1.

47 11 0
                                        

Tetaplah menjadi dirimu yang penuh warna, yang akan mewarnai hidupku yang hitam ini.

-Tomi Erlangga-

Anna berjalan gontai menuruni anak tangga, ia ikut bergabung bersama keluarganya di ruang makan untuk sarapan sebelum satu per satu penghuni rumah keluar untuk melakukan aktivitas.

"Makan dulu dek." Sahut mama Anna saat melihat purtinya telah siap untuk berangkat sekolah.

"Iya ma." Anna duduk dikursi samping mamanya dan dihadapanya terdapat kakak lelakinya dan sang ayah.

"Lemes banget Na, masih pagi juga." Tegur Reno, ia heran dengan sikap adiknya yang sangat tidak bersemangat itu.

"bodo, serah gue!"

"Adek kenapa marah-marah? Abang kan ngomong baik-baik." Ferry ayah Anna ikut bersuara saat mendengar nada suara putrinya terkesan kesal padahal suasana di ruang makan sedang tentram.

"Siapa sih yah yang marah? Orang engga juga!" Jawab Anna santai namun, nada suaranya terkesan ketus.

Ferry dan Reno saling berhadapan, mereka tampak berfikir ada apa dengan Anna, detik berikutnya mereka saling menganggukan kepala, tanda paham.

"pantesan aja gue di judesin, orang dia lagi pms, gilaa bahayaa..." Batin Reno.

"Oke jangan nanya lagi, jangan bikin masalah sama si adek, macan ngamuk huhhh ati-ati..." Batin sang ayah.

***


Setelah semuanya selesai sarapan, Anna dan Reno berpamitan untuk berangkat sekolah, mereka berdua berangkat bersama-sama, mereka juga bersekolah di satu sekolah yang sama.

"Anna berangkat dulu mah, yah."

"Reno juga berangkat." Keduanya bersalaman kepada Ferry dan Citra.

Reno berjalan duluan untuk mengeluarkan mobil dari parkiran rumah, setelah Reno berhasil mengeluarkan mobilnya Anna langsung menaiki mobil dan saat menutup pintu mobil, Anna menutupnya dengan sangat keras.

Reno yang berada di dalam mobil terlonjak kaget akibat suara pintu mobil tersebut.

"Astaghfirullah, kaget gue." Batin Reno, tanpa berfikir panjang ia pun langsung menjalankan mesin mobilnya dan melenggang pergi dari komplek rumah menuju sekolah.

***

Dikelas, Anna sangat tidak bersemangat, saat pelajaran pun ia tidak begitu fokus karena ia merasa kesakitan akibat menstruasi hari pertamanya.

"Na, gue mau ke kantin nih, lo mau ikut gak?," tawar Sheryn.

"Ga deh Ryn, thanks" ucap Anna sambil memegangi perutnya.

"Bener? Yaudah gue duluan, Feby ama Ola udah nungguin gue, ti-ati lo di kelas sendirian"

Anna hanya menganggukan kepalanya sebagai jawaban, setelahnya Sheryn pergi meninggalkan kelas dengan sedikit berlari.

Kini dikelas 11 Ipa 2 hanya tinggal Anna sendiri, ia menghabiskan waktu istirahat nya untuk berdiam diri dan menahan rasa sakit PMS hari pertamanya seorang diri.

"Sakit banget gila!" ringis Anna, setelah itu Anna menghubungi Reno untuk meminta sesuatu.

"Hallo bang?"

"Iya ada apa Na?" suara Reno terdengar seperti orang yang berbisik.

"Bang Anna minta tolong sih"

"Tolong apaan Na?"

"Beliin Kiranti bang, sakit banget perut gue"

"Aduh Na maafin abang, abang ga bisa, lagi dihukum pak Bambang soalnya"

"Yahh abanggggg"

"Ma'af Na gue ga bisa banget"

Anna langsung memutuskan sambungan telpon nya.

"Punya abang gabisa di andelin banget sih!" batin Anna.

Tanpa Anna tahu, ternyata di belakang kelas ada seseorang yang tengah berbaring di jejeran kursi paling pojok, ia mendengarkan semua pembicaraan Anna di telpon dan memperhatikan gerak gerik Anna.

Seseorang tersebut itu pun keluar kelas dengan langkah yang cepat, Anna yang merasa ada suara langkah kaki langsung mendongakan kepalanya.

"Tomi? Sejak kapan dia disini?". Batin Anna. Namun ia tak memperdulikanya ia pun kembali menenggelamkan wajahnya.

***

Oke guys sampe sini dulu yaa.
Next chap? Usahain secepetnya dehh

Jangan lupa vote and coment guys biar author nya semangattt❤😆

AnnatomiWhere stories live. Discover now