chanyeol ingin bertanya kepada kala mengenai keputusan gadis itu, tapi saat dihubungi, gadis itu menolak mentah-mentah untuk bertemu hingga hari pernikahaan mereka datang. Chanyeol masih penasaran apakah kala benar-benar setuju. Ia juga ingin memastikan apakah Kala benar-benar akan baik-baik saja dengan pernikahan mereka nanti.
Seiring dengan rasa penasaran Chanyeol, waktu pun berjalan danembawa kita ke dalam lika-liku kehidupan pernikahan Chanyeol dan Kala yang akan segera dimulai.
YOU ARE READING
we got married
Fanfictionsiapa yang tidak ingin menikah? kala dan chanyeol juga ingin menikah. Dua muda mudi itu punya rencana menikah sendiri-sendiri. Chanyeol ingin menikah setelah masa magangnya sebagai dokter selesai, sedangkan kala setelah berhasil memiliki klinik send...
