"Seokjinnie.. Aku sudah memperhatikanmu sejak lama.." Seokjin memandang tidak percaya pada pemuda dihadapannya..
Kim Taehyung..
Anak dari ketua mafia yang terkenal di Korea..
Meski mafia adalah gambaran seram yang orang-orang biasa ketahui, tapi Taehyung tidak bisa dikatakan seram..
Anak itu imut, senyumannya sangat lugu dan manis, siapa saja yang melihat keimutannya pasti akan jatuh cinta dan rela melakukan apa saja untuk melindungi si pangeran kecil..
Tapi itu tidak berlaku bagi Seokjin..
Pemuda culun berkacamata itu lebih memilih menjauhi si imut Taehyung karena tidak ingin jadi salah satu dari sekian orang bodoh yang mau menjadi budak Taehyung..
Tak apa jika akhirnya Seokjin tidak punya teman..
Setidaknya dia bahagia..
Itu yang Seokjin pikirkan hingga sekarang..
Pemuda manis yang selalu dihindarinya mendadak menariknya ke atap sekolah, dan dengan wajah bersemu malu menyatakan ketertarikannya pada Seokjin..
Apa-apaan?
"Euumm.. Tuan Kim, sepertinya kau salah orang.. Tidak mungkin kau tertarik dengan pemuda culun seperti aku.. Sangat tidak mungkin.." kedua tangan seokjin memeluk tas sekolahnya..
Kepalanya menggeleng kuat, mencoba membuat Taehyung sadar dari kebingungannya..
"Seokjinnie.. Jangan panggil aku tuan Kim.. Panggil aku Taehyungie seperti yang lainnha saja.." telunjuk kanannya Taehyung letakkan didepan bibirnya..
Semu diwajahnya bertambah merah..
Bertingkah seimut mungkin, mencoba memikat Seokjin seperti yang lainnya..
Seokjin hanya memandangnya dengan tatapan takutnya..
"Tidak.. Kau pasti salah orang.. Maafkan aku.. Aku harus pulang sekarang.." baru saja Seokjin akan meninggalkan tempatnya sekarang, Taehyung sudah menarik belakang bajunya..
Melempar tubuhnya ke dinding..
Mencengkram kerah kemeja sekolahnya dengan sangat kuat..
Tatapan mata yang berbinar imut berubah tajam menusuk..
"Gagal ya?" suara manisnya berubah dalam..
Membuat Seokjin merinding setelah mendengar suara asli seorang Kim Taehyung..
"A... Apa maksudmu?" sial...
Seokjin mulai merinding dibuatnya..
"Aku sudah tertarik padamu sejak awal.. Kau berbeda dengan gadis dan pemuda lain yang selalu mengelilingiku.. Mereka selalu memperlakukanku seperti adik kecil yang harus mereka selalu lindungi.." tatapan matanya melunak, suaranya melembut..
Kembali pada mode imut lagi..
Seokjin malah merinding melihatnya..
"Kau manis, memiliki aroma tubuh yang sangat manis.. Aku menyukaimu.. Awalnya aku pikir dengan menjadi temanmu aku bisa memilikimu.. Tapi ternyata aku gagal ya?" Seokjin menciut..
Melihat kembali senyum malaikat Taehyung yang terganti dengan senyum iblis membuatnya sedikit takut..
Apa Taehyung akan menyuruh salah satu dari anak buah ayahnya untuk membunuhnya jika ia menolak berteman dengan Taehyung?
Seokjin tidak mau mati muda..
Tapi ia juga tidak mau berurusan dengan pangeran imut sekolah Kim Taehyung..
"Baiklah.." Taehyung menyisir rambutnya dengan tangan.. "Aku akan memperkosamu..."
Apa yang..
Dengan cepat Taehyung membalik tubuh Seokjin..
Menjepit tubuh tinggi Seokjin antara tubuhnya dengan dinding..
Melepas kancing celana Seokjin, memasukkan tangan kanannya kedalam celana, menerobos celana dalam Seokjin..
"Tuan.. Aahh.." mengurut penis lemas Seokjin..
Menggelitik lubang kencingnya..
Menelusupkan telunjuknya kesela-sela kulit penis Seokjin..
"Hen.. Euummhh.. Tikan tuannhh.." Seokjin mulai menggeliat tak nyaman..
Wajahnya mulai memanas, tatapannya mulai sendu..
Lutut Seokjin mulai bergetar hebat, tenaganya terkuras untuk menahan sensasi geli yang Taehyung berikan melalui permainan jemarinya pada penis Seokjin..
Taehyung tersenyum menang saat merasakan penis Seokjin yang membesar ditangannya..
"Kau menyukainya ya?" sebelah tangannya menurunkan resleting celananya..
Menelusuk masuk, mengeluarkan penis tegangnya daei sarangnya..
"Aahh.. Tuan Kim.. Euummhh.. Kumohon..." Taehyung membuka sebelah pipi bokong Seokjin, menyelipkan penis besarnya kedalam lubang anus si pemuda berkacamata..
Mendorong naik pinggulnya, memaksa penisnya masuk kedalam lubang Seokjin yang kering..
"Aahh... Sakit.. Tuan Kim.. Sakit.. Hentikan.." kedua mata Taehyung memejam, menikmati pijatan yang diberikan oleh dinding kering Seokjin..
Nikmat..
"Jangan harap.. Kau sudah menolak berteman denganku Kim Seokjin.. Nikmati dan mendesahlah.." semakin mendorong naik pinggulnya..
Menanamkan penisnya semakin dalam..
Seokjin membuka mulutnya, berteriak tanpa suara..
Air mata sudah meluncur di kedua sudut matanya..
Rasanya sakit...
Perih..
Panas..
Tubuhnya terasa dibelah oleh Taehyung..
Sangat sakit..
"Aaahh.." Taehyung mendeasah saat penisnya sudah masuk kedalam lubang Seokjin..
Ada cairan yang Taehyung rasa mengalir dari dalam lubang Seokjin..
Penasaran..
Taehyung keluarkan sedikit batang penisnya..
Kepala menunduk, mencari tau apa yang membasahi batang penisnya..
Ouw..
Darah..
Senyum miringnya mengembang..
Mengangkat kembali wajahnya, meletakkan dagunya pada pundak kiri Seokjin..
"Kau nikmat.. Seokjinnie.." perlahan mulai menggerakkan pinggulnya..
Menggaruk dinding anus Seokjin, membuat Seokjin mendesah hebat..
Sedikit mengabaikan rasa sakit akibat sensasi geli yang Taehyung berikan pada dinding anus juga penisnya..
Suara desahan Seokjin, erangan Taehyung dan benturan kulit keduanya mulai nyaring terdengar diatap sekolahan..
Untungnya ini sudah jam pulang, tidak ada siapapun di sekolah..
Setidaknya tidak ada yang melihat sang dominant Kim Seokjin yang sedang di gagahi oleh seorang yang katanya submissive Kim Taehyung..
Jika tau akan seperti ini jadinya..
Seokjin menyesal sudah bersikap acuh tak acuh akan keberadaan si iblis imut Kim Taehyung..
Amoolov leekimrose Moniiktaejin_12
Selamat membaca...
Luv you.. 💜💜💜
Bersambung...
VOUS LISEZ
Fake Bottom (TaeJin version) √bottom Seokjin {END}
FanfictionKarena sudah ada versi JimJinnya.. Deskripsi tidak dibutuhkan.. Tapi jalan ceritanya berbeda.. Masa mau copast doang sih.. Kan gak aciikk.. Cukup peringatan bagi anak yang masih dinawah standar SNI.. Mengandung adegan 18+..
