Part 1. Terlambat

179 59 56
                                        

Welcome.....

Jangan lupa Vote dan comment :)

"Ada pepatah mengatakan lebih
Baik telat daripada ngga
Sama sekali.."


•••

ALMOLAR ALAQUA

Di ujung sana terlihat seorang gadis berlari dengan terbirit-birit Ia menggendong tas ransel di punggungnya dan rambutnya ia biarkan terurai pontang panting kesana kemari karena jam menunjukkan pukul 06.59 WIB.

What!!!!. "Gue masih punya waktu satu menit lagi.'' Ujarnya dengan napas yang tidak teratur.

Sekitar 3 langkah lagi Ia sampai di sekolahnya akan tetapi guru piket menutup gerbang yang tinggi menjulang itu dan akhirnya Ia tidak bisa masuk.

Sambil memegang gerbang yang hitam itu, Ia berteriak memohon-mohon kepada guru piket agar gerbang sekolah dibukakan untuknya.

"Pak Izinin saya masuk." Dengan napas yang tidak teratur dan menempelkan kedua tangannya meminta mohon.

"Pak Izinin Saya masuk pak." Pintanya berulang kali. Kini terdapat seseorang dengan suara berat memanggilnya dan menghampirinya. Selain dia ada beberapa siswa lainnya yang sama dengan nasibnya, nasib sama sama telat.

"Al kenapa lo telat?" dengan membawa buku besar ditangannya Ia bertanya kepada gadis itu.

"Duh waktu malem gue ga sempet ngatur alaram, gue lupa." Ujarnya penuh dengan penyesalan

"Gue mohon izinin gue masuk." Ya Gadis itu bernama ALMOLAR ALAQUA. Gadis bermata cokelat yang kepintarannya bisa dibilang di bawah NAUNGAN KA'BAH, Ia memiliki rambut lurus yang panjang dan Ia bersekolah di Bina Nusantara ya sekolah ini terkenal karena memang sekolah favorit yang memiliki akreditasi A tapi kenapa bisa Almolar diterima di sekolah ini. Mungkin ini yang disebut sebagai HOKI..

"Gabisa lo harus kena hukuman karena lo telat." Dia ketua osis yang selalu menjaga gerbang sekolah perannya ia harus mengawasi siswa lainnya yang tidak memakai atribut lengkap.

"Kita kan sekelas Dev, masa lo tega liat temen lo dihukum. " Ia memuji Devan agar bisa masuk dan mengikuti upacara hari ini. Ya hari ini adalah hari senin dan baru kali ini Ia telat.

"Mau sekelas mau ngga juga gue bakal tetep hukum lo tapi, untuk sekarang gue izinin lo masuk dan ikut upacara..." Gadis itu kegirangan karena akhirnya Ia bisa masuk ke sekolahnya.

"Dengerin dulu gue belum selesai ngomong. Setelah upacara selesai lo masih kena hukuman dan lo harus lari keliling lapangan sebanyak 5 kali putaran " santainya .

"What??? Gue ??? Keliling lapangan 5 kali?? Lo...." Belum sempat Ia melanjutkan omongannya karena Devan lebih dulu memotong pembicaraannya.

"Mau atau ngga ? Gak mau yaudah. Gue serahin hukuman lo ke guru piket nih. Masih mending loh hukuman dari gue cuma itu gak tau deh kalo sama guru piket."
Kini mata gadis itu melotot ke arahnya, menandakan bahwa yang Ia tidak inginkan jangan terjadi.

"Okeh gue terima, asalkan lo jangan kasih hukuman gue ke guru piket." pintanya. Dan kini dia bisa masuk ke sekolahnya.

•••

Kini seluruh siswa dan siswi sudah ada di lapangan untuk mengikuti upacara bendera hari senin, dengan barisan yang rapih terdapat siswa dan siswi dari kelas 10- 12 yang mengikuti upacara bendera . Tetapi gadis itu belum ada di lapangan Ia masih berjalan cepat untuk sampai disana dan akhirnya Ia menemukan barisan anak sekelasnya, Ia berbaris di ujung yang paling belakang diantara jajaran cowok cowok yang kalah tinggi dengannya disana terdapat guru kesiswaan yang sedang memeriksa atribut para muridnya.

Guru itu berjalan kearahnya dan menepuk nepuk bahu gadis itu. Gadis itu menoleh. "Mana Topi kamu?" tangan kanannya memegang tongkat yang ukurannya sekitar 40cm.

"Ini pak topi saya." Tangannya meraba - raba ke atas puncak kepalanya yang Ia cari tidak ada apa? Tidak ada? Kemana topi itu?. Alibinya. Ia lupa membawa topinya yang ada diatas meja belajar. Dan kenapa lagi ini Ia harus berhadapan dengan guru kesiswaan yang tegasnya minta ampun.

"Mana topi kamu."Tegas pak Nanto terhadap Almolar. "saya gak liat ada topi kamu disitu." Lanjut beliau.

"T..to..topi saya ketinggalan pak." Jawabnya dengan terbata-terbata,
Pak Nanto memegang telinga milik Almolar lalu memutar kearah depan sebanyak 3kali . yang dirasakan Almolar kali ini adalah Ia meringis kesakitan dan kepanasan akibat jeweran Pak Nanto tadi. Almolar memegang telinga yang kena jeweran itu dan mengusap usap karen saking sakitnya dan panasnya. Ia mengumpat karena semenjak ada pak Nanto berjalan kearahnya banyak sekali siswa dan siswi menoleh kearah Almolar.


"Gimana rasanya senengkan di jewer sama bapak?" Menunjukkan senyum ke arah Almolar.

Beliau itu bernama Pak Nanto guru kesiswaan yang tegasnya minta ampun jika beliau mendapati siswa atau siswinya yang tidak memiliki atribut lengkap maka dengan senang hati Ia akan menjewer telinga anak tersebut yang tidak menuruti peraturan sekolah ini, Sekolah Bina Nusantara.

"Gimana enak ga Al ?" Tanya Andi.

"Lo pikir aja sendiri." Ketus Almolar, apa yang dipikirkan Andi apa dia mengejek Almolar atau menghina Almolar, Almolar sendiri tidak tahu dan kesal terhadap sikap Andi tadi.

Kini Almolar duduk dibangku kelasnya dan mengeluarkan buku bahasa inggris, gurunya bernama bu Dwi. sedangkan Vanesa yang duduk disebelahnya lalu, Sena dan Angel yang duduk di depan bangku Almora mereka secara bersamaan menoleh ke arah Almolar. Untuk menyakan hal yang sama. "Lo telat?" Pertanyaan mereka serentak terhadap Almolar.

"Iyah gue telat, gue lupa ga ngatur alaram tadi malem." Sesalnya dan Ia kini terlihat kesal saat mendengar pertanyaan dari sahabat sahabatnya itu. " Dan yang paling gue kesel , si Devan nyuruh gue lari keliling lapangan 5 kali. " Jawabnya

"What lima keliling serius lo ?" Jawab Sena.

"Ya gue serius lah."

"Ya lo juga salah Al, kenapa lo salahin si Devan." Elak Vanesa terhadap Almolar.

"Al, ada yang nyariin lo tuh." Teriak Justin yang ada di sebelah pintu memainkan ponsel miliknya.

Almolar berjalan kearah pintu. Dan bertanya di hatinya siapa yang mencari Almolar.

••••


See you....

Ini baru di awal lohhh masih banyak lagi masalah masalah yang seru makanya pantengin terus cerita ini..

Jangan lupa VOMENT

LARVA Stories to obsess over. Discover now