-Another Story-

281 26 5
                                        

===Another Story===

Romeo and Juliette...

Sebuah kisah yang sudah tidak asing lagi

Tentang cinta abadi sehidup semati

Namun, apa jadinya jika kisah itu berubah??

===Another Story===

Jika ada yang dapat mengungkapkan lebih dari pada gelar 'si bodoh', maka akulah orang terdepan yang akan menyandang gelar tersebut.

Dihantui penyesalan yang terus menggerogoti jiwa, bahkan tulangpun rasanya sudah tak mampu menopang raga.

Berlari tanpa arah tujuan, berharap akan ada cahaya yang menjemputku menuju tempat yang tenang. Sendiri, tanpa ada bayang-bayang masa lalu, tanpa pernah mengenal dirinya.

"tuan, apa anda baik-baik saja?"

"ngg.." perlahan kubuka kedua mataku, samar-samar kulihat dua orang pria menatapku cemas. Ku dudukkan tubuhku yang sedari tadi tertidur -atau mungkin pingsan?

"saya melihat anda berlari kemudian pingsan didepan pintu" ujar seorang pria berbadan besar, salah satu dari kedua pria tersebut.

Ku edarkan pandanganku. Rasanya aku tidak asing dengan tempat ini. Sebuah gedung besar beratap tinggi dengan banyak kursi berjejer rapi menghadap salib besar yang menempel di dinding, dengan sebuah mimbar dan alkitab didepannya, dan grand piano disebelah kanan mimbar.

"ini di gereja Saint Theresa?" tanyaku, lebih ditujukan pada diriku sendiri.

"iya tuan. Anda tidak apa-apa kan? Apa perlu saya antar ke rumah sakit?" jawab pria tinggi yang sedari tadi memperhatikan.

"tidak usah, aku baik-baik saja, terimakasih bantuannya" aku pun bangkit dari duduk.

Kedua pria itu terlihat melanjutkan pekerjaan mereka.

Tunggu dulu! Bukankah seharusnya mereka mempersiapkan gereja ini untuk acara besok? Tapi kenapa?

"permisi paman, kenapa anda angkut lagi semua barang yang sudah disiapkan? Bukankah ini untuk acara besok?"

"acara pemberkatan pernikahannya tidak jadi dilaksanakan tuan"

"tapi kenapa?" tanyaku, sedikit nada tinggi terselip disana seolah tidak sabar mendengar jawaban atas pertanyaanku.

"maafkan saya tuan, tapi saya kurang tahu alasannya kenapa. Saya hanya diperintahkan atasan untuk membereskan kembali barang-barang ini, saya permisi" pamitnya.

Aku tertegun. Ada apa sebenarnya? Mengapa P' Singto menggagalkan pernikahannya? Apa ini karena aku?

===Another Story===

"sayang, bagaimana gereja ini? Sungguh indah bukan?"

"iya P' Sing, gereja ini begitu indah. Rasanya begitu damai berada didalam sini. Pasti akan terasa hikmat bila mengucapkan janji suci pernikahan disini"

"begitu ya? Bagaimana kalau kita mengucapkan janji suci kita disini juga?" Krist berbalik cepat, terkejut mendengar penyataan yang baru saja Singto ucapkan. Singto segera menghampirinya dan memeluknya erat. Tanpa Krist tahu, kekasihnya mengalungkan sebuah kalung berliontin dua cincin emas putih bertahtakan berlian indah.

"maafkan aku sayang, sampai saat ini aku belum berani bilang bahwa aku sudah memilikimu kepada kedua orang tuaku" Singto menjeda ucapannya, mencari manik indah kekasihnya yang sedari tadi hanya menunduk mendekap cincin pemberian Singto didadanya.

"Tapi aku berjanji aku akan menjadi Romeo untukmu, dan kau akan menjadi Juliette untukku sampai akhir hayatku. Sampai saatnya tiba, biarkan kedua cincin ini selalu didadamu hingga nanti aku akan membawamu ketempat ini lagi, mengucapkan janji suci pernikahan dan melingkarkan cincin itu dijari manismu"

ANOTHER STORYWhere stories live. Discover now