prolog

24 5 0
                                        

seorang anak kecil  umur delapan tahun duduk di kursi tunggu di rumah sakit sambil menatap pintu bertulisan ruang ICU. Ayah dan ibunya berada di dalam ruang itu, dia ingin masuk tapi sang ayah menyuruh nya menunggu di luar.

tak lama terdengar tangisan dari sang ibu, dengan cemas dia menempelkan telinganya ke pintu tersebut semakin keras tangisan ibunya dia tahu apa yang terjadi di dalam ruangan itu .
Ia mundur perlahan dan berlari menjauh ruangan itu.

ia terus berlari tanpa arah hingga akhirnya kelelahan dan berhenti berlari lalu melihat sekitarnya dan menyadari cukup jauh ia berlari.

anak kecil itu melihat ada rel kereta api disamping nya. ia memutuskan  duduk lalu menyatukan lutut dan menutupi wajah nya, bahunya terlihat gemetar menandakan dia   menangis.
Tak lama muncul sepasang kaki yang berdiri di hadapannya. anak kecil itu mendongak dan melihat seorang gadis kecil diiringi dengan tersenyum manis kearahnya diiringi suara kereta api.

Jamais Vu Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang