Bab 1

114 56 82
                                        

"Satu, dua, tiga, empat."

"Itu tuh, ada lagi di belakang," tunjuk Keyla.

"Oh iya, lima, enam, tujuh. Cuman tujuh," ucap Diah.

"Lo berdua lagi ngitungin apa sih?" tanya Gita sambil memandangi kedua sahabatnya.

"Cowo ganteng," ucap Diah dengan polosnya.

"Cowo ganteng?"

"Iya, tuh lo ga ngeliat! banyak anak-anak baru pada MOS," ucap Keyla sambil menunjuk kearah lapangan.

"Sejak kapan MOSnya?"

"Dua hari yang lalu, lo kenapa kemarin ga masuk?" tanya Keyla. Gita hanya menampilkan cengiran kuda miliknya.

"Ke rumah sakit lagi?" Gita mengangguk.

"Makanya kalo punya obat tuh dimakan, jangan di buang ke kloset," ucap Diah sambil menjewer kuping milik Gita, sedangkan Gita hanya meringis kesakitan.

"Sakit Diah!" ucap Gita dengan nada keras.

"Kalo lo masih kaya gitu terus, gua aduin sama Kak Ardan, biar dia tau kelakuan busuk lo!" ucap Diah. Mendengar nama Ardan di sebut oleh sahabatnya mata Gita mulai membulat dengan sempurna.

"Bilang aja mau cari perhatian sama Kak Ardan!" ucap Gita dengan bibir yang di buat maju.

"Biarin," sambil mengulurkan lidahnya.

"Ada sepuluh Diah," tutur Keyla. Sontak membuat mereka berdua berhenti beradu mulut.

"Lo lagi ngapain sih Kayla?" tanya Gita.

"Ngitungin ada berapa anak baru yang ganteng-ganteng," ucap Keyla.

"Emang ada?"

"Ada, sini lo liat," ucap Kayla sambil menarik tangan Gita.

"Tuh, yang paling belakang, ganteng banget kaya malaikat tanpa sayap yang diberikan oleh Tuhan untuk gua," tutur Keyla. Sontak membuat Gita membulatkan matanya dengan sempurna, lalu Gita mulai menyentuhkan tangan ke dahi Keyla.

"Pantesan panas, kaya pantat gua," tutur Gita, lalu ia pergi sambil menarik Diah dan meninggalkan Keyla.

"Ko gua ditinggal," rengek Keyla.

💦💦💦

"Lo berdua mau pesan apa?" tanya Gita.

"Lo yang mau kesana?" tanya Diah. Gita hanya menangguk dengan cepat.

"Ok deh, gua mau baso sama jus alpukat, kalo lo?" tanya Diah ke Kayla.

"Gua, mie ayam sama jus jambu," ucap Keyla. Lalu Gita mulai melangkah ke dalam antrian untuk mengambil pesanan mereka.

Setelah mendapatkan semua pesanannya, Gita berjalan sambil membawa semua pesanan sahabatnya, dengan menggunakan nampan. Tanpa ia sadari, tali sepatu miliknya terurai, sontak membuat ia terselengkat oleh tali sepatunya sendiri dan membuat makanan yang telah ia bawa tumpah mengenai seragam sekolah miliknya.

Kalo di itung-itung, ini sudah ke empat kalinya ia terjatuh di hadapan teman-temannya, bukan hanya malu yang Gita rasakan, tapi panas karna kuah baso sangat membuat tanganya tersiksa untuk sesaat. Kata Omanya ini adalah kutukan untuknya, karna dari dulu Omanya sering sekali melihat Gita terjatuh, sampai-sampai Omanya mengajak Gita kebeberapa dukun dan orang pintar untuk mencari tau kenapa Gita Anastasya sering sekali terjatuh.

Melihat kejadian itu, mereka semua tertawa dengan sangat kencang, terutama cowo dengan tampang badboy plus ketua basket di SMA Widya Mandala, dia adalah Satria teman sekelas Gita sekaligus orang yang pernah Gita tolak tiga kali. Satria sangat bahagia kalau melihat Gita sengsara, mungkin itu caranya untuk balas dendam karna dia telah menolaknya.

Say Love #PASTELWATTPEDSERIESStories to obsess over. Discover now