.
.
.
Menjadi buronan polisi
itu menyenangkan.
Terutama ketika polisi yang
mengejarmu itu tampan
dan menawan.
.
.
.
Suara sirine polisi terdengar
begitu nyaring dari arah
belakang. Disusul dengan
tembakan peringatan yang
diberikan oleh salah seorang
polisi disana.
Taehyung dengan wajah pucat
pasinya menggoyang pelan
bahu kiri Jimin.
Berusaha menyadarkannya
bahwa mereka sedang dikejar
oleh beberapa mobil polisi.
"Kau gila—mereka bisa saja
menembak ban mobil kita
sekarang juga!"
Mendengar omong kosong
tersebut Jimin terkekeh pelan.
"Mereka tidak mungkin melakukan
itu, jika kita mati justru
mereka yang akan menjadi
buronan polisi lainnya."
Dengan seluruh kepolosan
nya Taehyung mengangguk
pelan.
Kemudian mengambil satu
bungkus snack kesukaannya,
menawari Jimin sebentar
sebelum akhirnya memakan
satu bungkus itu sendirian.
Hampir setengah jam mereka
kejar - kejaran seperti itu.
Jimin dengan begitu gesitnya
melarikan diri dari tangkapan
para polisi.
Namun sialnya ia salah mengambil
rute jalan. Rute yang ia lewati
saat ini sedang menuju ke arah
jalan buntu.
"Sialan! Kenapa harus ada jalan
buntu disaat - saat seperti ini
ya tuhan,—"
Hentakkan kasar ia berikan
pada pintu mobilnya yang
memang baru saja ia tutup.
Helaian surai birunya ia
tarik dengan sangat kasar.
Berusaha berpikir keras,
merencanakan cara lain untuk
lolos dari kejaran para polisi.
"Mencoba bermain dengan
kami ya?—"
Sebuah suara terdengar
beriringan dengan keluarnya
seorang polisi dari salah
satu mobil.
"Menyerahlah dan hukuman
yang kami berikan tidak akan
seberat yang kau pikirkan."
Ucap polisi lainnya seraya
menyiapkan dua buah
borgol yang memang selalu
dibawanya kemana pun.
Terlalu lama berpikir membuat
Jimin tidak sadar bahwa saat
ini mereka berdua tengah
dikepung oleh beberapa mobil
polisi.
Taehyung yang baru saja
menyelesaikan acara makan
snacknya keluar dengan
begitu santai dari mobil.
Menatap bingung ke sekeliling
ketika beberapa polisi
menatap tajam ke arahnya.
"Oh—kita sudah tertangkap ya?"
"Belum."
Tepat setelah mengatakan
itu Jimin melompat cepat ke
atas kap mobil polisi terdekat
dan masuk ke salah satu
mobil yang terparkir jauh
dari para polisi.
"Polisi - polisi bodoh itu tidak
akan bisa menangkapku kali ini."
Kembali terkekeh ketika menyadari
otak pintarnya bekerja dengan
sangat baik disaat - saat seperti ini.
"Mungkin mereka tidak bisa,—"
"Pengecualian untukku.
Menyerahkan diri manis?"
Jimin membulatkan kedua
bola matanya terkejut saat
mendengar sebuah suara
berat dari jok belakang.
Secepatnya ia mencoba
membuka pintu mobil disana
namun gagal.
Polisi itu sudah berpindah
tempat di jok depan dan
menempelkan pistolnya
tepat di kepala Jimin.
"Tembak saja, omong - omong
aku memegang kendali
mobil ini loh."
Bangga dengan posisi duduknya
yang berada di jok pengemudi.
Dengan angkuhnya polisi
tersebut menunjukkan pada
Jimin kunci mobil yang
memang sudah ia cabut
dari tempatnya sedari tadi.
"Ayo masuk penjara?"
.
.
.
Jimin nakal.
YOU ARE READING
Bribery
Fanfiction[ on going ] -- kerjasama antara buronan dengan kepala polisi © nickelojeon
