Teruntuk senjaku,
Diantara malam denganmu, aku curahkan marah dan kecewaku.
Diantara gelap datang, kau persembahkan kehampaan dan kusisihkan waktu menemanimu.
Menyisihkan sedikit kesedihan dan siap menyiapkan sesuatu baru.
Lalu aku berjalan jatuh gelap tak berpegang tangan.
Melalui batas waktu seperti masa kecilku tenggelam dalam diam.
Lalu aku menangis.
Benarkah jawabmu ?
Hal indah sepertimu menggelapkan hatiku.
Tertunduklah aku dalam hitam mu yang semu.
Lalu memudar dan menghilang.
Lantas rapuhku kau pandang tak tega.
Bahkan kau selimuti tubuhku dan menyisihkan malam gelap tak berujung.
Lalu lenyap dalam mimpi indah akan kunanti.
