1: First

13 0 0
                                        

"Ngel, aku mau ngasih ini sama kamu" ucap Jennie kepadaku sambil menyodorkan sebuah surat undangan ulatah Jennie yang sudah dihiasi oleh Pita Pita berbentuk bunga. Aku mengambil surat undangan itu. "Undangan Ulatah kamu ya?" Tanyaku sambil melihat lihat undangan itu. "Iya, Besok Malam. Datang ya, kan kamu teman baikku. OK". Aku mengganguk anggukkan kepalaku dengan pelan. " Kamu ndang semua anak-anak di sini" tanyaku sambil melihat sekeliling ruangan. " Iya tapi, aku juga undang yang di luar sana kok. Temanku, Keluargaku. Tapi untuk Ibu Ibu Dan Bapak Bapak Akhiran". Aku dan Jennie pun tertawa terbahak bahak. "Gini, jadi aku ngasih undangan itu keteman temanku, lalu temanku ngasih lagi ke temannya" jelas dia. "Oh

Brkkkk

Tiba tiba suara getaran perut yang merasa lapar akhirnya teriak. Aku langsung melihat keperutku sambil memegang perutku. Suasana disitu dalam sekejap langsung hening.

"Kamu laper ya?"

Alu langsung melihat wajah dia yang keningnya berkerut dengan gairah yang ingin tertawa tapi tak bisa. Aku langsung tersenyum lebar, mataku langsung kusipitkan karena ada rasa malu yang mengganjal.

"Makan Yuk"
Ajak Jennie kepadaku "sebelum purutku bunyi juga sama kamu" aku dan Jenniepun tertawa kembali. Kitapun langsung menaiki mobil masing masing.
Aku menaiki mobilku yang berwarna Merah Hitam mengkilap. Hingga bisa membuat silau mata kalian.

Dalam perjalananku menuju Restoran terhenti karena lampu merah menyala. Sedangkan Jennie yang melaju duluan sudah melewati lampu merah sebelum menyala. Akhirnya aku harus berhenti dan menunggu sampai lampu hijau menyala.

Tiba tiba datang seorang cowok ganteng, gagah, memakai jas hitam dengan kacamata hitamnya dengan mobilnya yang berwarna Hitam mengkilap berhenti dipinggir mobilku. Tapi aku tidak sama sekali memperhatikan dia. Tetapi mataku selalu mengharah kepada dia. Hingga aku selalu melirik dia. Dan akhirnya aku melihat dia. Karena dekat tiba tiba jantungku langsung berdegub kencang. Padahal aku sama sekali tidak mengenal dia. Saat aku memandangi dia, dia langsung menoleh kepadaku. Dia tampak memandangi aku. Aku langsung melihat kearah depan karena malu.

Lampu hijaupun menyala. Dalam mengendari mobilku aku masih tersenyum sambil membayangkan cowok berjas hitam tadi. Karena aku sangat terbayang bayang hingga aku tak sadar bahwa Jennie yang dari tadi nungguin aku udah aku lewati. Saat kulihat dispion mobil. Ternyata mobil jennie ada dibelakangku. Aku memelankan kecepatan mobil. Agar sejajar dengan Jennie.

"Kamu Ngelamun Ya"
Ucap Jennie yang ada dipinggir mobilku. "Enggak Kok" jawabku bohong. "Kamu Gak Sadar Ya, Dari tadi aku teriakkin kamu terus tahu. Tapi kamu gak Noleh, Jawab, Menandakan pun kamu enggak" Ucap jelasnya teriak karena suasana dijalan sangat ramai sekali. Banyak kendaraan yang berlalu lalang disitu.

.

.

.

Aku duduk dikursi yang berhadappan dengan Jennie. Aku mengaduk aduk Jus yang kupesan tadi dengan sedotan. Aku tersenyum senyum sendiri sambil melihat minumanku yang kuaduk.

"Mulai Nih Ketawa ketawa sendiri. Kaya orang Gila tahu kamu itu"

"Enggak, juga kali Jen"

"Kamu Kenapa sih memangnya kamu sakit ngel" Ucapnya sambil menempel nempelkan tangannya di jidatku. "Kamu kenapa sih kok diam terus, makan tuh makanannya tadi kan kamu lapar" ucapnya sambil menusuk stick yang dia pesan. "Jen, Tadi Aku ketemu Sama Cowok di jalan waktu lampu merah"

Khookk

Sedak Jennie. Aku langsung menyodorkan minumannya untuk dia minum. "Huhhhhhh" lega Jennie. Dia pun langsung melipat tangannya dimeja untuk lebih fokus. "Tadi Kamu bilang kamu ketemu sama Cowok?". Tanya dia fokus. Aku membalasnya dengan anggukan. Aku menggigit bibir bawahku.

"Gimana ciri ciri cowoknya?. Ganteng gak?"

"Ganteng Banget Jen, Gagah dengan memakai Jas Hitam, Kacamata Hitam. Dan dia mengendarai mobilnya berwarna hitam. Trusss saat aku ngeliattin dia, dia ngeliatin balik. Jantungku langsung berdegub kencang" Jelasku Kejadian tadi.

"Oh"

"Udah, Jawab Itu Doang"

"?"

"Btw, Diacara kamu ada apa aja?. Seru gak?" Tannyaku sambil memakan Makanan yang tadi kupesan.

"Ya, Kaya Acara gitu aja. Tapi disini ada yang Special. Acara Specialnya adalah 'Tari Topeng'"

"Tari Topeng?"

"Iya, Kaya Yang difilm Fifty Shades Darker. Tapi ini sedikit berbeda. Kalau disana Joget Joget aja. Kalau ini Menari dengan pasangan yang dia cari"

"Maksudnya?"
Tanyaku tidak mengerti sambil menggaruk kepalaku yang sama sekali tidak gatal. Aku memutar bola mataku sambil memikirkan Tari Topeng. "Maksudnya, Nih gini deh kan kamu itu gak ada pasangan. Saat acara mulai, kamu langsung mencari pasangan laki-laki yang tak ada pasangan juga. Setelah menari nanti laki lakinya membuka topengmu, dan kamu membuka topengnya" Jelasnya. "Menurutku itu tidak sama sekali special" Tanyaku sambil membuka tasku untuk mengambil Handphoneku yang kutaruh ditasku. "Ah kamu, Cari aja di Internet, aku lagi malas jelasin. Cape Ngomong" ucapnya sambil meneguk minumannya.

Aku tak meresponnya. Aku membuka layar Handphonenku.


15 Panggilan Tak Terjwab Dari MOM

"Jen, Aku pulang dulu ya. Bokap udah telpon dari tadi. Lagi pula udah jam 3" ucapku sambil memasukan Handphonenku kedalam Tas.

"Yaudah"

"Eh Tunggu Kamu Belum bayar" tahannya sambil memegang tanganku. "Oh, Aku pikir, kamu bakal.... "  pancingku sambil menaikkan tasku kebahu. "Traktir" ucapnya sambil muka sinis. Akupun tersenyum lebar "Yaudah. Tapi nanti malam temanin aku. Buat milih baju untuk nanti" syaratnya sambil melepas tanganku.
"OK. GOODBYE"

"BYE"

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Nov 18, 2018 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

Love Purple MaskedStories to obsess over. Discover now