"Maaaa...Paa.....jangan tinggalin Cetta.Cetta takut tidul sendilian!"
"Maa...pa..temenin Cetta main.Cetta nggak mau main sendilian"
"Mama lagi sibuk. Abang Azkar lagi sakit"
"Papa lagi sibuk kerja. Sana main sama Bi Siti "
"Maaa.....Cetta mau di suap in kaya abang Azkal."
"Kamu kan punya tangan. Bisa makan sendiri kan? Kalo nggak bisa minta di suap in Bi Siti sana"
"Bang Delyo....temenin Cetta tidul. Mama sama papa lagi nemenin bang Azkal "
"Maaf dek.. Abang Delyo mau nganterin makanan ke kamar bang Azkar. Bang Azkar kan lagi sakit"
"Bang Gio suapin Cetta makan!"
"Kamu kan udah gede. Udah 1 tahun kan? Makan sendiri kan bisa?Bang Gio lagi nyuapin Bang Azkar"
Terlihat wajah tampan laki laki itu di penuhi dengan bulir-bulir keringat. Wajahnya terlihat gelisah dan pucat.
Hingga
Kringggg.....
"Hah...Hah....Ck sial mimpi itu lagi" Sontak laki-laki itu terbangun karena mendengar suara jam yang berada di atas nakas. Laki-laki itu meremas seprei kasur kamarnya kuat kuat.
"Kapan kejadian itu hilang di pikiran gue?" Gumam laki-laki itu.
TBC
UDAH ITU AJA DULU
JANGAN
LUPA
VOTE
AND
COMENT
KAMU SEDANG MEMBACA
P A I N F U L
RandomDibalik kebengalan dan keras kepala sang Cetta Adry Runako Abqari terdapat sejuta luka. Luka yang selalu di dapati-nya dari ke dua orang tuanya. Entah itu luka fisik maupun luka batin. Cetta sudah terbiasa untuk mengalah Cetta sudah terbiasa mendap...
