pertama

15 1 0
                                        

Dear dairy....

Matahari tersenyum merekah hari ini, menampakkan keindahannya yang begitu menawan membuatku iri. Berbeda dengan aku rasa bimbang dan bingung menyelimuti hati ini. Entahlah,apa aku bisa mengambil keputusan yang tepat atau sebaliknya.

Yogyakarta, 21 Oktober 2018

Nazma Azzahratunnisa

****

Namaku Nazma, biasa dipanggil Azma. Menulis adalah hobbi ku dan curhat sama buku kebiasaanku.

Kutu buku. Teman-temanku biasa menyebutnya. Keseharianku memang bergaul dengan buku-buku, kalo gak baca cerita atau novel yaa menulis.

Tapi, sebutan itu lebih baik, daripada kutukan! Mending kalo kutukannya satu turunan, kalo tujuh turunan kan serem.

Ada juga yang menyebutku si KUPER (kurang pergaulan). Kenapa? Gaul seperti apa yang mereka maksud? Shopping,jalan-jalan,atau nge-mall?. Padahal semua hal itu sering aku lakukan,buktinya aku suka pake baju,tiap hari juga suka jalan-jalan ke kampus, walaupun nge-mall nya aku ganti jadi ngemil.

Hampir semua temanku menjauh, karena KUPER nya itu.
Yang biasanya bercanda bareng, sekarang mereka lebih memilih hidupnya masing-masing.

Ngenes banget yah, tapi aku yakin hilang satu tumbuh seribu. Allah telah mempersiapkan sahabat fillah menuju jannah buatku.

Besok pagi aku di suruh datang lebih cepat oleh kepala sekolah. Jadi, malam ini gak boleh begadang, harus tidur cepat supaya gak terlambat.

Rasa kantukku juga sudah mulai melanda 'hooaaammm', ku tarik selimut warna hijau kesukaanku dan ku pejamkan mata.
*****

Paginya. Suara alarm membangunkanku, ku lihat jam menunjukkan pukul 04.50. Dengan terburu-buru ku masuk ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu, habis itu sholat subuh.

Sreeng sreeeng

Selesai sholat subuh, tercium wangi masakan dari dapur. Ku buka pintu kamar perlahan,dan berjalan menuju dapur.

Ku dapati ibu sedang masak sepertinya nasi goreng untuk kami sarapan. Ku hampiri ibu.

"Pagi bu. Eeemmmmhhh kayaknya enak nih" sambil ku cium aroma di atas wajan.

"Pasti dong, hari ini ibu masak nasi goreng spesial buat sarapan" dengan cekatan ibu menyiapkan piring dan gelas juga beberapa makanan lainnya ke meja makan.

Rupanya ayah dan adikku sudah siap sedia menyantap nasi goreng bikinan ibu.

"Sebelum makan baca doa dulu, kamu yang pimpin ya" ayah menghentikan suapanku.

"Iya, Yah" ku tadahkan tangan dan memimpin doa "Allohuma bariklana fiimaa rozaktanaa wakina adza bannar aamiin".

Setelah sarapan. Aku bergegas untuk mandi.

Krisannya sangat diharap kan. Afwan jika alur dan kata-katanya masih awam.

Tunggu selanjutnya ya.. Syukron

Hijrah Cinta Where stories live. Discover now